Cerita ini bersetting pada jaman penjajahan jepang , kisah tentang seorang perawat pejuang yang terangkap oleh tentara jepang.
Yanti berlari dengan kencang menembus hutan, menghindari para pengejarnya. Hari itu markas pejuang diserang tiba tiba oleh tentara jepang, rupanya ada penghianat yang membocorkan lokasi markas tentara pejuang. Beberapa pejuang gugur, sisanya berpencar melarikan diri ke dalam hutan, yanti sendiri terpisah dari kawan kawannya, karena ia tak lihat kanan kiri lagi ketika menyelamatkan diri.
Yanti merupakan salah seorang anggota palang merah yg dengan tulus menolong para peuang yang terluka, wajahnya yang cantik dan pribadinya yg ramah serta menyenangkan menjadi obat tersendiri bagi para pejuang yang terluka.
Di sebuah gua , yanti beristirahat sejenak, ia tak tahu apa masih ada yg mengejarnya atau tidak, namun ia berpikir tentu lebih baik ia beristirahat sejenak.
setelah beberapa lama, yanti memutuskan untuk pergi. ia akan menuju markas pejuang di selatan, namun ia harus lebih dulu keluar dari hutan ini.
Jantung yanti berdegub kencang saat ia melihat tentara jepang beberapa meter di depannya, dan sepertinya mereka pun melihatnya. Dengan panik yanti berbalik dan berlari, sebelum tentara itu menangkapnya.
cepat..cepat..cepat, otak yanti memerintah kaki yanti untuk berlari lebih cepat. yanti tak berani melihat ke belakang, juga ia tak melihat kemana arah larinya , yg ia tahu ia harus segera menjauh dari mereka.
Namun mendadak seluruh kaki yanti terasa lemas, ketika jalur larinya ternyata berujung pada sebuah sungai yg lebar, ia nekad menyebrang sungai itu, namun tentu saja gerakannya menjadi lambat, para tentara jepang yg terlatih itu dengan mudah mengejar dan menangkapnya dan menarik yanti ketepian, yanti tertangkap.
komandan tentara jepang , Inamoto , terlihat senang tangkapannya berhasil didapatkan. Yanti masih mencoba melepaskan diri, ia mencoba menendang dan memukul tentara yg menangkapnya. namun dengan mudah inamoto menahan serangannya dan balik menampar yanti sehingga terjengkang jatuh, kepalanya terasa pusing.
Dengan cepat inamoto menindih tubuh yanti, meremas buah dadanya dan mencoba mencium bibir yanti.
yanti mencoba meronta dan berteriak, dia tak mau harus diperkosa oleh penjajah ini, yantisemakin histeris ketika bajunya disobek dengan kasar oleh inamoto, dan buah dadanya kemudian disedot sedot dan di remas kasar, sambil menangis yanti masih terus mencoba melawan.
Tiba tiba radio inamoto berbunyi, ia disuruh segera melapor ke markas. Dengan marah inamoto menghentikan perkosaan pada yanti , dan menyuruh anak buahnya untuk mengikat yanti dan membawanya ke mobil.
“kamu beruntung….”kata inamoto pada yanti dengan bahasa indonesia yg agak tersendat
“tapi nanti kita akan bersenang senang….” lanjutnya.
yanti pun diangkut ke truk tentara, di dalam yanti harus masih mengalami pelecehan seksual, para tentara itu berebutan meraba dan menyentuh tubuh yanti yg terbuka, karena bajunya sobek. yanti hanya bisa menangis dan berharap nasibnya tak lebih buruk.
setibanya di markas , yanti langsung dibawa ke sebuah ruangan, dan bertemu dengan pimpinan markas itu, jelas sekali pangkatnya lebih tinggi dari inamoto.
“kamu akan kami bebaskan..asal kasih tahu dimana markas tentara indonesia…” orang itu mulai menginterogasi yanti.
yanti hanya bungkam, meski kemudian dia diberi berbagai ancaman, tak ada sepatah katapun yg keluar dari mulut yanti.
komandan yg marah , kemudian memberi isyarat pada inamoto. segera inamoto menarik yanti dan mengikatnya dengan tangan keatas, sehingga ia terikat menggantung, hanya jari jari kakinya saja yg menyentuh lantai. buah dadanya terbuka bebas, hanya tinggal rok putih yg sudah lusuh yg menempel di tubuh yanti.
“sekali lagi..dimana markas tentara kamu…..maka kamu bebas…atau kamu akan disiksa sama inamoto..”ancam sang komandan.
inamoto segera mendekati yanti dengan pisau di tangan, perlahan ia selusuri lekuk tubuh yanti dengan pisau itu, rasa dingin pisau itu membuat yanti bergidik.
Inamoto terus menelurusi tubuh yanti dengan pisau , sampai dengan sekejap ia merobek lepas rok yanti menggunakan pisau itu, kini yanti terikat menggantung tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya.
“bagaimana…kamu tidak mau kan…..tersiksa…..?” tanya komandan
“saya tidak akan menghianati bangsa saya sendiri..penjajah busuk..!!!” jawab yanti dengan sisa keberaniannya, suaranya terdengar bergetar.
komandan mengangkat bahu, dan memeberi isyarat pada inamoto.
segera, inamoto mendekati yanti, menahan kepalanya dan kembali berusaha mencium bibir yanti.
Tak berhasil, ia menciumi dan menggigit leher yanti.
Yanti menyadari bahwa ia tak akan bisa lagi lolos, maka ia pun membiarkan inamoto menciumi dan menjilati seluruh tubuhnya, ia berusaha tidak berteriak atau menangis. Namun tak urung, yanti sempat menjerit kecil ketika putingnya di gigit dengan nafsu oleh inamoto.
“mau bicara……?’” tanya inamoto
“TIDAK AKAN…!!!!” teriak yanti
“betul..?” tanya inamoto sambil meremas vagina yanti
yanti bungkam dan menahan diri untuk tak menangis, meski air mata sedikit mengalir dari matanya.
“betull…tidak bicara…?” kali ini sambil meremas pantat yanti.
yanti berulang kali menjawab tidak, namun dari nada bicaranya yanti semakin putus asa, sementara inamoto dan komandannya hanya tertawa tawa.
inamoto kemudian memasukan jari jarinya ke vagina yanti, membuat sensasi muncul dalam tubuh yanti.
“mmmhhh…” yanti berusaha tak menangis , namun tak urung pelecehan ini membuat air matanya mengalir deras.
tiba tiba inamoto berusaha kembali mencium bibir yanti, dan kali ini berhasil. lidahnya masuk bermainmain di dalam mulut yanti, sementara jari jari inamoto masih terus menjelajah di vagina yanti.
tak lama kemudian inamoto merasakan jari jarinya basah, rangsangan2 itu akhirnnya tak tertahankan oleh yanti, hal ini membuat inamoto tertawa puas.
inamoto segera melepas seluruh pakaiannya, dan kemudian tiba tiba menampar pipi yanti.
mata yanti berkunang kunang dan kepalanya terasa pening, sehingga ia tak sempat berontak ketika kedua kakinya diangkat inamoto dan vaginanya ditmbus oleh penis inamoto.
“oohh..tidak…jangan…..” yanti meratap lirih, namun terlambat. penis inamoto telah menembus vagina yanti dan merobek keperawanannya dengan kasar, kali ini yanti tak bisa menahan tangis, kesuciannya hilang ditangan penjajah.
“kalau kamu bicara…..saya berhenti….” kata inamoto sambil ia menghentikan genjotannya.
“******* KALIAN SEMUA…!!!!!” jawab yanti
jawaban yang membuat inamoto menggenjot yanti semakin brutal
“AaAAHH…aaahhhh….aaaaa…..awwww…”
sampai akhirnya inamoto berhasil mencapai puncak, ia mencabut penisnya dan membiarkan cipratan spermanya membasahi tubuh yanti, kemudian ikatan yanti dilepas.
lelah kaeran siksaaan dan hinaaan, yanti langsung ambruk di lantai dan menangis, ia tak bisa lagi menahannya.
ternyata siksaannya belum berakhir, tiba tiba inamoto menarik tubuh yanti keluar, dan menjatuhkan nya di tengah lapang, tentu saja tubuh telanjang yanti menjadi tontonan para tentara jepang yang lain.
Yanti mendengar inamoto dengan bahasa jepang bicara pada tentara disana, entah apa yg dibicarakannya.
yanti hanya tertunduk, dan sebisa mungkin menutupi tubuhnya, komentar komentar nakal dalm bahasa jepang ramai terdengar.
Tiba tiba seorang tentara mengguyur tubuh yanti dengan seember air diirngi derai tawa kawan kawannya, belum sempat sadar apa yang terjadi, seorang tentara membuka lebar kaki yanti, dan yg lain memegangi tangannya, kembali vagina yanti ditembus oleh penis org jepang itu, kurang lebih tiga orang jepang yg bergantian memperkosanya, sepertinya ini adalah tentara yg tadi mengejarnya.
setelah puas yanti diseret ke kamar mandi, sambil dimandikan lagi lagi yanti diperkosa di kamar mandi,
baru kemudian ia diberi pakaian dan dimasukan ke dalam kamar tahanan.
hari itu yanti bisa beristirahat namun esok hal yg lebih buruk mungkin akan terjadi padanya
Yanti tak bisa memejamkan mata malam itu, meski tubuhnya terasa lelah namun hinaan dan pemerkosaan yang dialaminya hari ini sangat mengguncangnya.
Pintu sel terdengar dibuka, yanti berpura pura tertidur, namun ia sempat melihat yang masuk adalah penjaga pintu sel ini, ia bergumam dalam bahasa jepang, sambil ia menyingkap pakaian bawah yanti, dan mengelus elus paha mulus dibaliknya. yanti diam tak bergerak berharap si penjaga ini segera pergi , namun ternyata yg ia rasakan kemudian adalah paha dan dan pantatnya terasa basah, rupanya si penjaga menciumi dan menjilati paha dan pantat yanti.
Yanti masih berusaha diam tak bergerak, meski ia harus mengakui kali ini ia sedikt terangsang.
aliran darah yanti seolah berhenti , ketika ia mendengar suara retsleting dibuka, si penjaga ini telah membuka celananya, apa yg akan dilakukannya..?
ternyata si penjaga memukul mukulkan penisnya ke wajah yanti, menggesek geseknya ke hidung dan bibir yanti.
kali ini yanti ingin si penjaga ini segera pergi, maka ia perlahan membuka mulutnya sehingga penis itu terbenam dalam mulut yanti, penjaga itu tertawa tawa dan mulai bergerak maju mundur, sehingga penisnya terkocok di mulut yanti.
Namun belum sempat ia menikmati lebih jauh terdengar orang berteriak marah di pintu sel, yanti mengenali suara itu, inamoto. bergegas penjaga itu membetulkan celananya, dan yanti mendengar suara tunju mengenai wajah dan suara org terjatuh, yanti bisa membayangkan apa yg terjadi pada penjaga itu.
terdengar suara pintu sel ditutup, namun ia tahu inamoto masih berdiri disitu.
“kamu tidak tidur..bangun…..” kata inamoto.
merasa percuma berpura pura, yanti bangun dan duduk di dipan.
“kenapa..mau apa lagi…” tanya yanti dengan ketus.
inamoto membisikan sesuatu pada yanti yg membuat yanti terdiam, ia harus melayani ianmoto malam itu atau ia akan diumpankan pada para tentara jepang di markas itu.
Yanti pun terdiam saat pakaiannya dilucuti oleh inamoto, ia pun menuruti perintah inamoto saat ia harus membuka pakaian inamoto.kini keduanya telah telanjang bulat.
bibir yanti dikulum lembut oleh inamoto, kali ini yanti membalasnya, ia kembali berharap agar inamoto segera selesai dan ia bisa istirahat.
mendapat balasan dari yanti, inamoto menjadi lebih semangat, dengan lembut ia meremas buah dada yanti.
“uuhhhh…….ehhh….”yanti mengerang
inamoto kemudian merendahkan kepala yanti, dengan pasarah yanti menjilat dan mengulum penis inamoto, smentara pantat dan buahdadanya terus menerus diremas oleh inamoto.
tiba tiba inamoto melepaskan yanti dan kemudian mengikat tangan yanti di belakang.
“apa apaan ini…” tanya yanti
namun inamoto tak menjawab , hanya menyuruh yanti berlutut dan kembali mengulum penisnya.
kini yanti harus mengulum penis inamotodengan tangan terikat, smentara inamoto hanya tertawa tawa dan bergumam dalam bahasa jepang.
tak lama berselang, yanti merasakan ada cairan yg masuk ketenggorokannya, yanti berusaha memuntahkannya namun kepalanya ditahan kuat oleh inamoto, sehngga terpaksa ia menelan spermanya, itu adalah pengalaman pertamanya.
yanti pikir semuanya sudah selesai namun ternyata salah, yanti diikat terlentang oleh inamoto di kasurnya.
untuk kemudian dengan leluasa inamoto meraba dan menciumi buah dada yanti.
inamoto dengan kasar memukuli buah dada yanti dan menampar berkali kali yanti, setiap kali yanti berteriak atau menangis ia tertawa tawa, dan rupanya cara itu membuat birahi dia kembali naik.
kini ia membalik tubuh yanti dan mengikat yanti dengan posisi telungkup, sambil menindih yanti dan meremas buah dada yanti dari belakang, inamoto membisikan kata kata berbahasa jepang yang yanti tidak mengerti.
inamoto merab rabai punggung yanti dan terkadang menjilatinya dari atas sampai ke pantat, dan kemudian tanpa basa basi lagi, ia menusukan penisnya ke pantat yanti,
tentu saja yanti berteriak dan meronta ronta…
“aahhhww…sakiit…ampuunnn…ampuuunnn….”
namun inamoto tak peduli, ia terus menerus menusuk pantat yanti dengan penisnya, yanti menangis keras , tangisannya terdengar ke seluruh kompleks tahanan itu.
untuk tahanan yg lain mereka tak sanggup mendengarnya, namun bagi para tentara jepang itu, suara jeritan yanti menjadi hiburan yg menyenangkan.
smentara di sel, yanti terus menerus mengalami siksaan saat pantatnya ditembus paksa oleh inamoto.
cukup lama sampai akhirnya inamoto mencabut penisnya dari pantat yanti dan kemudian menyemburkan spermanya di wajah yanti.
setelah puas ia memakai kembali pakaiannya dan berkata.
” kalau tidak bicara dimana markas tentara..kamu akan begini terus tiap malam..”
yanti bergidik mendengarnya, apa ia harus berkhianat atau menerima siksaan ini terus menerus..?
yanti tak bisa berpikir, seluruh tubuhnya kini terasa sangat sakit, pantatnya seperti terbakar.
baru saja ia merasa lega , ia melihat penjaga sel tadi kembali dan sedang mebuka pakaiannya.
posisi yanti sendiri masih terikat tengkurap di dipan, karena inamoto tidak melepas ikatannya tadi.
sekilas yanti melihat penjaga itu mendekat telanjang bulat dengan membawa seperti sebuah cambuk.
ohh tidak…”TIDAAAAKK…..” yanti menjerit sekeras kerasnya.
dan begitu pula sepanjang malam itu, teriakan kesakitan dan memilukan dari yanti terus terdengar. entah berapa lama yanti akan tahan dengan siksaan seperti ini.
Tamat
Tuesday, July 5, 2011
Kabut Di Merbabu
Sejak awal berangkat dari Jakarta karena penugasan stasiun televisi tempatnya bekerja, dia sering salah tingkah tiap menatap wajah Grace. Reporter cantik itu telah memikat hatinya sejak awal sang dara bergabung dalam kantornya. Wajah dan tubuh Grace begitu sempurna dengan tinggi 170 cm. Kulit kuning langsatnya begitu terawat. Tubuhnya sangat langsing dengan buah dada yang begitu menggoda ukurannya. Hm, apalagi wajah ayunya, andai boneka barbie memiliki pesaing maka wajah boneka Grace adalah pesaing beratnya. Putri pengusaha besar ini memang mempesona. Sayangnya sebulan lalu, harapan Keanu mendekati Grace lenyap begitu saja. Gadis pujaannya ini memilih Dimas sebagai calon pendamping hidupnya. Kebetulan Dimas adalah teman kuliahnya dulu.
“Si playboy itu begitu beruntung,” gerutu Keanu tiap melihat Grace yang sedang berjalan di depannya.
“Harusnya akulah yang memeluk pinggang seksi itu.”
“Ken,kita dirikan tenda di mana?” teriak Grace membuyarkan lamunan Keanu.
“Ngelamun aja, ini udah mau malam,Ken!”
“eh…eg…di tanah lapang itu aja,Grace. Posisinya bagus, ga jauh dari mata air” Jawab Keanu gelagapan. Setelah meletakkan kameranya dan tripodnya, Keanu dengan cekatan mendirikan tenda.
“Mandilah dulu, biar fresh. Sambil aku mendirikan tenda.”
Grace tersenyum dengan bibir merahnya itu,
“Ide bagus. Awas ngintip ya…”
Gadis berusia 23 tahun itu begitu lincah berlari-lari kecil menuju pancuran dengan menenteng perlengkapan mandinya yang super lengkap untuk sebuah ekspedisi di gunung. Keanu meneruskan pekerjaannya mendirikan tenda, lalu melanjutkan menata matras dan sleeping bag Grace di dalam tenda. Seperti biasa, dia membongkar ranselnya untuk mengeluarkan sleeping bag dan matrasnya untuk diletakkan di luar tenda. Tanpa disengaja, tangan Keanu menemukan teropong medan yang memang biasa dia bawa. Pikiran kotor seperti bekerja secepat kilatan listrik.
“Pasti tubuh Grace begitu indah,” bisik pikiran jahat Keanu.
Pertentangan muncul cukup lama, antara tunangan seorang kawan dan hawa nafsunya yang menggebu.
“Peduli setan….ini kesempatan.” kata Keanu langsung menyambar teropongnya.
Pelan-pelan ini bergerak mencari posisi terbaik untuk mengintip Grace. Dan, pemandangan dari teropong medannya sungguh menakjubkan. Beberapa kali Keanu menelan ludah menyaksikan tangan-tangan mungil Grace mengusap tubuh indahnya dengan sabun cair. Rambutnya yang basah menambah sensualitas gadis peranakan Sunda-Manado ini. Mata Keanu tertuju pada dua gundukan indah yang membusung kenyal di dada Grace. Tidak terasa, penis pun mulai beraksi. Sayang, tontonan tidak begitu lama. Grace sudah selesai.
“Damn…”bisik Keanu.
Malam itu Keanu benar-benar tidak sanggup memejamkan mata setelah kenyang oleh masakan lezat Grace. Padahal sudah penat badannya setelah seharian liputan seputar keindahan kaki gunung merbabu bersama Grace. Dia melihat tenda tempat pujaan hatinya berada. Grace yang penakut selalu menggunakan lampu re-chargeable di dalam tenda. Terlihat bayangan dengan lekukan indah yang sedang membuka baju. Rupanya, Grace sedang melepas pakaiannya untuk menggantinya dengan kaos tidur. Kontan, membuat pikiran kotor Keanu kembali berulah. Dada Keanu berdetak begitu kencang, membayangkan lekuk tubuh di dalam tenda itu. Rekaman tubuh basah Grace sewaktu mandi seakan terus menggoda kelelakian Keanu. Tangan Keanu membuka resleting untuk memberikan kebebasan bagi batang penisnya yang sudah sesak memenuhi celana jeansnya.
“Sekarang waktunya, aku harus ambil resikonya, atau aku gila sendiri dengan khayalan ini.” tekad Keanu menghentikan pikirannya untuk masturbasi.
Keanu bergegas mendekati pintu tenda, dan menarik resleting pintu. Aksi dadakan Keanu benar-benar membuat Grace terkejut. Dengan reflek, gadis cantik itu menutup bagian atas tubuhnya yang hanya mengenakan bra.
” Apa-apaan,Ken! Aku sedang ganti baju!!” teriaknya.
Sudah kepalang basah, batin Keanu. Dia pun memberanikan diri untuk terus mendekat, tangan kekarnya menahan tangan mungil Grace yang hendak meraih kaos tidurnya.
“Aku sudah lama mencintaimu, Grace.”
“Kamu sudah gila, Ken. Hentikan!” jerit Grace saat Keanu menarik dan melempar kaosnya.
Mata tajam Keanu menyusuri setiap inci tubuh Grace yang membangkitkan birahinya. Grace beringsut memojok sambil menekuk kakinya.
“Please, hentikan Ken, kamu membuatku takut….”
Permintaan Grace tidak begitu dipedulikan lagi oleh Ken. Dengan kekuatannya diraihnya kedua kaki Grace, dan diseretnya ke matras. Grace meronta-ronta untuk melawan. Begitu posisi Grace sudah berada di tengah matras, dengan cekatan tangan-tangan Keanu membuka kait kancing celana jeans Grace. Karena lengah, sepakan kaki Grace sempat mendarat di wajah Keanu. Sambil menahan sakit dan dorongan nafsunya, Keanu merangsek di antara dua kaki Grace. Wajahnya mendengus keras saat berhadapan dengan wajah Grace. Tanpa menunggu waktu lagi, bibir Keanu mendarat di bibir Grace. Dikulumnya bibir pujaan hatinya dengan buas, sambil menindih tubuh Grace. Jari-jarinya terus bekerja membongkar celana jeans Grace. Dalam posisi terhimpit, satu-satunya perlawanan gadis cantik itu cuma meronta dan memalingkan wajahnya menghindari sergapan bibir Keanu. Tapi Keanu tidak pernah menyerah. Setelah celana jeans gadis yang ingin ditaklukkannya berhasil terlepas, ia segera mengalihkan perhatian untuk menyerbu leher mulus mangsanya.
Keanu
Beberapa kali karena gemas digigitnya hingga kulit putih itu tampak memerah. Tangan-tangan Keanu dengan cepat beralih menjamah buah dada Grace yang kenyal.
“Sreeeek…!” dengan kasar ditariknya bra itu dan dilemparnya ke samping.
“Toket kamu indah Grace.” desis Keanu menyaksikan dua payudara terindah yang pernah dia lihat.
Nafsunya makin berkobar. Dijilatinya dua payudara Grace masih dalam posisi tubuh kekarnya menindih Grace. Sementara itu, jemarinya menelusup dalam celana dalam biru muda pujaan hatinya. Telunjuk dan jari tengahnya memainkan klentit Grace dengan lembut.
“Jangaaaaann Ken. Aku reportermu!!” keluh Grace dengan sedikit mendesah menerima rangsangan hebat dari Keanu.
Keanu tak memedulikan permintaan Grace. Bibir dan lidahnya terus mendarat di dada Grace membuat puting gadis itu mulai memerah dan mengeras. Keanu tersenyum menang, saat merasakan jemarinya sudah mulai basah dengan cairan vagina Grace. Rontaan Grace yang melemah, membuat ciuman Keanu perlahan turun di perut dan terus menuju selangkangan Grace.
“Hentikaaaan…” jerit Grace tersadar ketika dua tangan kekar Keanu menarik celana dalamnya turun ke bawah.
Tapi dengan sigap tangan-tangan Keanu memegang tangan Grace agar tidak meronta. Lidahnya terus menari menjelajahi bibir vagina Grace dan memainkan klentitnya.
“Ah….memekmu begitu indah Grace..”desis Keanu.
Selama ini, Keanu memang aktif melakukan seks. Ia sudah terbiasa melakukan oral untuk merangsang pasangannya. Terlebih sejak Grace bertunangan, Keanu sering jajan atau bercinta dengan pacarnya sambil membayangkan Grace idolanya.
“Aaaaaagh….”Grace bergetar ketika lidah Keanu menusuk-nusuk vaginanya dan memainkan klentitnya. Cairan vaginanya membanjiri liang kenikmatannya. Ia orgasme! Suara jangkrik dan burung hantu seperti menjadi lagu penghantar pergumulan dua insan ini.
Keanu tersenyum menang melihat tubuh Grace menggelinjang dilanda kenikmatan orgasme. Sambil memberikan waktu pada Grace menikmati orgasme pertamanya. Keanu membuka kaos dan celana jeansnya. Dia sudah telanjang bulat dengan penis mengacung tegak. Nafsunya begitu membara sekarang. Tubuh Grace yang berkilat karena keringat membuat gadis di depannya semakin terlihat sensual. Grace tersentak melihat Keanu yang sudah telanjang dengan batang penis begitu besar dengan urat-urat yang menonjol. Seumur hidup tidak pernah dilihatnya pemandangan seperti ini. Grace tersadar bahaya yang menimpanya. Tubuhnya menggigil ketakutan membayangkan batang penis dengan panjang 20 cm itu masuk ke dalam vaginanya yang belum pernah tersentuh lelaki. Grace berteriak ketakutan dan mulai meronta dengan tenaga tersisanya,
“Jangan Ken, aku masih perawan. Aku tunangan temanmu sendiri….please,Ken!”
“Aku sayang kamu,Grace. Cuma ada kamu dan aku” tangan-tangan Keanu menahan pundak Grace yang ingin bangkit.
Didorongnya kasar tubuh Grace kembali ke matras. Badan Keanu merapat ke badan Grace. Kedua paha Grace dilebarkan dengan dua paha Keanu yang kekar. Dalam pikiran Keanu hanya ada satu: segera menghujam batang penisnya yang sudah tak sabar menungggu. Menyadari posisinya yang tidak menguntungkan, airmata Grace kembali berlinang deras. Terasa oleh gadis cantik itu kepala penis Keanu yang besar menempel di bibir vaginanya yang telah basah. Mata Grace terpejam, tidak berani melihat apa yang terjadi. Dua tangan Keanu berpindah ke pinggang mulus Grace untuk menahan agar pantat gadis itu tidak bergeser. Pelan-pelan dia dorong penisnya membuka bibir vagina Grace. Mata Grace terbelalak saat penis itu memaksa masuk. Tenaganya untuk memberontak kembali muncul. Namun, Keanu lebih berpengalaman. Lelaki kekar itu jelas bukan tandingannnya.
Keanu menindih tubuh Grace dengan berat badannya. Dan seperti ingin cepat-cepat membuat mangsanya lemah. Dengan kasar, Keanu mendorong sekuat tenaga penisnya masuk.”Sreeeekk….”
“Uuuughh….”Jerit Grace saat separoh batang besar Keanu sudah mulai terbenam.
“Aaaah…nikmat sekali memekmu,Grace.” desah Keanu dengan senyum kemenangan.
Dengan bantuan bobot badannya dan dorongan otot-ototnya, bleeeesss, seluruh batang penis Keanu merobek masuk ke dalam vagina Grace. Grace pun terpekik kesakitan. Dua insan ini sama-sama terengah-engah dengan semua pergumulan ini. Keanu sesaat membiarkan penisnya diam dalam liang kenikmatan Grace yang berdenyut kencang. Bagi Grace sendiri sungguh berada dalam perasaan yang tidak menentu. Sakitnya berangsur menghilang. Di antara liangan airmatanya sendiri, ia melihat wajah lelaki yang dibencinya. Tapi entah mengapa, ada hasrat muncul dari dalam hatinya untuk menuntaskan sensasi yang sudah dimunculkan dari perkosaaan ini.
“Grace…..” desah Keanu.
Bibir Keanu mengulum Grace. Kali ini dengan lembut. Perlahan-lahan pantatnya maju mundur membuat penisnya bergerak maksimal memompa vagina Grace. Semakin lama semakin mempercepat tempo gerakannya. Tubuh Grace bergoncang-goncang keras. Payudaranya seolah terlempar-lempar. Keanu kembali merapatkan badannya seakan menjadi satu dengan tubuh Grace. Kocokannya semakin kencang. Napas kedua insan ini seakan berlomba saling berpacu.
“Plook…ploook…ploooook.” suara buah zakar Keanu menampar-nampar pantat Grace.
“Ohhh…God.” desis Grace terbuai dalam sensasi luar biasa nikmat ini.
Bunyi kecipak menandakan vagina Grace sudah begitu basah dengan cairan pelumas. Membuat batang besar itu maju-mundur dengan semakin cepat. Grace mengejang. Tanpa disadarinya, kedua tangan mungilnya memeluk pinggang pemerkosanya untuk mendapatkan hujaman terdalam.
“Aaaaaaaaaahhhh…ggghh…,Ken!!!”Jeritnya dalam orgasme keduanya.
Senyum kemenangan Keanu semakin mengembang melihat gadis idamannya terkapar dalam kenikmatan keduanya. Kali ini, Keanu semakin tak sabar untuk mencapai orgasmenya sendiri. Diangkatnya tubuh Grace di pangkuannya. Ciumannya terus menyerbu leher dan bibir Grace, membuat hasrat seksual Grace kembali bangkit. Awalnya, penis Keanu menyodok vagina Grace, tapi perlahan secara naluriah, Grace menemukan ritme yang memungkinkan dia mendapat sodokan ternikmat. Pantat Grace naik turun dengan sendirinya. Tubuhnya meliuk-liuk di atas pangkuan Keanu.
“Daamn….enak sekali,sayang!” Desah Keanu menikmati aksi Grace ini.
Peluh keduanya saling membasahi satu sama lain. Desahan pun saling bersahutan mengisi kesunyian malam di kaki Merbabu. Keanu semakin terangsang dengan gerakan-gerakan Grace yang seolah menari di atas pangkuannya. Penisnya seperti diremas oleh dinding-dinding vagina Grace. Ingin mendapatkan sensasi baru, Keanu mengangkat tubuh Grace. Ada perasaan kecewa terbersit dari Grace ketika penis Keanu terlepas dari liangnya. Tapi itu tak lama, Keanu membalikkan badannya dan mengangkat sedikit pantatnya. Sebuah dogy style. Adegan yang selama ini Grace tonton di film porno, kini dihadapinya sendiri. Dengan posisinya sekarang, Grace bisa melihat gelapnya malam di luar pintu tendanya.
“Aaaaagghh…Ken.” Jerit Grace tersadar oleh aksi batang penis Keanu kembali menyodok vaginanya.
Dari belakang Keanu terus menyodok vagina Grace dengan keras. Sesekali jemarinya meremas payudara Grace yang menggelantung. Hampir 30 menit mereka bergumul, Keanu merasakan sebentar lagi pertahanannya jebol. Dengan cepat dia membalik badan Grace untuk rebah, dan Ia ingin memandang wajah gadis idamannya saat orgasme. Penis Keanu kembali menggenjot vagina Grace. Hingga kemudian badan lelaki kekar ini mengejang diikuti jeritan orgasme Grace untuk kali ketiga. Keanu ambruk di atas tubuh mungil Grace dengan peluh membanjir. Begitu nikmat. Dan napas terengah menemani sisa malam mereka dalam kelelahan. Rasa dingin mulai menusuk ke tulang, menyentak kesadaran Grace dari tidurnya. Di hadapannya tampak Keanu merokok dengan tubuh masih telanjang. Hampir Grace menyangka ini semua mimpi buruk saja. Tetapi melihat cairan vaginanya berwarna merah bercampur darah, dan rasa sakit di liang vaginanya, airmata reporter cantik ini kembali menetes. Seharusnya, keperawanannya ini untuk suaminya kelak. Untuk malam pertamanya yang sudah ditetapkan beberapa bulan lagi setelah pertunangannya waktu lalu. Sambil sesegukan, dan menekuk kakinya dan memeluknya untuk menutupi tubuh telanjangnya, Grace berkata,
“Kamu jahat, Ken…”
Keanu tersenyum menang. Lalu dia membuang sisa rokok Dji Sam Soe-nya yang terasa nikmat malam itu.
“Kamu kedinginan, Grace?”
Grace masih terdiam sambil menangis.
“Kamu cantik sekali waktu tertidur tadi. Cukup lama aku dan kamera DVC Pro ini memandangmu. Dua jam, telanjang dengan tubuh indah. Untung aku bawa cadangan kaset lumayan banyak untuk merekammu. “
Seperti disambar petir untuk kedua kalinya mendengar kata-kata Keanu. Kamera? Segera kepanikan muncul di otak Grace. Melupakan tubuhnya yang masih telanjang. Grace berdiri dan menyerbu Keanu dengan tamparan. Plaaaak!!!!
“Tidak cukup kamu menghancurkan hidupku, bangsat! Merenggut kehormatan yang harusnya ku jaga. Dasar an…!!!” Belum sempat Grace meneruskan kalimatnya, tangan kekar Keanu mencengkram lehernya.
“Cuuuuuh….” Grace melawan dengan meludahi wajah Keanu. Membuat wajah lelaki pemerkosanya itu merah padam.
Keanu naik pitam. Dilemparnya tubuh Grace ke matras dan dengan ganas bibirnya mencium leher dan bibir Grace. Kedua tangannya memegang tangan-tangan Grace ke samping.
“Kurang ajar kau. Biadaaa….aaaaghhh.” Makian Grace terhenti saat Keanu menggigit lehernya hingga merah.
Seperti kalap, Keanu mengarahkan penisnya ke bibir vagina Grace yang masih kering. Dikocoknya sebentar batang penisnya, hingga penis dengan panjang 20 cm dan berwarna hitam itu tegak sempurna. Tangannya masih mencengkram tangan Grace yang masih mencoba meronta. Kedua kakinya memaksa kedua kaki Grace terbuka lebar untuk memberikan ruang pada liang vaginanya.
“Janggaaaan…Keanu, Please…” Grace makin panik dan terus memohon. Tapi Keanu hanya mendengarkan suara birahinya yang menuntut kepuasan.
“Kean…..aaaaarrrggh..tidaaaaaak”
Kepala penis Keanu merangsek bibir vagina Grace dengan kasar hingga bibir vagina seperti tertekan ke dalam.
“Aaaaah….nikmat sekali memekmu…Aaaaah..” Keanu dipenuhi kenikmatan selama penisnya mulai menerobos vagina Grace.
Bleeeeesss….dengan sentakan otot-otot paha dan pantatnya, semua penisnya sempurna mengisi liang vagina Grace. Pemandangan yang kontras dan menakjubkan melihat penis hitamnya keluar masuk vagina Grace.
“Ayo ludahin aku lagi gadis sombong.” ejek Keanu sambil memompa vagina Grace menyudahi perlawanannya.
Plak…plak…plak, suara kulit dua manusia ini terdengar disertai rintihan kesakitan Grace dan erangan kenikmatan Keanu. Grace masih melawan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, tangan-tangannya hanya mencengkram matras. Airmatanya semakin mengalir deras. Secara naluriah, melihat mangsa yang sedang digagahinya melawan. Kedua tangan Keanu memaksa kepala Grace diam menghadapnya. Mulutnya dengan rakus membongkar bibir Grace yang mengatup. Bertubi-tubi ciumannya mendarat di bibir,leher dan bagian atas dada Grace. Dalam posisi ditindih seperti itu, membuat Grace terengah-engah kesulitan napas. Mengetahui itu, Keanu mengangkat badanya menjauhi dada Grace sambil tetap mencengkram tubuh gadis yang mulai basah kembali dengan keringat. Hentakan-hentakan penis Keanu membuat payudara Grace yang berputing merah muda ini mengayun-ayun menggemaskan. Kontan saja, tangan-tangan Keanu mengarah ke dua payudara itu dan meremasnya dengan keras.
“Aaaaah…sakit,Ken.” jerit Grace saat payudaranya diremas dengan kasar.
“Lebih sakit mana dengan ini,bitch!” Setiap gerakan masuk dan keluar, penis Keanu didorong dengan sangat kencang. Dengan vaginanya yang masih belum siap, kontan Grace menjerit-jerit kesakitan.
“Amppuuun,Ken. Jangan!!” pinta Grace yang cuma disambut dengan pompaan yang makin menggila.
Sudah setengah jam, Keanu malah makin brutal. Naluri buasnya membuat cengkraman vagina belum bisa memuaskannya. Kini dia melepaskan penisnya dari vagina Grace yang kembali mengeluarkan cairan kental dengan darah.
“Ah…ah..sudah Ken. Ampun!” Kata Grace lega,merasa penderitaannya usai.
“Ini belum selesai sayang..” bisik Keanu. Ia kemudian membalik tubuh Grace sehingga posisinya tidur tengkurap.
Sejenak, Keanu tertegun melihat punggung mulus dengan lekuk sempurna milik Grace. Putih lembut. Memancing bibirnya untuk menciumi punggung itu. Kemudian pandangannya tertuju ke belahan pantat yang bohay milik Grace. Penisnya diarahkan membelah pantat indah itu.
“Jaaaangggaaan…jangann di situ. Sakiiiit Ken!!!”
Selanjutnya yang tersisa cuma jeritan pilu Grace saat penis Keanu dengan pelan tapi pasti menerobos lubang anusnya.
“Daaaamn…sempit dan nikmat,Grace. Kamu seksi depan dan belakang.” kata Keanu sambil terus menahan pundak Grace agar tidak meronta.
Cleeeeep…penis Keanu sukses menerobos masuk semua ke dalam lubang anus Grace. Grace menangis kesakitan semakin kencang. Keanu sangat menikmati perkosaan dubur Grace. Ia mulai menggenjot dengan cepat. Sesekali ia menjambak rambut hitam sebahu Grace ketika gadis itu berontak.
“Mamaaaa…uuhuk…uhuk..” tangis Grace lemah, cengkraman tangannya ke matras pun melemah. Ia merasa begitu lelah dan perih.
Keringat membanjiri tubuh Keanu yang terus memompa anus Grace dengan birahi tinggi. Sesaat kemudian, Keanu merasa pertahanan penisnya akan jebol. Dengan cepat ia mencabut penisnya dan membalik tubuh Grace. Dan……crooot…crooot.
“Aaaaaah, nikmat sekali Grace.” desah Keanu puas menyaksikan cairan spermanya kental dan banyak menyemprot wajah ayu yang sayu milik Grace.
Keanu bangkit meninggalkan Grace yang terkapar lemas dan menahan perih di duburnya. Diraihnya kamera DVC Pro yang menyala dan dimatikannya.
“Wooow…sejam kali ini, Grace. Kamu luar biasa,” kata Keanu sambil nyengir.
Setelah menutup pintu tenda dan menyisakan sedikit lubang udara, ia merebahkan dirinya di samping Grace dan menyalakan rokoknya. Puas dirasakan Keanu. Pilu bagi Grace. Dua hal yang mengantar mereka memasuki subuh di Merbabu.
Setelah perkosaan menyakitkan di duburnya, Grace tidak mendapatkan perlakuan kasar lagi dari Keanu. Keanu tampak berubah menjadi pemurung. Dia menjadi sangat nice dua hari terakhir, sangat gentlement bahkan. Dua pagi ini bahkan Grace mendapatkan sarapan pagi bikinan Keanu. Ternyata pemerkosanya ini memiliki bakat memasak yang lumayan. Keanu bahkan rela membiarkan semua barang termasuk ransel Grace dipikulnya. Sangat terlihat berbeda dari kebuasaanya malam itu. Sebenarnya, jauh sebelum bertunangan, Grace menganggap Keanu sebagai rekan kerja yang baik namun tidak pernah menaruh hati padanya. Lelaki itu berwajah pas-pasan, bahkan mungkin di bawah itu bagi beberapa orang, dan memiliki tubuh atletik, tapi lelaki ini juga mempunyai karisma yang tersendiri karena karakternya. Sayang, Keanu bukanlah type pria dambaan Grace hingga ia lebih menjatuhkan pilihan pada Dimas yang memang aktif mendekatinya. Malam itu bulan purnama penuh. Malam terakhir liputan mereka di Merbabu. Sudah dua malam Keanu dan Grace tidak saling cakap, kecuali selama proses liputan. Dan malam itu, kembali Keanu melarang Grace yang memasak. Sambil duduk berhadapan dipisahkan oleh tumpukan api unggun kecil, Keanu menatap Grace begitu tajam namun kali ini sangat hangat, jauh dari pandangan buasnya.
“Grace, aku tidak memintamu untuk memaafkanku….”Suara Keanu membelah kesunyian malam itu.
Grace hanya diam, sambil tetap melihat piringnya yang sebenarnya sudah kosong.
“Tapi aku akan terus meminta maafmu sampai kapan pun. Dan kamu berhak untuk terus marah padaku.” Sambung Keanu sambil merogoh sesuatu dari kantong jaketnya. Kaset DVC Pro dikeluarkannya, dan dilempar ke api yang masih menyala.
Grace melihat kaset itu pelan-pelan dimakan api, dan dia memberanikan diri melihat wajah sang pemerkosanya itu.
“Aku akan selalu membencimu, Ken. Selalu”
Keanu menundukkan wajahnya.
“Aku tahu itu,Grace. Aku siap menerima semua akibat kesalahanku ini. Bahkan jika kamu meminta nyawaku untuk membayar semuanya, akan ku berikan meski harus mati 1000 kali. Aku terlalu pengecut untuk mencintaimu. Dan, aku telah melukaimu. Bukan cuma kaset itu yang ku lenyapkan Grace. Aku berjanji akan melenyapkan diriku selamanya dari hidupmu……Aku akan berhenti menjadi cameraman, besok siang setelah kita sampai Jakarta. Profesi yang aku cintai demi itu. Bukan untuk maafmu, tapi untuk menghukum diriku sendiri yang telah membuatmu tersakiti. Kamu bisa pegang kata-kataku.”
Cuma itu kalimat terakhir dari Keanu. Dan Grace sungguh terkejut ketika Keanu benar-benar meninggalkan stasiun televisi dan profesi yang digelutinya. Seisi kantor pun menyayangkan bakat dan etos kerja Keanu yang memang luar biasa selama bekerja. Dan, sejak kisah merbabu itu. Grace selalu menerima sms atau email setiap jam berisi satu kata : maaf.
Dari keluarga dekatnya, lewat tunangannya Dimas, akhirnya Grace tahu bahwa Keanu pergi mengambil masternya di bidang ilmu lamanya sebelum menjadi cameraman, yaitu keuangan. Waktu berlalu tanpa kabar dari Keanu, bahkan untuk email undangan pernikahan lewat Dimas. Menghilang begitu saja seperti janjinya. Memang, Grace masih sangat menyimpan pedih karena tragedi Merbabu itu. Ketika kehormatannya direnggut paksa. Tapi sebenarnya, pergumulan itu pun masih menyisakan kehangatan dan sensasi yang tidak terlupakan bagi reporter cantik itu. Keanu selain pernah menjadi monster dalam hidupnya, tapi selalu menjadi lelaki yang luar biasa kepribadiannya….
Tamat
“Si playboy itu begitu beruntung,” gerutu Keanu tiap melihat Grace yang sedang berjalan di depannya.
“Harusnya akulah yang memeluk pinggang seksi itu.”
“Ken,kita dirikan tenda di mana?” teriak Grace membuyarkan lamunan Keanu.
“Ngelamun aja, ini udah mau malam,Ken!”
“eh…eg…di tanah lapang itu aja,Grace. Posisinya bagus, ga jauh dari mata air” Jawab Keanu gelagapan. Setelah meletakkan kameranya dan tripodnya, Keanu dengan cekatan mendirikan tenda.
“Mandilah dulu, biar fresh. Sambil aku mendirikan tenda.”
Grace tersenyum dengan bibir merahnya itu,
“Ide bagus. Awas ngintip ya…”
Gadis berusia 23 tahun itu begitu lincah berlari-lari kecil menuju pancuran dengan menenteng perlengkapan mandinya yang super lengkap untuk sebuah ekspedisi di gunung. Keanu meneruskan pekerjaannya mendirikan tenda, lalu melanjutkan menata matras dan sleeping bag Grace di dalam tenda. Seperti biasa, dia membongkar ranselnya untuk mengeluarkan sleeping bag dan matrasnya untuk diletakkan di luar tenda. Tanpa disengaja, tangan Keanu menemukan teropong medan yang memang biasa dia bawa. Pikiran kotor seperti bekerja secepat kilatan listrik.
“Pasti tubuh Grace begitu indah,” bisik pikiran jahat Keanu.
Pertentangan muncul cukup lama, antara tunangan seorang kawan dan hawa nafsunya yang menggebu.
“Peduli setan….ini kesempatan.” kata Keanu langsung menyambar teropongnya.
Pelan-pelan ini bergerak mencari posisi terbaik untuk mengintip Grace. Dan, pemandangan dari teropong medannya sungguh menakjubkan. Beberapa kali Keanu menelan ludah menyaksikan tangan-tangan mungil Grace mengusap tubuh indahnya dengan sabun cair. Rambutnya yang basah menambah sensualitas gadis peranakan Sunda-Manado ini. Mata Keanu tertuju pada dua gundukan indah yang membusung kenyal di dada Grace. Tidak terasa, penis pun mulai beraksi. Sayang, tontonan tidak begitu lama. Grace sudah selesai.
“Damn…”bisik Keanu.
Malam itu Keanu benar-benar tidak sanggup memejamkan mata setelah kenyang oleh masakan lezat Grace. Padahal sudah penat badannya setelah seharian liputan seputar keindahan kaki gunung merbabu bersama Grace. Dia melihat tenda tempat pujaan hatinya berada. Grace yang penakut selalu menggunakan lampu re-chargeable di dalam tenda. Terlihat bayangan dengan lekukan indah yang sedang membuka baju. Rupanya, Grace sedang melepas pakaiannya untuk menggantinya dengan kaos tidur. Kontan, membuat pikiran kotor Keanu kembali berulah. Dada Keanu berdetak begitu kencang, membayangkan lekuk tubuh di dalam tenda itu. Rekaman tubuh basah Grace sewaktu mandi seakan terus menggoda kelelakian Keanu. Tangan Keanu membuka resleting untuk memberikan kebebasan bagi batang penisnya yang sudah sesak memenuhi celana jeansnya.
“Sekarang waktunya, aku harus ambil resikonya, atau aku gila sendiri dengan khayalan ini.” tekad Keanu menghentikan pikirannya untuk masturbasi.
Keanu bergegas mendekati pintu tenda, dan menarik resleting pintu. Aksi dadakan Keanu benar-benar membuat Grace terkejut. Dengan reflek, gadis cantik itu menutup bagian atas tubuhnya yang hanya mengenakan bra.
” Apa-apaan,Ken! Aku sedang ganti baju!!” teriaknya.
Sudah kepalang basah, batin Keanu. Dia pun memberanikan diri untuk terus mendekat, tangan kekarnya menahan tangan mungil Grace yang hendak meraih kaos tidurnya.
“Aku sudah lama mencintaimu, Grace.”
“Kamu sudah gila, Ken. Hentikan!” jerit Grace saat Keanu menarik dan melempar kaosnya.
Mata tajam Keanu menyusuri setiap inci tubuh Grace yang membangkitkan birahinya. Grace beringsut memojok sambil menekuk kakinya.
“Please, hentikan Ken, kamu membuatku takut….”
Permintaan Grace tidak begitu dipedulikan lagi oleh Ken. Dengan kekuatannya diraihnya kedua kaki Grace, dan diseretnya ke matras. Grace meronta-ronta untuk melawan. Begitu posisi Grace sudah berada di tengah matras, dengan cekatan tangan-tangan Keanu membuka kait kancing celana jeans Grace. Karena lengah, sepakan kaki Grace sempat mendarat di wajah Keanu. Sambil menahan sakit dan dorongan nafsunya, Keanu merangsek di antara dua kaki Grace. Wajahnya mendengus keras saat berhadapan dengan wajah Grace. Tanpa menunggu waktu lagi, bibir Keanu mendarat di bibir Grace. Dikulumnya bibir pujaan hatinya dengan buas, sambil menindih tubuh Grace. Jari-jarinya terus bekerja membongkar celana jeans Grace. Dalam posisi terhimpit, satu-satunya perlawanan gadis cantik itu cuma meronta dan memalingkan wajahnya menghindari sergapan bibir Keanu. Tapi Keanu tidak pernah menyerah. Setelah celana jeans gadis yang ingin ditaklukkannya berhasil terlepas, ia segera mengalihkan perhatian untuk menyerbu leher mulus mangsanya.
Keanu
Beberapa kali karena gemas digigitnya hingga kulit putih itu tampak memerah. Tangan-tangan Keanu dengan cepat beralih menjamah buah dada Grace yang kenyal.
“Sreeeek…!” dengan kasar ditariknya bra itu dan dilemparnya ke samping.
“Toket kamu indah Grace.” desis Keanu menyaksikan dua payudara terindah yang pernah dia lihat.
Nafsunya makin berkobar. Dijilatinya dua payudara Grace masih dalam posisi tubuh kekarnya menindih Grace. Sementara itu, jemarinya menelusup dalam celana dalam biru muda pujaan hatinya. Telunjuk dan jari tengahnya memainkan klentit Grace dengan lembut.
“Jangaaaaann Ken. Aku reportermu!!” keluh Grace dengan sedikit mendesah menerima rangsangan hebat dari Keanu.
Keanu tak memedulikan permintaan Grace. Bibir dan lidahnya terus mendarat di dada Grace membuat puting gadis itu mulai memerah dan mengeras. Keanu tersenyum menang, saat merasakan jemarinya sudah mulai basah dengan cairan vagina Grace. Rontaan Grace yang melemah, membuat ciuman Keanu perlahan turun di perut dan terus menuju selangkangan Grace.
“Hentikaaaan…” jerit Grace tersadar ketika dua tangan kekar Keanu menarik celana dalamnya turun ke bawah.
Tapi dengan sigap tangan-tangan Keanu memegang tangan Grace agar tidak meronta. Lidahnya terus menari menjelajahi bibir vagina Grace dan memainkan klentitnya.
“Ah….memekmu begitu indah Grace..”desis Keanu.
Selama ini, Keanu memang aktif melakukan seks. Ia sudah terbiasa melakukan oral untuk merangsang pasangannya. Terlebih sejak Grace bertunangan, Keanu sering jajan atau bercinta dengan pacarnya sambil membayangkan Grace idolanya.
“Aaaaaagh….”Grace bergetar ketika lidah Keanu menusuk-nusuk vaginanya dan memainkan klentitnya. Cairan vaginanya membanjiri liang kenikmatannya. Ia orgasme! Suara jangkrik dan burung hantu seperti menjadi lagu penghantar pergumulan dua insan ini.
Keanu tersenyum menang melihat tubuh Grace menggelinjang dilanda kenikmatan orgasme. Sambil memberikan waktu pada Grace menikmati orgasme pertamanya. Keanu membuka kaos dan celana jeansnya. Dia sudah telanjang bulat dengan penis mengacung tegak. Nafsunya begitu membara sekarang. Tubuh Grace yang berkilat karena keringat membuat gadis di depannya semakin terlihat sensual. Grace tersentak melihat Keanu yang sudah telanjang dengan batang penis begitu besar dengan urat-urat yang menonjol. Seumur hidup tidak pernah dilihatnya pemandangan seperti ini. Grace tersadar bahaya yang menimpanya. Tubuhnya menggigil ketakutan membayangkan batang penis dengan panjang 20 cm itu masuk ke dalam vaginanya yang belum pernah tersentuh lelaki. Grace berteriak ketakutan dan mulai meronta dengan tenaga tersisanya,
“Jangan Ken, aku masih perawan. Aku tunangan temanmu sendiri….please,Ken!”
“Aku sayang kamu,Grace. Cuma ada kamu dan aku” tangan-tangan Keanu menahan pundak Grace yang ingin bangkit.
Didorongnya kasar tubuh Grace kembali ke matras. Badan Keanu merapat ke badan Grace. Kedua paha Grace dilebarkan dengan dua paha Keanu yang kekar. Dalam pikiran Keanu hanya ada satu: segera menghujam batang penisnya yang sudah tak sabar menungggu. Menyadari posisinya yang tidak menguntungkan, airmata Grace kembali berlinang deras. Terasa oleh gadis cantik itu kepala penis Keanu yang besar menempel di bibir vaginanya yang telah basah. Mata Grace terpejam, tidak berani melihat apa yang terjadi. Dua tangan Keanu berpindah ke pinggang mulus Grace untuk menahan agar pantat gadis itu tidak bergeser. Pelan-pelan dia dorong penisnya membuka bibir vagina Grace. Mata Grace terbelalak saat penis itu memaksa masuk. Tenaganya untuk memberontak kembali muncul. Namun, Keanu lebih berpengalaman. Lelaki kekar itu jelas bukan tandingannnya.
Keanu menindih tubuh Grace dengan berat badannya. Dan seperti ingin cepat-cepat membuat mangsanya lemah. Dengan kasar, Keanu mendorong sekuat tenaga penisnya masuk.”Sreeeekk….”
“Uuuughh….”Jerit Grace saat separoh batang besar Keanu sudah mulai terbenam.
“Aaaah…nikmat sekali memekmu,Grace.” desah Keanu dengan senyum kemenangan.
Dengan bantuan bobot badannya dan dorongan otot-ototnya, bleeeesss, seluruh batang penis Keanu merobek masuk ke dalam vagina Grace. Grace pun terpekik kesakitan. Dua insan ini sama-sama terengah-engah dengan semua pergumulan ini. Keanu sesaat membiarkan penisnya diam dalam liang kenikmatan Grace yang berdenyut kencang. Bagi Grace sendiri sungguh berada dalam perasaan yang tidak menentu. Sakitnya berangsur menghilang. Di antara liangan airmatanya sendiri, ia melihat wajah lelaki yang dibencinya. Tapi entah mengapa, ada hasrat muncul dari dalam hatinya untuk menuntaskan sensasi yang sudah dimunculkan dari perkosaaan ini.
“Grace…..” desah Keanu.
Bibir Keanu mengulum Grace. Kali ini dengan lembut. Perlahan-lahan pantatnya maju mundur membuat penisnya bergerak maksimal memompa vagina Grace. Semakin lama semakin mempercepat tempo gerakannya. Tubuh Grace bergoncang-goncang keras. Payudaranya seolah terlempar-lempar. Keanu kembali merapatkan badannya seakan menjadi satu dengan tubuh Grace. Kocokannya semakin kencang. Napas kedua insan ini seakan berlomba saling berpacu.
“Plook…ploook…ploooook.” suara buah zakar Keanu menampar-nampar pantat Grace.
“Ohhh…God.” desis Grace terbuai dalam sensasi luar biasa nikmat ini.
Bunyi kecipak menandakan vagina Grace sudah begitu basah dengan cairan pelumas. Membuat batang besar itu maju-mundur dengan semakin cepat. Grace mengejang. Tanpa disadarinya, kedua tangan mungilnya memeluk pinggang pemerkosanya untuk mendapatkan hujaman terdalam.
“Aaaaaaaaaahhhh…ggghh…,Ken!!!”Jeritnya dalam orgasme keduanya.
Senyum kemenangan Keanu semakin mengembang melihat gadis idamannya terkapar dalam kenikmatan keduanya. Kali ini, Keanu semakin tak sabar untuk mencapai orgasmenya sendiri. Diangkatnya tubuh Grace di pangkuannya. Ciumannya terus menyerbu leher dan bibir Grace, membuat hasrat seksual Grace kembali bangkit. Awalnya, penis Keanu menyodok vagina Grace, tapi perlahan secara naluriah, Grace menemukan ritme yang memungkinkan dia mendapat sodokan ternikmat. Pantat Grace naik turun dengan sendirinya. Tubuhnya meliuk-liuk di atas pangkuan Keanu.
“Daamn….enak sekali,sayang!” Desah Keanu menikmati aksi Grace ini.
Peluh keduanya saling membasahi satu sama lain. Desahan pun saling bersahutan mengisi kesunyian malam di kaki Merbabu. Keanu semakin terangsang dengan gerakan-gerakan Grace yang seolah menari di atas pangkuannya. Penisnya seperti diremas oleh dinding-dinding vagina Grace. Ingin mendapatkan sensasi baru, Keanu mengangkat tubuh Grace. Ada perasaan kecewa terbersit dari Grace ketika penis Keanu terlepas dari liangnya. Tapi itu tak lama, Keanu membalikkan badannya dan mengangkat sedikit pantatnya. Sebuah dogy style. Adegan yang selama ini Grace tonton di film porno, kini dihadapinya sendiri. Dengan posisinya sekarang, Grace bisa melihat gelapnya malam di luar pintu tendanya.
“Aaaaagghh…Ken.” Jerit Grace tersadar oleh aksi batang penis Keanu kembali menyodok vaginanya.
Dari belakang Keanu terus menyodok vagina Grace dengan keras. Sesekali jemarinya meremas payudara Grace yang menggelantung. Hampir 30 menit mereka bergumul, Keanu merasakan sebentar lagi pertahanannya jebol. Dengan cepat dia membalik badan Grace untuk rebah, dan Ia ingin memandang wajah gadis idamannya saat orgasme. Penis Keanu kembali menggenjot vagina Grace. Hingga kemudian badan lelaki kekar ini mengejang diikuti jeritan orgasme Grace untuk kali ketiga. Keanu ambruk di atas tubuh mungil Grace dengan peluh membanjir. Begitu nikmat. Dan napas terengah menemani sisa malam mereka dalam kelelahan. Rasa dingin mulai menusuk ke tulang, menyentak kesadaran Grace dari tidurnya. Di hadapannya tampak Keanu merokok dengan tubuh masih telanjang. Hampir Grace menyangka ini semua mimpi buruk saja. Tetapi melihat cairan vaginanya berwarna merah bercampur darah, dan rasa sakit di liang vaginanya, airmata reporter cantik ini kembali menetes. Seharusnya, keperawanannya ini untuk suaminya kelak. Untuk malam pertamanya yang sudah ditetapkan beberapa bulan lagi setelah pertunangannya waktu lalu. Sambil sesegukan, dan menekuk kakinya dan memeluknya untuk menutupi tubuh telanjangnya, Grace berkata,
“Kamu jahat, Ken…”
Keanu tersenyum menang. Lalu dia membuang sisa rokok Dji Sam Soe-nya yang terasa nikmat malam itu.
“Kamu kedinginan, Grace?”
Grace masih terdiam sambil menangis.
“Kamu cantik sekali waktu tertidur tadi. Cukup lama aku dan kamera DVC Pro ini memandangmu. Dua jam, telanjang dengan tubuh indah. Untung aku bawa cadangan kaset lumayan banyak untuk merekammu. “
Seperti disambar petir untuk kedua kalinya mendengar kata-kata Keanu. Kamera? Segera kepanikan muncul di otak Grace. Melupakan tubuhnya yang masih telanjang. Grace berdiri dan menyerbu Keanu dengan tamparan. Plaaaak!!!!
“Tidak cukup kamu menghancurkan hidupku, bangsat! Merenggut kehormatan yang harusnya ku jaga. Dasar an…!!!” Belum sempat Grace meneruskan kalimatnya, tangan kekar Keanu mencengkram lehernya.
“Cuuuuuh….” Grace melawan dengan meludahi wajah Keanu. Membuat wajah lelaki pemerkosanya itu merah padam.
Keanu naik pitam. Dilemparnya tubuh Grace ke matras dan dengan ganas bibirnya mencium leher dan bibir Grace. Kedua tangannya memegang tangan-tangan Grace ke samping.
“Kurang ajar kau. Biadaaa….aaaaghhh.” Makian Grace terhenti saat Keanu menggigit lehernya hingga merah.
Seperti kalap, Keanu mengarahkan penisnya ke bibir vagina Grace yang masih kering. Dikocoknya sebentar batang penisnya, hingga penis dengan panjang 20 cm dan berwarna hitam itu tegak sempurna. Tangannya masih mencengkram tangan Grace yang masih mencoba meronta. Kedua kakinya memaksa kedua kaki Grace terbuka lebar untuk memberikan ruang pada liang vaginanya.
“Janggaaaan…Keanu, Please…” Grace makin panik dan terus memohon. Tapi Keanu hanya mendengarkan suara birahinya yang menuntut kepuasan.
“Kean…..aaaaarrrggh..tidaaaaaak”
Kepala penis Keanu merangsek bibir vagina Grace dengan kasar hingga bibir vagina seperti tertekan ke dalam.
“Aaaaah….nikmat sekali memekmu…Aaaaah..” Keanu dipenuhi kenikmatan selama penisnya mulai menerobos vagina Grace.
Bleeeeesss….dengan sentakan otot-otot paha dan pantatnya, semua penisnya sempurna mengisi liang vagina Grace. Pemandangan yang kontras dan menakjubkan melihat penis hitamnya keluar masuk vagina Grace.
“Ayo ludahin aku lagi gadis sombong.” ejek Keanu sambil memompa vagina Grace menyudahi perlawanannya.
Plak…plak…plak, suara kulit dua manusia ini terdengar disertai rintihan kesakitan Grace dan erangan kenikmatan Keanu. Grace masih melawan dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, tangan-tangannya hanya mencengkram matras. Airmatanya semakin mengalir deras. Secara naluriah, melihat mangsa yang sedang digagahinya melawan. Kedua tangan Keanu memaksa kepala Grace diam menghadapnya. Mulutnya dengan rakus membongkar bibir Grace yang mengatup. Bertubi-tubi ciumannya mendarat di bibir,leher dan bagian atas dada Grace. Dalam posisi ditindih seperti itu, membuat Grace terengah-engah kesulitan napas. Mengetahui itu, Keanu mengangkat badanya menjauhi dada Grace sambil tetap mencengkram tubuh gadis yang mulai basah kembali dengan keringat. Hentakan-hentakan penis Keanu membuat payudara Grace yang berputing merah muda ini mengayun-ayun menggemaskan. Kontan saja, tangan-tangan Keanu mengarah ke dua payudara itu dan meremasnya dengan keras.
“Aaaaah…sakit,Ken.” jerit Grace saat payudaranya diremas dengan kasar.
“Lebih sakit mana dengan ini,bitch!” Setiap gerakan masuk dan keluar, penis Keanu didorong dengan sangat kencang. Dengan vaginanya yang masih belum siap, kontan Grace menjerit-jerit kesakitan.
“Amppuuun,Ken. Jangan!!” pinta Grace yang cuma disambut dengan pompaan yang makin menggila.
Sudah setengah jam, Keanu malah makin brutal. Naluri buasnya membuat cengkraman vagina belum bisa memuaskannya. Kini dia melepaskan penisnya dari vagina Grace yang kembali mengeluarkan cairan kental dengan darah.
“Ah…ah..sudah Ken. Ampun!” Kata Grace lega,merasa penderitaannya usai.
“Ini belum selesai sayang..” bisik Keanu. Ia kemudian membalik tubuh Grace sehingga posisinya tidur tengkurap.
Sejenak, Keanu tertegun melihat punggung mulus dengan lekuk sempurna milik Grace. Putih lembut. Memancing bibirnya untuk menciumi punggung itu. Kemudian pandangannya tertuju ke belahan pantat yang bohay milik Grace. Penisnya diarahkan membelah pantat indah itu.
“Jaaaangggaaan…jangann di situ. Sakiiiit Ken!!!”
Selanjutnya yang tersisa cuma jeritan pilu Grace saat penis Keanu dengan pelan tapi pasti menerobos lubang anusnya.
“Daaaamn…sempit dan nikmat,Grace. Kamu seksi depan dan belakang.” kata Keanu sambil terus menahan pundak Grace agar tidak meronta.
Cleeeeep…penis Keanu sukses menerobos masuk semua ke dalam lubang anus Grace. Grace menangis kesakitan semakin kencang. Keanu sangat menikmati perkosaan dubur Grace. Ia mulai menggenjot dengan cepat. Sesekali ia menjambak rambut hitam sebahu Grace ketika gadis itu berontak.
“Mamaaaa…uuhuk…uhuk..” tangis Grace lemah, cengkraman tangannya ke matras pun melemah. Ia merasa begitu lelah dan perih.
Keringat membanjiri tubuh Keanu yang terus memompa anus Grace dengan birahi tinggi. Sesaat kemudian, Keanu merasa pertahanan penisnya akan jebol. Dengan cepat ia mencabut penisnya dan membalik tubuh Grace. Dan……crooot…crooot.
“Aaaaaah, nikmat sekali Grace.” desah Keanu puas menyaksikan cairan spermanya kental dan banyak menyemprot wajah ayu yang sayu milik Grace.
Keanu bangkit meninggalkan Grace yang terkapar lemas dan menahan perih di duburnya. Diraihnya kamera DVC Pro yang menyala dan dimatikannya.
“Wooow…sejam kali ini, Grace. Kamu luar biasa,” kata Keanu sambil nyengir.
Setelah menutup pintu tenda dan menyisakan sedikit lubang udara, ia merebahkan dirinya di samping Grace dan menyalakan rokoknya. Puas dirasakan Keanu. Pilu bagi Grace. Dua hal yang mengantar mereka memasuki subuh di Merbabu.
Setelah perkosaan menyakitkan di duburnya, Grace tidak mendapatkan perlakuan kasar lagi dari Keanu. Keanu tampak berubah menjadi pemurung. Dia menjadi sangat nice dua hari terakhir, sangat gentlement bahkan. Dua pagi ini bahkan Grace mendapatkan sarapan pagi bikinan Keanu. Ternyata pemerkosanya ini memiliki bakat memasak yang lumayan. Keanu bahkan rela membiarkan semua barang termasuk ransel Grace dipikulnya. Sangat terlihat berbeda dari kebuasaanya malam itu. Sebenarnya, jauh sebelum bertunangan, Grace menganggap Keanu sebagai rekan kerja yang baik namun tidak pernah menaruh hati padanya. Lelaki itu berwajah pas-pasan, bahkan mungkin di bawah itu bagi beberapa orang, dan memiliki tubuh atletik, tapi lelaki ini juga mempunyai karisma yang tersendiri karena karakternya. Sayang, Keanu bukanlah type pria dambaan Grace hingga ia lebih menjatuhkan pilihan pada Dimas yang memang aktif mendekatinya. Malam itu bulan purnama penuh. Malam terakhir liputan mereka di Merbabu. Sudah dua malam Keanu dan Grace tidak saling cakap, kecuali selama proses liputan. Dan malam itu, kembali Keanu melarang Grace yang memasak. Sambil duduk berhadapan dipisahkan oleh tumpukan api unggun kecil, Keanu menatap Grace begitu tajam namun kali ini sangat hangat, jauh dari pandangan buasnya.
“Grace, aku tidak memintamu untuk memaafkanku….”Suara Keanu membelah kesunyian malam itu.
Grace hanya diam, sambil tetap melihat piringnya yang sebenarnya sudah kosong.
“Tapi aku akan terus meminta maafmu sampai kapan pun. Dan kamu berhak untuk terus marah padaku.” Sambung Keanu sambil merogoh sesuatu dari kantong jaketnya. Kaset DVC Pro dikeluarkannya, dan dilempar ke api yang masih menyala.
Grace melihat kaset itu pelan-pelan dimakan api, dan dia memberanikan diri melihat wajah sang pemerkosanya itu.
“Aku akan selalu membencimu, Ken. Selalu”
Keanu menundukkan wajahnya.
“Aku tahu itu,Grace. Aku siap menerima semua akibat kesalahanku ini. Bahkan jika kamu meminta nyawaku untuk membayar semuanya, akan ku berikan meski harus mati 1000 kali. Aku terlalu pengecut untuk mencintaimu. Dan, aku telah melukaimu. Bukan cuma kaset itu yang ku lenyapkan Grace. Aku berjanji akan melenyapkan diriku selamanya dari hidupmu……Aku akan berhenti menjadi cameraman, besok siang setelah kita sampai Jakarta. Profesi yang aku cintai demi itu. Bukan untuk maafmu, tapi untuk menghukum diriku sendiri yang telah membuatmu tersakiti. Kamu bisa pegang kata-kataku.”
Cuma itu kalimat terakhir dari Keanu. Dan Grace sungguh terkejut ketika Keanu benar-benar meninggalkan stasiun televisi dan profesi yang digelutinya. Seisi kantor pun menyayangkan bakat dan etos kerja Keanu yang memang luar biasa selama bekerja. Dan, sejak kisah merbabu itu. Grace selalu menerima sms atau email setiap jam berisi satu kata : maaf.
Dari keluarga dekatnya, lewat tunangannya Dimas, akhirnya Grace tahu bahwa Keanu pergi mengambil masternya di bidang ilmu lamanya sebelum menjadi cameraman, yaitu keuangan. Waktu berlalu tanpa kabar dari Keanu, bahkan untuk email undangan pernikahan lewat Dimas. Menghilang begitu saja seperti janjinya. Memang, Grace masih sangat menyimpan pedih karena tragedi Merbabu itu. Ketika kehormatannya direnggut paksa. Tapi sebenarnya, pergumulan itu pun masih menyisakan kehangatan dan sensasi yang tidak terlupakan bagi reporter cantik itu. Keanu selain pernah menjadi monster dalam hidupnya, tapi selalu menjadi lelaki yang luar biasa kepribadiannya….
Tamat
Jatuhnya Pesawat DC-10
Panas yang menyengat dan dingin yang menusuk tulang, itulah yang vera rasakan selama 3 hari ini , jauh darimana mana , jauh dari keramaian , di tengah hutan rimba papua, tak jauh darinya terlihat puing dari pesawat DC 10 yg ditumpanginya.
Pesawat itu seharusnya berangkat dari jayapura menuju jakarta, membawa rombongan para super model, photograper dan agen serta para manager setelah mengahdari sebuah acara sosial dan sedikit sesi pemotretran di bumi cendrawasih itu
Namun tak berapa lama pesawat lepas landas, terjadi kerusakan mesin dan diperparah dengan cuaca yg tiba tiba memburuk. sang pilot berusaha membalikkan pesawat menuju bandara , namun sistem navigasi tak berfungsi , sehingga pesawat sempat berputar putar bebrapa menit sampai akhirnya jatuh.
kini Vera berada sendirian di tempat yang asing itu. Ia hanya berharap bahwa signal SOS yg dikirim pilot dapat diterima oleh tim penyelamat. namun sekarang ia harus berusaha untuk tetap hidup dengan keadaan yang serba darurat.
Sebenarnya ketika pesawat jatuh ada beberapa org yg selamat , namun tiga hari tanpa ada pertolongan datang, satu persatu mereka tewas.
Vera termasuk penumpang yg beruntung, ia tak mengerti mengapa ia bisa selamat tanpa luka yg cukup serius, sehingga membuatnya menjadi kroban satu satunya yg tetap hidup.
Vera adalah salah seorang top model indonesia, gmbarnya kerap menghiasi berbagai majalah , terutama majalah pria. Di usianya yg relatif masih muda ia sudah mendapatkan kehormatan sebagi top model papan atas. Tentu saja selain bakat , vera juga ditunjang dengan fisik yg luar biasa, rambutnya yg panjang pernah membawanya menjadi icon sebuah produk shampo terkemuka, belum lagi pinggulnya yg aduhai ditambah buah dada 32B yg indah menggoda, dan juga wajahnya yg cantik dengan darah sedikit oriental.
Gaun malam yg dikenakan malam vera saat ini tentu tak banyak menolong menghadapi ganasnya cuaca di rimba liar ini , namun hanya inilah pakaian yg tersisa. Suhu di hutan itu pada siang hari bisa mencapai 38 derajat celcius, pakaian vera kini seolah telah menempel pada kulitnya langsung.
Pada malan hari , panas berganti menjadi dingin yang menusuk tulang. Pada hari pertama Vera hanya bisa berdiam diri di dalam puing pesawat, mencoba bertahan hidup dengan sisa makanan yg ia temukan, tak selangkah pun ia berani keluar.
Di hari kedua, pesawat tersebut ditemukan oleh suku asmat, namun vera take berani menampakan diri atau meminta pertolongan, ia terpengaruh oleh berbagai cerita buruk tentang suku asli papua, hingga ia hanya bersembunyi sampai mereka pergi. Vera berharap diantara suku asmat tersebut ada yg cukup mengerti untuk melaporkannya ke pihak berwajib.
Hari ketiga , vera mulai tak nyaman dengan tempat berlindungnya. Mayat mayat para penumpang lain dapat mengundang bahaya yg lebih besar, mayat tersebut dapat mengundang binatang buas atau binatang lainnya mendekati puing pesawat, apalagi ditambah masalah persediaan makanan. cepat atau lambat makanan dan minuman yg tersedia akan habis juga, sementarabelum ada tanda tanda regu penolong akan tiba
Akhirnya Vera memutuskan akan mencari sendiri pertolongan dan meninggalkan lokasi kecelakaan, ia merasa tim penolong tak akan menemukannya disini, ia pun mengumpulkan makanan yg tersisa dan mulai berjalan meninggalkan lokasi.
Pagi pagi sekali di hari keempat, vera pergi mencari pertolongan. suatu perjuangan berat bagi vera karena ia tak terbiasa berjalan di tengah hutan jauh dari dunia gemerlapnya apalagi pakaiannya sangat tidak mendukung sekali.
Pagi yg sejuk segera berubah menjadi panas yg menyengat di tengah hutan, vera terlihat mulai kepayahan namun ia terus berjalan. Satu jam berjalan, vera sudah bermandikan keringat, gaunnya sudah tercetak menempel di tubuhnya, ia pun beristirahat sejenak.
Puing pesawat measih terlihat dari kejauhan, vera menatap nanar , ia tak tahu harus berapa lama lagi berjalan.
Tiba tiba dari kejauhan vera melihat ada bubungan asap, sepertinya dari api unggun atau perkampungan.sejenak vera tercekat sampai akhirnya ia memutuskan untuk menuju arah asap tersebut.
Sedikit berlari vera bergegas mendekat, semakin dekat ia mencium bau harum masakan seperti daging panggang, sedikit harapan muncul di benak vera.
Dari kejauhan ia melihat tenda dan bebrapa orang yg sepertinya orang kota. Vera pun semakin mempercepat langkahnya.
Kemunculan vera di perkemahan tersebut sempat mebuat terkejut para penghuninya yg ternyata semuanya pria, kelihatannya mereka adalah pemburu.
“weleh, weleh, weleh, ada bidadari nyasar nih……” kata si jenggot
“kayanya gue kenal nih…kaya yg ada di majalah itu kan…?” ujar si codet
“jangan jangan yg kemaren itu ada di berita, yg pesawat jatuh di papua katanya” kata yg lain
Vera sedikit lega mereka mengenalinya ” betul , saya Vera , pesawat kami jatuh gak jauh dari sini, tolong antar saya ke kota terdekat..nanti akan ada imbalannya”
si jenggot tertawa, “ha hah ahahaha…hadiah ya….kenapa menunggu kalau hadiahnya sudah di depan mata..?”
Vera menyadari ada yg tidak beres disini, mereka kelihatannya bukan orang baik baik. namun belum sempat berbuat banyak salah seorang dari mereka menangkapnya,
“ayo…kapan lagi nih….bisa ngerasain super model kaya gini..hehehehe..?’
“biar..gue dulu man…” kata si codet
“enak aja loe…gue yg nagkep..geu duluan dong…..” kata si gendut yg menangkap vera
saat mereka bertengkar, vera dapat celah untuk kabur, ia berontak dan langsung berlari secepat mungkin
namun kondisi fisik vera tentu saja tak menunjang untuk melawan mereka, apalagi ia sudah kelelahan.
apalagi mereka semua kelihatan sudah hafal seluk beluk hutan ini.
Si codet tiba tiba muncul menghadang langkah vera dan langsung menubruk vera jatuh, dengan sisa tenaga yg ada vera mencoba tetap melawan, ia tendang selangkangan si codet.
IA pun kembali lolos , dan terus berlari tak mempedulikan nafasnya yg kian habis.
Bajunya sudah terkoyak koyak oleh ranting pohon saat ia berlari , beberapa bagian tubuhnya mengalami luka gores, namun ia terus berusaha lari. namun makin lama tenaganya makin habis, apalagi panas terik mulai membakar habis energinya.
sebuah pondok di kejauhan membangkitkan lagi semangatnya, ia bergegas menuju kesana, di dinding pondok tersebut tercetak nama sebuah perusahaan penambang emas di papua.
Dengan panik vera menggedor pintu pondok tersebut.
pintu akhirnya terbuka , muncul seorang pria berpakaian petugas keamanan , kelihatan bersiaga dengan senjatanya.
“tolong saya..” kata vera lalu menjelaskan kejadian yg terjadi dari awal.
satpam itu terdiam sejenak lalu berkata,
” di dalam ada telepon, pakai saja, biar saya jaga disini kalu kalau mereka datang..”
Vera segera menuju ke dalam mencari telepon, ruangan pondokan itu kelihatnnya kurang terawat dan agak bau apek.
Vera akhirnya menemukan telepon, namun ternyata tak ada nada sambung. I acoba berkali kali namun ternyata telepon itu mati.
“maaf , pak..teleponnya….” vera tak dapat meneruskan kata katanya, orang orang yg mengejarnya kini sudah ada disana.
“thanks bro…..loe emang paling top..” kata si jenggot sambil meberi sejumlah uang pada satpam itu
“hehehe..selamat menikmati,..boss” kata satpam itu lalu keluar.
vera sadar ia kini justru terjebak di sarang penyamun. ia tak mampu melawan lagi saat si gendut menangkapnya dan membawanya ke sbuah kamar di pondokan tersebut.
si gendut mendorong vera ke tempat tidur , dan dengan borgol dari satpam ia memborgol tangan vera ke atas kepalanya , terikat ke hulu tempat tidur.
si gendut tak buang waktu lagi..”hehehehe…show time……..hehehehe” ia berbisik dan dengan cepat merobek seluruh pakaian vera dan hanya menyisakan bra dan CD.
itupun tak lama, si gendut dengan cepat menarik bra vera , membuat buah dada vera yg indah terlihat begitu menggiurkan, buah dada vera bergerak naik turun seirama denga nafas vera yg panik
“hmm..indah……pasti nikmat juga..hehehehehe…..”
vera dapat merasakan angin dingin bersentuhan langsung dengan tubuhnya yg telanjang. Ia mengerang dan memggelinjang saat si gendut dengan penuh nafsu meraup buah dada vera dengan mulutnya dan menyedotnya bagai bayi raksasa yg kelaparan, sementar buah dada yg lain ia remas remas.
sejenak ia menghentikan aksinya dan dengan pisau ia merobek cd vera, kini vera terbaring terikat telanjang bulat disaksikan banyak mata yg memandanginya penuh nafsu.
si gendut membenamkan kepalanya diantara kaki vera, membuat vera menarik nafas panjang. ia tak mampu bersuara lagi apalagi bergerak seluruh kejadian ini telah mengahbiskan seluruh energinya.
si gendut dengan kasar menjilati dan menyedot vagina vera , sementara kedua tangannya tak lepas dari buah dada ranum itu, ia remas dan cubiti putingnya, membuat ver amat kesakitan
Vera sempat beberapa kali mecoba meronta, namun dengan tangan terborgol , ap yg bisa dia lakukan..?
tiba tiba tubuh vera mengejang dan menggelinjang saat lidah si gendut menyentuh bagian sensitive clitorisnya.
si gendut tahu ia telah berhasil menemukan G spot vera , maka ia rangsang terus dengan lidahnya bebrapa saat baru kemudian ia sedot sedot. diam diam vera mulai menikmati apa yg dilakukan si gendut.
“hahaha..dasar..model perek……keenakan loe ya…hahahaha…”
vera tak menjawab , sebuah sensasi kehangatan mneyebar di bagian sensisitifnya.
“sekarang…saatmya berkenalan sama adik gue..hehehehe..” kata si gendut sambil melepaskan seluruh pakaiannya, penisnya terlihat besar dan menakutkan di mata vera.
Denagn ketakutan , vera meronta ronta , namun posisinya tak menolongnya. ia berusaha membalikan tubuhnya ketika penis si gendut mendekati vaginanya, namun sia sia.
Dengan kasar dan brutal penis besar si gendut mencoba menerobos masuk vagina vera.
baru seprtiga bagian yg masuk rasa sakit yg tak tertahankan dirasakan vera, ia kembali meronta ronta berharap benda tersebut dicabut keluar dari vaginanya, namun yg terjadi justru penis tersebut terbenam semakin dalam di kehangatan vagina vera.
Vera mengerang kesakitan ,saat vaginanya harus menaggung beban berat tersebut, sampai akhirnya seluruh penis si gendut terbenam di dalamnya. selama hidupnya ia belum pernah mersakan penghinaan dan pelecehan seperti ini.
Denagn mata berkaca kaca dan terdiam karena frustasi , ia memandangi wajah jelek si gendut.
mata si gendut terpejam menikmati sempitnya vagina vera, ia menggeram bagai seekor babi, kadang air liur menetes dari mulutnya.
“UUHHH…bener bener super model nih..nikmat bener..” gumam si gendut
si codet datang mendekat ,” gantian dong men…..emang elo doang yang ngiler…?”
“enak aja loe…..tunggu giliran dong…tanggung nih..” kat si gendut sambil terus menggenjot tubuh indah vera.
Si gendut terus bergerak maju mundur dia atas tubuh vera. gesekan antara penis dan bagain sensitif vagina vera , sangat membuat vera tidak nyaman.
si codet yg sudah tak tahan langsung bergabung , ia meremas remas dan menyedot nyedot buah dada vera.
karena sedang melayang menikmati vagina sempit vera , si gendut tak mempedulikan lagi si codet. sementara para pemburu yg lain hanya ngiler menunggu giliran, jelas sekali jika si gendut dan si codet adalah pimpinan mereka sehingga tak ada yg berani ganggu.
Diserang sekaligus oleh gendut dan codet membuat pertahanan vera kian melemah. sedikit banyak ia mulai menikmati mulut basah codet di buah dadanya, bergantian kiri dan kanan. si gendut masih semangat memompa masuk penisnya, dan rasa sakit vera perlahan berubah menjadi suatu kenikmatan
Vera tak bisa menahan lagi saat cairan hangat keluar dari vaginanya , membuat gerakan penis si gendut makin lancar. si gendut juga merasakan hal itu , tanpa kondom ia bisa merasakan cairan itu memperlancar gerak penisnya , ia pun mempercepat genjotannya.
“hahahaha…basah juga loe…hahahaha…pura pura aja sih…..hahahaa….” si gendut tertawa puas
vera hanya terdiam malu, ia merasa sangat terhina sekali, namun di sisi lain ia mulai menikmati semua ini.
vera merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri , ketika tubuhnya kelihatan menerima berbagai rangsangan tersebut, pikirannya tetap berkata tidak dan terus melawan. vera menggeleng geleng kepala dengan frustasi, dan semua penerimaan tubuhnya pada rangsangan para pemerkosanya justru malah membuat pemerkosanya semakin melayang penuh kenikmatan.
si gendut semakin cepat memompa, membuat vera mengerang dan merintih , entah kesakitan atau menikmati, si codet masih asyik dengan buah dada vera.
tubuh vera mengejang dan terdiam saat ia merasakan si gendut mencapai klimaks. ia dapat merasakan semburan demi semburan hangat memasuki tubuhnya < barulah ia menjerit dan menangis , menyesali semua itu, jika sampai hamil maka hancurlah seluruh karir modelnya.
setelah beberapa menit , barulah si gendut menarik penisnya keluar,sisa sia sperma masih menetes membasahi vagina vera. tubuh vera melemah ,seluruh tubuhnya terasa letih, bagai tak ada tenaga sedikitpun yg tersisa, namun penderitaan vera belum berakhir.
si codet mendorong si gendut dan menggantikan posisinya , ia sudah telanjang bulat, penisnya memang tak sebesar si gendut, namun kelihatan lebih panjang. vagina yg basah membuat penis codet dengan mudah masuk.
“jangann…” rintih vera “saya..capeek..cuukuup…”
“hehehehe..jangan takut sayang…kamu pasti ketagihan..hehehehe…” kata si codet
Tubuh vera belum pulih dari tindihan si gendut, kini ia harus merasakan tindihan si codet, vera hanya merintih putus asa.
saat si gendut akhirnya keluar dari kamar itu, para pemburu yg lain mulai berani mendekati vera.
ada yg meremas dan menciumi buah dada vera ada yg menjilati leher dan telinganya, bahkan saat penis si codet masih menancap di vaginanya, penis yg lain memaksa masuk ke mulut vera, dengan terpaksa dan menahan mual ia meng oral penis yg bau dan dekil itu.
kurang dari satu jam tubuh indah vera , telah memar memar dan sperma hampir di sekujur tubuhnya, bahkan juga mengalir dari sela sela bibirnya, namun yg sedikit melegakan vera , akhirnya mereka membiarkan ia beristirahat.
ditinggal sendirian barulah vera menangis sejadi jadinya, ia tak mengerti mengapa ia harus menjalani semua ini. vera pun tak sadarkan diri.
Vera tersadar saat merasakan guyuran air menerpa tubuhnya, ia melihat dirinya berada di kamar mandi, dan satpam tadi tengah memandikannya, tentu saja sambil dengan asyik memegang megang tubuh vera, bahkan ia sempat memaksa vera untuk mengulum penisnya yg dengan terpaksa ia melakukan itu semua.
sehabis mandi . vera diberi baju sebuah kimono yg super minim, kimono ini tak cukup menutupi tubuhnya, buah dadanya masih terlihat menonjol keluar, sednagkan paha mulusnya masih jelas terlihat.
vera di bawa ke ruang tengah, dan ia mendadak lemas saat melihat para pemerkosanya sudah menunggu dia , tanpa busana.
“hehehehe…..babak kedua sayang…..” kata si gendut
“ampuun..jangan lagi…saya..tak sanggup..toolomg….” vera memelas.
“kalau begitu..kamu harus ikuti perintah kita…paham….atau kami perkosa lagi bergantian..” kata si gendut
vera hanya mengangguk lesu.
“sekarang kemari dan berlutut….perintah si gendut, vera dengan lesu mematuhinya.
segera setelah vera berlutut , para pemburu itu mengelilinginya.
“nah sekarang…satu persatu kamu kulum dan sedot semua penis ini sampai keluar…dan harus kamu telan..paham…?”
vera terdiam dan menagngguk.
“bagus..ayo mulai…..”
dengan menahan jijik dimulai dari si gendut vera mengulum penis mereka, komentar nakal terus keluar dari mereka, mereka tertawa makin keras setiap vera menahan muntah saat sperma mereka masuk ke dalam mulut vera.
sementara seluruh tubuhnya telah habis diremas dan dicubiti oleh mereka.
tiba tiba, entah darimana datangnya sekelompok suku asmat datang daan menyerang si gendut dan kawan kawannya, vera hanya bisa menjerit jerit ketakutan saat hal itu terjadi, ia merasakan nasibnya akan lebih buruk.
salah seorang dari suku asmat itu membawa vera, ia coba berontak namun pegangan orang itu sangat kuat dan ia berbicara bahasa yg ia tak mengerti.
ketika vera merasa akan mengalami hal yg lebih buruk, ternyata suku asmat ini membawa vera ke sbuah klinik dari sebuah yayasan sosial, orang orang disana segera menolongnya. dan dalam hitungan jam vera sudah berada di helikopteryg membawanya ke rumah sakit di jakarta.
di perjalanan vera menangis, ia menangisi kawannya yg tewas di kecelkaan itu, ia menangisi nasibnya yg diperkosa beramai ramai, namun yg paling ia tangisi ialah ketika ia berprasangka buruk pada suku asmat yg menolongya, seandainya saja pada hari kedua saat pesawat itu ditemukan oleh suku asmat ia keluar…..maka ia tak akan mengalami pelecehan seksual yg tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya….ahhh..seandainya saja……….
Pesawat itu seharusnya berangkat dari jayapura menuju jakarta, membawa rombongan para super model, photograper dan agen serta para manager setelah mengahdari sebuah acara sosial dan sedikit sesi pemotretran di bumi cendrawasih itu
Namun tak berapa lama pesawat lepas landas, terjadi kerusakan mesin dan diperparah dengan cuaca yg tiba tiba memburuk. sang pilot berusaha membalikkan pesawat menuju bandara , namun sistem navigasi tak berfungsi , sehingga pesawat sempat berputar putar bebrapa menit sampai akhirnya jatuh.
kini Vera berada sendirian di tempat yang asing itu. Ia hanya berharap bahwa signal SOS yg dikirim pilot dapat diterima oleh tim penyelamat. namun sekarang ia harus berusaha untuk tetap hidup dengan keadaan yang serba darurat.
Sebenarnya ketika pesawat jatuh ada beberapa org yg selamat , namun tiga hari tanpa ada pertolongan datang, satu persatu mereka tewas.
Vera termasuk penumpang yg beruntung, ia tak mengerti mengapa ia bisa selamat tanpa luka yg cukup serius, sehingga membuatnya menjadi kroban satu satunya yg tetap hidup.
Vera adalah salah seorang top model indonesia, gmbarnya kerap menghiasi berbagai majalah , terutama majalah pria. Di usianya yg relatif masih muda ia sudah mendapatkan kehormatan sebagi top model papan atas. Tentu saja selain bakat , vera juga ditunjang dengan fisik yg luar biasa, rambutnya yg panjang pernah membawanya menjadi icon sebuah produk shampo terkemuka, belum lagi pinggulnya yg aduhai ditambah buah dada 32B yg indah menggoda, dan juga wajahnya yg cantik dengan darah sedikit oriental.
Gaun malam yg dikenakan malam vera saat ini tentu tak banyak menolong menghadapi ganasnya cuaca di rimba liar ini , namun hanya inilah pakaian yg tersisa. Suhu di hutan itu pada siang hari bisa mencapai 38 derajat celcius, pakaian vera kini seolah telah menempel pada kulitnya langsung.
Pada malan hari , panas berganti menjadi dingin yang menusuk tulang. Pada hari pertama Vera hanya bisa berdiam diri di dalam puing pesawat, mencoba bertahan hidup dengan sisa makanan yg ia temukan, tak selangkah pun ia berani keluar.
Di hari kedua, pesawat tersebut ditemukan oleh suku asmat, namun vera take berani menampakan diri atau meminta pertolongan, ia terpengaruh oleh berbagai cerita buruk tentang suku asli papua, hingga ia hanya bersembunyi sampai mereka pergi. Vera berharap diantara suku asmat tersebut ada yg cukup mengerti untuk melaporkannya ke pihak berwajib.
Hari ketiga , vera mulai tak nyaman dengan tempat berlindungnya. Mayat mayat para penumpang lain dapat mengundang bahaya yg lebih besar, mayat tersebut dapat mengundang binatang buas atau binatang lainnya mendekati puing pesawat, apalagi ditambah masalah persediaan makanan. cepat atau lambat makanan dan minuman yg tersedia akan habis juga, sementarabelum ada tanda tanda regu penolong akan tiba
Akhirnya Vera memutuskan akan mencari sendiri pertolongan dan meninggalkan lokasi kecelakaan, ia merasa tim penolong tak akan menemukannya disini, ia pun mengumpulkan makanan yg tersisa dan mulai berjalan meninggalkan lokasi.
Pagi pagi sekali di hari keempat, vera pergi mencari pertolongan. suatu perjuangan berat bagi vera karena ia tak terbiasa berjalan di tengah hutan jauh dari dunia gemerlapnya apalagi pakaiannya sangat tidak mendukung sekali.
Pagi yg sejuk segera berubah menjadi panas yg menyengat di tengah hutan, vera terlihat mulai kepayahan namun ia terus berjalan. Satu jam berjalan, vera sudah bermandikan keringat, gaunnya sudah tercetak menempel di tubuhnya, ia pun beristirahat sejenak.
Puing pesawat measih terlihat dari kejauhan, vera menatap nanar , ia tak tahu harus berapa lama lagi berjalan.
Tiba tiba dari kejauhan vera melihat ada bubungan asap, sepertinya dari api unggun atau perkampungan.sejenak vera tercekat sampai akhirnya ia memutuskan untuk menuju arah asap tersebut.
Sedikit berlari vera bergegas mendekat, semakin dekat ia mencium bau harum masakan seperti daging panggang, sedikit harapan muncul di benak vera.
Dari kejauhan ia melihat tenda dan bebrapa orang yg sepertinya orang kota. Vera pun semakin mempercepat langkahnya.
Kemunculan vera di perkemahan tersebut sempat mebuat terkejut para penghuninya yg ternyata semuanya pria, kelihatannya mereka adalah pemburu.
“weleh, weleh, weleh, ada bidadari nyasar nih……” kata si jenggot
“kayanya gue kenal nih…kaya yg ada di majalah itu kan…?” ujar si codet
“jangan jangan yg kemaren itu ada di berita, yg pesawat jatuh di papua katanya” kata yg lain
Vera sedikit lega mereka mengenalinya ” betul , saya Vera , pesawat kami jatuh gak jauh dari sini, tolong antar saya ke kota terdekat..nanti akan ada imbalannya”
si jenggot tertawa, “ha hah ahahaha…hadiah ya….kenapa menunggu kalau hadiahnya sudah di depan mata..?”
Vera menyadari ada yg tidak beres disini, mereka kelihatannya bukan orang baik baik. namun belum sempat berbuat banyak salah seorang dari mereka menangkapnya,
“ayo…kapan lagi nih….bisa ngerasain super model kaya gini..hehehehe..?’
“biar..gue dulu man…” kata si codet
“enak aja loe…gue yg nagkep..geu duluan dong…..” kata si gendut yg menangkap vera
saat mereka bertengkar, vera dapat celah untuk kabur, ia berontak dan langsung berlari secepat mungkin
namun kondisi fisik vera tentu saja tak menunjang untuk melawan mereka, apalagi ia sudah kelelahan.
apalagi mereka semua kelihatan sudah hafal seluk beluk hutan ini.
Si codet tiba tiba muncul menghadang langkah vera dan langsung menubruk vera jatuh, dengan sisa tenaga yg ada vera mencoba tetap melawan, ia tendang selangkangan si codet.
IA pun kembali lolos , dan terus berlari tak mempedulikan nafasnya yg kian habis.
Bajunya sudah terkoyak koyak oleh ranting pohon saat ia berlari , beberapa bagian tubuhnya mengalami luka gores, namun ia terus berusaha lari. namun makin lama tenaganya makin habis, apalagi panas terik mulai membakar habis energinya.
sebuah pondok di kejauhan membangkitkan lagi semangatnya, ia bergegas menuju kesana, di dinding pondok tersebut tercetak nama sebuah perusahaan penambang emas di papua.
Dengan panik vera menggedor pintu pondok tersebut.
pintu akhirnya terbuka , muncul seorang pria berpakaian petugas keamanan , kelihatan bersiaga dengan senjatanya.
“tolong saya..” kata vera lalu menjelaskan kejadian yg terjadi dari awal.
satpam itu terdiam sejenak lalu berkata,
” di dalam ada telepon, pakai saja, biar saya jaga disini kalu kalau mereka datang..”
Vera segera menuju ke dalam mencari telepon, ruangan pondokan itu kelihatnnya kurang terawat dan agak bau apek.
Vera akhirnya menemukan telepon, namun ternyata tak ada nada sambung. I acoba berkali kali namun ternyata telepon itu mati.
“maaf , pak..teleponnya….” vera tak dapat meneruskan kata katanya, orang orang yg mengejarnya kini sudah ada disana.
“thanks bro…..loe emang paling top..” kata si jenggot sambil meberi sejumlah uang pada satpam itu
“hehehe..selamat menikmati,..boss” kata satpam itu lalu keluar.
vera sadar ia kini justru terjebak di sarang penyamun. ia tak mampu melawan lagi saat si gendut menangkapnya dan membawanya ke sbuah kamar di pondokan tersebut.
si gendut mendorong vera ke tempat tidur , dan dengan borgol dari satpam ia memborgol tangan vera ke atas kepalanya , terikat ke hulu tempat tidur.
si gendut tak buang waktu lagi..”hehehehe…show time……..hehehehe” ia berbisik dan dengan cepat merobek seluruh pakaian vera dan hanya menyisakan bra dan CD.
itupun tak lama, si gendut dengan cepat menarik bra vera , membuat buah dada vera yg indah terlihat begitu menggiurkan, buah dada vera bergerak naik turun seirama denga nafas vera yg panik
“hmm..indah……pasti nikmat juga..hehehehehe…..”
vera dapat merasakan angin dingin bersentuhan langsung dengan tubuhnya yg telanjang. Ia mengerang dan memggelinjang saat si gendut dengan penuh nafsu meraup buah dada vera dengan mulutnya dan menyedotnya bagai bayi raksasa yg kelaparan, sementar buah dada yg lain ia remas remas.
sejenak ia menghentikan aksinya dan dengan pisau ia merobek cd vera, kini vera terbaring terikat telanjang bulat disaksikan banyak mata yg memandanginya penuh nafsu.
si gendut membenamkan kepalanya diantara kaki vera, membuat vera menarik nafas panjang. ia tak mampu bersuara lagi apalagi bergerak seluruh kejadian ini telah mengahbiskan seluruh energinya.
si gendut dengan kasar menjilati dan menyedot vagina vera , sementara kedua tangannya tak lepas dari buah dada ranum itu, ia remas dan cubiti putingnya, membuat ver amat kesakitan
Vera sempat beberapa kali mecoba meronta, namun dengan tangan terborgol , ap yg bisa dia lakukan..?
tiba tiba tubuh vera mengejang dan menggelinjang saat lidah si gendut menyentuh bagian sensitive clitorisnya.
si gendut tahu ia telah berhasil menemukan G spot vera , maka ia rangsang terus dengan lidahnya bebrapa saat baru kemudian ia sedot sedot. diam diam vera mulai menikmati apa yg dilakukan si gendut.
“hahaha..dasar..model perek……keenakan loe ya…hahahaha…”
vera tak menjawab , sebuah sensasi kehangatan mneyebar di bagian sensisitifnya.
“sekarang…saatmya berkenalan sama adik gue..hehehehe..” kata si gendut sambil melepaskan seluruh pakaiannya, penisnya terlihat besar dan menakutkan di mata vera.
Denagn ketakutan , vera meronta ronta , namun posisinya tak menolongnya. ia berusaha membalikan tubuhnya ketika penis si gendut mendekati vaginanya, namun sia sia.
Dengan kasar dan brutal penis besar si gendut mencoba menerobos masuk vagina vera.
baru seprtiga bagian yg masuk rasa sakit yg tak tertahankan dirasakan vera, ia kembali meronta ronta berharap benda tersebut dicabut keluar dari vaginanya, namun yg terjadi justru penis tersebut terbenam semakin dalam di kehangatan vagina vera.
Vera mengerang kesakitan ,saat vaginanya harus menaggung beban berat tersebut, sampai akhirnya seluruh penis si gendut terbenam di dalamnya. selama hidupnya ia belum pernah mersakan penghinaan dan pelecehan seperti ini.
Denagn mata berkaca kaca dan terdiam karena frustasi , ia memandangi wajah jelek si gendut.
mata si gendut terpejam menikmati sempitnya vagina vera, ia menggeram bagai seekor babi, kadang air liur menetes dari mulutnya.
“UUHHH…bener bener super model nih..nikmat bener..” gumam si gendut
si codet datang mendekat ,” gantian dong men…..emang elo doang yang ngiler…?”
“enak aja loe…..tunggu giliran dong…tanggung nih..” kat si gendut sambil terus menggenjot tubuh indah vera.
Si gendut terus bergerak maju mundur dia atas tubuh vera. gesekan antara penis dan bagain sensitif vagina vera , sangat membuat vera tidak nyaman.
si codet yg sudah tak tahan langsung bergabung , ia meremas remas dan menyedot nyedot buah dada vera.
karena sedang melayang menikmati vagina sempit vera , si gendut tak mempedulikan lagi si codet. sementara para pemburu yg lain hanya ngiler menunggu giliran, jelas sekali jika si gendut dan si codet adalah pimpinan mereka sehingga tak ada yg berani ganggu.
Diserang sekaligus oleh gendut dan codet membuat pertahanan vera kian melemah. sedikit banyak ia mulai menikmati mulut basah codet di buah dadanya, bergantian kiri dan kanan. si gendut masih semangat memompa masuk penisnya, dan rasa sakit vera perlahan berubah menjadi suatu kenikmatan
Vera tak bisa menahan lagi saat cairan hangat keluar dari vaginanya , membuat gerakan penis si gendut makin lancar. si gendut juga merasakan hal itu , tanpa kondom ia bisa merasakan cairan itu memperlancar gerak penisnya , ia pun mempercepat genjotannya.
“hahahaha…basah juga loe…hahahaha…pura pura aja sih…..hahahaa….” si gendut tertawa puas
vera hanya terdiam malu, ia merasa sangat terhina sekali, namun di sisi lain ia mulai menikmati semua ini.
vera merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri , ketika tubuhnya kelihatan menerima berbagai rangsangan tersebut, pikirannya tetap berkata tidak dan terus melawan. vera menggeleng geleng kepala dengan frustasi, dan semua penerimaan tubuhnya pada rangsangan para pemerkosanya justru malah membuat pemerkosanya semakin melayang penuh kenikmatan.
si gendut semakin cepat memompa, membuat vera mengerang dan merintih , entah kesakitan atau menikmati, si codet masih asyik dengan buah dada vera.
tubuh vera mengejang dan terdiam saat ia merasakan si gendut mencapai klimaks. ia dapat merasakan semburan demi semburan hangat memasuki tubuhnya < barulah ia menjerit dan menangis , menyesali semua itu, jika sampai hamil maka hancurlah seluruh karir modelnya.
setelah beberapa menit , barulah si gendut menarik penisnya keluar,sisa sia sperma masih menetes membasahi vagina vera. tubuh vera melemah ,seluruh tubuhnya terasa letih, bagai tak ada tenaga sedikitpun yg tersisa, namun penderitaan vera belum berakhir.
si codet mendorong si gendut dan menggantikan posisinya , ia sudah telanjang bulat, penisnya memang tak sebesar si gendut, namun kelihatan lebih panjang. vagina yg basah membuat penis codet dengan mudah masuk.
“jangann…” rintih vera “saya..capeek..cuukuup…”
“hehehehe..jangan takut sayang…kamu pasti ketagihan..hehehehe…” kata si codet
Tubuh vera belum pulih dari tindihan si gendut, kini ia harus merasakan tindihan si codet, vera hanya merintih putus asa.
saat si gendut akhirnya keluar dari kamar itu, para pemburu yg lain mulai berani mendekati vera.
ada yg meremas dan menciumi buah dada vera ada yg menjilati leher dan telinganya, bahkan saat penis si codet masih menancap di vaginanya, penis yg lain memaksa masuk ke mulut vera, dengan terpaksa dan menahan mual ia meng oral penis yg bau dan dekil itu.
kurang dari satu jam tubuh indah vera , telah memar memar dan sperma hampir di sekujur tubuhnya, bahkan juga mengalir dari sela sela bibirnya, namun yg sedikit melegakan vera , akhirnya mereka membiarkan ia beristirahat.
ditinggal sendirian barulah vera menangis sejadi jadinya, ia tak mengerti mengapa ia harus menjalani semua ini. vera pun tak sadarkan diri.
Vera tersadar saat merasakan guyuran air menerpa tubuhnya, ia melihat dirinya berada di kamar mandi, dan satpam tadi tengah memandikannya, tentu saja sambil dengan asyik memegang megang tubuh vera, bahkan ia sempat memaksa vera untuk mengulum penisnya yg dengan terpaksa ia melakukan itu semua.
sehabis mandi . vera diberi baju sebuah kimono yg super minim, kimono ini tak cukup menutupi tubuhnya, buah dadanya masih terlihat menonjol keluar, sednagkan paha mulusnya masih jelas terlihat.
vera di bawa ke ruang tengah, dan ia mendadak lemas saat melihat para pemerkosanya sudah menunggu dia , tanpa busana.
“hehehehe…..babak kedua sayang…..” kata si gendut
“ampuun..jangan lagi…saya..tak sanggup..toolomg….” vera memelas.
“kalau begitu..kamu harus ikuti perintah kita…paham….atau kami perkosa lagi bergantian..” kata si gendut
vera hanya mengangguk lesu.
“sekarang kemari dan berlutut….perintah si gendut, vera dengan lesu mematuhinya.
segera setelah vera berlutut , para pemburu itu mengelilinginya.
“nah sekarang…satu persatu kamu kulum dan sedot semua penis ini sampai keluar…dan harus kamu telan..paham…?”
vera terdiam dan menagngguk.
“bagus..ayo mulai…..”
dengan menahan jijik dimulai dari si gendut vera mengulum penis mereka, komentar nakal terus keluar dari mereka, mereka tertawa makin keras setiap vera menahan muntah saat sperma mereka masuk ke dalam mulut vera.
sementara seluruh tubuhnya telah habis diremas dan dicubiti oleh mereka.
tiba tiba, entah darimana datangnya sekelompok suku asmat datang daan menyerang si gendut dan kawan kawannya, vera hanya bisa menjerit jerit ketakutan saat hal itu terjadi, ia merasakan nasibnya akan lebih buruk.
salah seorang dari suku asmat itu membawa vera, ia coba berontak namun pegangan orang itu sangat kuat dan ia berbicara bahasa yg ia tak mengerti.
ketika vera merasa akan mengalami hal yg lebih buruk, ternyata suku asmat ini membawa vera ke sbuah klinik dari sebuah yayasan sosial, orang orang disana segera menolongnya. dan dalam hitungan jam vera sudah berada di helikopteryg membawanya ke rumah sakit di jakarta.
di perjalanan vera menangis, ia menangisi kawannya yg tewas di kecelkaan itu, ia menangisi nasibnya yg diperkosa beramai ramai, namun yg paling ia tangisi ialah ketika ia berprasangka buruk pada suku asmat yg menolongya, seandainya saja pada hari kedua saat pesawat itu ditemukan oleh suku asmat ia keluar…..maka ia tak akan mengalami pelecehan seksual yg tak akan pernah terlupakan seumur hidupnya….ahhh..seandainya saja……….
Bercinta Dengan Gadis Kampung
Kala itu aku numpang kost di rumah temanku yang sudah berkeluarga, sedang seorang gadis adik temanku kebetulan numpang juga di rumah itu, sebagai pengasuh anak-anak temanku itu, berhubung suami istri bekerja.
Pada awalnya aku memandang gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum aku walaupun sudah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama untuk masa depan.
Apalagi setelah aku selesai kuliah dan langsung bekerja, aku merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang biasa saja, karena dia hanya lulus SD sehingga aku kurang peduli bila aku menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang terkadang tanpa aku minta walaupun aku sebenarnya biasa mencuci sendiri, namun adakalanya aku cukup sibuk kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru.
Rupanya gadis itu sedikit menaruh hati, tapi aku tidak tanggap sekali. Terlihat dari cara memandangku, sehingga aku terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu saat, dimana temanku beserta anak istrinya pulang kampung untuk suatu keperluan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya karena harus menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah.
Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan suasana lain di rumah, dan hingga pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh…, rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku. Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak membuang kesempatan aku nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku.
Menjelang dia selesai menyapu kamarku, tiba-tiba dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan muka yang menampakkan rasa sakit yang melilit. Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap merintih dia jawab bahwa rasa mules perut tiba-tiba, maka aku bimbing dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya dari balik blousenya.
Tetapi tiba-tiba saat menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak berkurang rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan aku turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya.
Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku merasakan puting gadis yang menegang bila sedang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya sudah siap untuk berangkat kerja, namun untuk sementara tertunda. “Eehh… Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass..” Posisi dia saat itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.
Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya mulut kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk meningkatkan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya.
Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati keutuhan tubuh seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun untuk saat itu juga aku terperanjat, “Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, aku harus berangkat kerja wahh, aku terlambat”, kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, “Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?”.
“He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?”.
“Kenapa Nan…” tanyaku.
“Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat”.
Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak bisa ditunda pikirku, dengan “terpaksa” aku kemot putingnya dan dengan penuh gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, sampai-sampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam.
Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati. Selesai aku menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku bergegas pulang lagi. Ketika aku sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku waktu aku membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan langsung kukunci saat aku masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku. Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja.
Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat aku hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan…, rupanya sedari tadi dia aku tinggalkan, dia tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku teruskan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami bisa saling bergesekan merasakan dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan dan mulut berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri “Eeehh… mmaas eehh eegh enaak sayang ngg…, teruss, teruss… gelii… egghh eenaak” erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya.
Kegairahan pagi itu kami lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.
Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah keinginan yang terpendam untuk mengemot puting bila melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. “Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,… eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss aku peengin di jilatin terus pentilku..”. Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil aku gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya.
Aku kembali agak kaget ketika batang penisku merasa basah saat aku gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik “A’aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya”.
Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya “Mass… he’eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re’eemas… e’eenak eeh… ehghhm… yangg geli…”. Penisku terus aku gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, “eeh,,eehh… eehh… eehh… eeheh… eh”. Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya. “Mas… tarik CD-ku dan lepaskan celanamu…”, sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergumulan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku duduk dan dia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang nakal, maka aku dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu.
“Nin.. kenapa sih” tanyaku nakal, “Apanya… Mas” sahutnya sambil senyum, “Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi”. “Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli”. “Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi” tanyaku, “Enak.. Mas, rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan sampai aku eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm” akunya. “Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?” tanyaku penasaran. “Iiih… Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong”, sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. “Kalau adik Mas rasanya gimana tuh kalau kupegang-pegang gini?, geli nggak?” keingin-tahuannya besar juga. “Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh… eh” dengan penasaran dia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya.
“Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?” sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku.” Yah nikmat juga” tegasku sambil aku elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tapi mulus. “Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja”, sambil dia senyum nakal menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. “Mas.. selama seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?” tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, “Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam”.
Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 sudah pulang. Dia menggoda “Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong”. “Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang”. Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata “Mas kita kelonan lagi yuk sampai sore, terus nanti mandi bareng”. Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya “Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh… M eghhmm… aduuh… nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh… eghh”. Dan aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. “Eeehh.. eennak… aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh… ehhehh” saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya.
Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat tapi aku ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara aku tahan walupun penisku pun juga sudah semakin basah oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik “aahhuughh huu… hu… egghh aduh… eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass… Mas.. eghh.. egh hhgeehh… Mas.” sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku.. akuu rasanya… eghh” dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak “Mas masukkan Mas.. eeghheghh” dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. “Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam… kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk”.
Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. “Eehhgehhg… teruss. teruss Mas… maass nikmat kocok terus aduuh rasanya aku nggak kuat mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass…” “ahhgg-agh… Nani aku aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm… nikmat… terus sedot” “Mass nikmat… sekali nikmat… dalam sekali. Aahh aduh… hhaghhah Mass.., aku mau keluarrr”. “Aku juga Nan… ahhgh aku sudah mau keluar.. ahgghhah”. Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan saat itu aku merasa dia terlepas dari penisku, dia bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya “Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek” bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih.
Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa busana. Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati hubungan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani.
Tamat
Pada awalnya aku memandang gadis itu Nani namanya, biasa-biasa saja, maklum aku walaupun sudah cukup dibilang dewasa (27) tetapi sekalipun belum pernah mengenal wanita secara khusus apalagi namanya pacaran, maklum orang tuaku menekankan menuntut ilmu lebih utama untuk masa depan.
Apalagi setelah aku selesai kuliah dan langsung bekerja, aku merasa berhasil menikmati hasilku selama ini. Itu sekedar background kenapa gadis itu aku pandang biasa saja, karena dia hanya lulus SD sehingga aku kurang peduli bila aku menyadari tingkat pendidikanku sendiri. Namun dari hari kehari Nani si gadis itu selalu melayaniku menyediakan makan, menjaga kebersihan kamarku, dan bahkan mencuci bajuku yang terkadang tanpa aku minta walaupun aku sebenarnya biasa mencuci sendiri, namun adakalanya aku cukup sibuk kerja, sehingga waktuku terkadang serasa di buru-buru.
Rupanya gadis itu sedikit menaruh hati, tapi aku tidak tanggap sekali. Terlihat dari cara memandangku, sehingga aku terkadang pura-pura memperhatikan ke arah lain. Sampai pada suatu saat, dimana temanku beserta anak istrinya pulang kampung untuk suatu keperluan selama seminggu, sedangkan adik perempuannya karena harus menyediakan makan setiap kali untukku, tidak diikutkan pulang, sehingga tinggal aku dan si gadis Nina itu di rumah.
Rupanya kesendirian kami berdua menimbulkan suasana lain di rumah, dan hingga pada suatu pagi ketika gadis itu sedang menyapu kamarku yang kebetulan aku sedang bersiap berangkat kerja, masuklah gadis itu untuk menyapu lantai. Sebagai mana posisi orang menyapu, maka saat gadis itu membungkuk, aduhh…, rupanya perh yang sedang bercermin tersapu juga oleh pemandangan yang menakjubkanku. Dua buah melon yang subur segar terhidang di depanku oleh gadis itu, dengan sedikit basa basi gadis itu menyapaku entah sadar atau tidak dia telah menarik perhatianku karena payudaranya yang tidak terbungkus BH, kecuali dibalut baju yang berpotongan dada rendah. Dengan tidak membuang kesempatan aku nikmati keindahan payudara itu dengan leluasa melalui cermin selama menyapu dikamarku.
Menjelang dia selesai menyapu kamarku, tiba-tiba dia dekap perutnya sambil merintih kesakitan dan muka yang menampakkan rasa sakit yang melilit. Dengan gerak refleks, aku pegang lengannya sambil aku tanya apa yang dia rasakan. Sambil tetap merintih dia jawab bahwa rasa mules perut tiba-tiba, maka aku bimbing dia ke kamarnya dengan tetap merintih memegangi perutnya sampai ditempat tidurnya. Kusuruh dia rebahan dan memintaku untuk diberikan obat gosok untuk perutnya. Segera aku ambilkan dan sambil berjaga dia gosok perutnya dari balik blousenya.
Tetapi tiba-tiba saat menggosok lagi-lagi dia mengerang dan mengaduh, sehingga membuatku sedikit panik dan membuatku segera ikut memegangi perutnya dan sambil ikut mengurut juga. Dan nampak sedikit agak berkurang rintihannya, sambil masih tetap kuurut perutnya. Kepanikanku mulai hilang dan aku mulai sadar lagi akan keindahan payudara gadis itu bersamaan dengan bangkitnya perasaan gadis itu selama aku urut tadi mulai menelusuk ke tubuhnya merasakan kenikmatannya juga dan dengan tiba-tiba tanganku dipegangnya dan dibimbingnya tanganku ke taman berhiaskan buah melonnya yang subur segar dan aku turuti saja kenikmatan bersama ini untuk mengusap buah melon yang tidak terbungkus itu, dan tanganku terus menelusup diantara buah-buah itu sambil memetik-metik putingnya.
Gadis itu mulai merintih nikmat, dan erangan halus dan memberi isyarat tanganku untuk terus dan terus memilin puting buahnya yang semakin menegang. Baru aku sadari bahwa untuk kali pertama aku merasakan puting gadis yang menegang bila sedang terangsang dengan erangannya yang membuat penisku yang dari tadi ikut mengeras tambah menekan di dalam celanaku yang sebenarnya sudah siap untuk berangkat kerja, namun untuk sementara tertunda. “Eehh… Mas.. gelii.. tapi nikmat, aahh.. eehmm aduuhh nikmat mass..” Posisi dia saat itu sambil duduk membelakangiku, dan tiba-tiba dia menyandar ke dadaku sambil menengadahkan mukanya dan mulutnya mengendus-endus leherku.
Tanpa buang waktu, mulutku pun kuenduskan ke lehernya dan selanjutnya mulut kami saling berpautan, saling mengulum dan saling menjulurkan lidah dengan penuh nafsu, sementara tanganku terus menyusuri buah-buah yang subur itu untuk meningkatkan kegairahannya, sedang tangan gadis itu mulai hilang kesadarannya oleh kenikmatan itu dengan ditandai kegairahannya untuk melepas kaitan rok bawahannya dan dilanjutkan ke kancing-kancing blousenya.
Kembali kesadaranku tertegun untuk pertama kali aku menikmati keutuhan tubuh seorang gadis yang hanya mengenakan CD-nya. Namun untuk saat itu juga aku terperanjat, “Eiitt, Nina ini sudah jam delapan, aku harus berangkat kerja wahh, aku terlambat”, kataku. Kami saling tertegun pandang dan saling senyum tertahan dan kemudian kami berpeluk cium, sambil aku berkata, “Entar aku berangkat dan aku segera kembali, hanya untuk minta ijin kalau aku ada keperluan yahh, gimana?”.
“He.. eh, Mas entar kita terusin lagi ya Mas, tapi janji lho, ehh tapi Mas?”.
“Kenapa Nan…” tanyaku.
“Mas kemot dulu dong buah dadaku, ntar baru boleh berangkat”.
Achh lagi-lagi kenikmatan yang tak bisa ditunda pikirku, dengan “terpaksa” aku kemot putingnya dan dengan penuh gairah aku kemot buah dadanya sampai hampir merata bekas kemotan di kedua buah dadanya, sampai-sampai si Nani tak percaya keganasanku. Kami saling melepas pelukan yang seolah adalah kerinduan yang selama ini lama terpendam.
Kebetulan kantorku hanya beberapa ratus meter dari rumah kost yang aku tempati. Selesai aku menyampaikan alasan yang dapat diterima atasanku, segera aku bergegas pulang lagi. Ketika aku sampai dirumah, yang memang setiap harinya sepi pada jam-jam kerja, maka menambah kegairahanku waktu aku membuka pintu depan yang tidak terkunci, dan langsung kukunci saat aku masuk. Tetapi pintu-pintu kamar tertutup. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku. Aku buka kamarku untuk ganti baju kerjaku dengan maksud akan ganti baju kaos dengan celana pendek saja.
Aku buka baju dan celanaku satu persatu, dan saat aku hanya kenakan celana dalamku, tiba-tiba dari belakang, Nina si gadis itu sudah di belakang mendekapku dan ohh, menakjubkan…, rupanya sedari tadi dia aku tinggalkan, dia tidak lagi kenakan bajunya sambil terus menunggu di kamarku. Maka kembali kenikmatan pagi itu aku teruskan lagi, dengan saling meraba dan dengan ciuman yang penuh nafsu dan kami masing hanya mengenakan celana dalam saja, sehingga kulit kami bisa saling bergesekan merasakan dekapan secara penuh, sementara kami berpelukan dan mulut berciuman, penisku merasakan keempukan tonjolan daging di selangkangan Nani yang seolah terbelah dua memberikan sarang ke batang penisku. Sedangkan dadaku merasakan tonjolan buah dadanya yang lembut dan torehan puting susunya di dadaku. Tanganku bergerak dari punggungnya beralih ke pantatnya yang bulat untuk aku remas-remas, sedang tangannya tetap memegang leher dan kepalaku dengan mulut, bibir dan lidah saling mengulum. Lama kami pada posisi berdiri “Eeehh… mmaas eehh eegh enaak sayang ngg…, teruss, teruss… gelii… egghh eenaak” erangnya yang setiap saat keluar dari mulutnya.
Kegairahan pagi itu kami lanjutkan di lantai kamarku untuk saling berguling dan tetap saling peluk menaikkan gairah petting kami yang pertama kali di lantai kamarku. Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.
Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku adalah keinginan yang terpendam untuk mengemot puting bila melihat buah dada wanita yang sedemikian montok dan menggairahkan, maka aku tumpahkan obsesiku pada kenikmatan pagi itu untuk pertama kalinya. “Mass sayang terruss kemot pentilku.. mmaass gelii, geelii,… eehm Mas nikmat.. terus jilatin pentilku teruss aku peengin di jilatin terus pentilku..”. Dengan penuh gairah pertama aku puaskan menjilati putingnya yang aku rasakan semakin menegang dan demikian juga dengan penisku, sambil aku gesek-gesekkan ke tonjolan daging di selangkangannya.
Aku kembali agak kaget ketika batang penisku merasa basah saat aku gesekkan di tonjolan daging selangkangan Nina yang masih memakai CD, yang bahkan penisku sendiri belum mengeluarkan cairan sperma. Maka sambil mulutku mengemot dan menjilati puting susunya, tanganku mencoba meraba selangkangan Nina diantara belahan daging, namun tiba-tiba dia memekik “A’aa ehh jangan dulu Mas nggak tahan gelinya”.
Maka sementara aku lepaskan kembali dan tangan ku kembali meremas buah dadanya sambil memilin-milin putingnya “Mass… he’eh begitu kemotin pentilku teruss.., susuku diremass-re’eemas… e’eenak eeh… ehghhm… yangg geli…”. Penisku terus aku gesek-gesekkan dicelah selangkangan Nina, “eeh,,eehh… eehh… eehh… eeheh… eh”. Demikian lenguhannya setiap aku gesek selangkangannya. “Mas… tarik CD-ku dan lepaskan celanamu…”, sampai pada ucapan Nina tersebut maka sementara kami lepas pergumulan itu sambil aku dengan ragu dan deg-degan menarik pelan-pelan CD-nya yang masih dalam keadaan telentang sementara aku duduk dan dia mulai angkat kakinya ke atas saat CD-nya mulai bergeser meninggalkan pantatnya, sambil terus kutarik perlahan-lahan dengan saling berpandangan mata serta senyum-senyumnya yang nakal, maka aku dihadapkan dengan sembulan apa yang disebut clitoris yang ditumbuhi rambut-rambut halus sedikit keriting dan bllaass, lepas sudah CD-nya tinggalah celah rapat-rapat menganga semu pink dan semu basah dengan sedikit leleran lendir dari lubang kenikmatan itu.
“Nin.. kenapa sih” tanyaku nakal, “Apanya… Mas” sahutnya sambil senyum, “Kalau dikemot-kemot payudaranya sama pentilnya tadi”. “Aduh rasanya geli banget, rasanya kaya mau mati saja tapi nikmat iih geli”. “Enggak sakit dikemot dipentilnya tadi” tanyaku, “Enak.. Mas, rasanya pingin terus, kalau sudah yang kiri, terus pingin yang kanan, rasanya pingin dikemot bareng-bareng sama mulut Mas. Terus di liang kewanitaanku jadi ikut-ikutan geli nyut-nyutan sampai aku eeghh.. hemm gimana yach bergidik. hhmm” akunya. “Terus pingin lagi nggak dikemot-kemot?” tanyaku penasaran. “Iiih… Mas nakal, ya.. Pingin lagi dong”, sambil tangannya merayap ke selangkanganku yang masih pakai CD, memencet penisku yang menonjol dan juga meremas. “Kalau adik Mas rasanya gimana tuh kalau kupegang-pegang gini?, geli nggak?” keingin-tahuannya besar juga. “Sama nikmat rasanya, pengin terus dielus-elus sama Nina terus, geli eh-eh… eh” dengan penasaran dia mengesek-gesek pas lubang penisku, jadi geli rasanya.
“Kalau ininya dipegang-pegang gini gimana Mas?” sambil dia pegang dan raba-raba buah pelirku.” Yah nikmat juga” tegasku sambil aku elus-elus pahanya yang tidak begitu putih tapi mulus. “Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja”, sambil dia senyum nakal menggoda. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. “Mas.. selama seminggu ini kita hanya berdua saja dirumah, terus gimana enaknya Mas?” tanyanya sambil iseng meremas-remas penisku yang tetap tegak sedang aku memilin-milin puting susunya yang juga tetap tegang, “Kita kelonan terus saja seminggu ini siang ataupun malam”.
Kebetulan kerjaku selama ini hanya sampai jam 14.00 sudah pulang. Dia menggoda “Terus nanti kalau kelonan terus Mas nanti nggak ada yang nyediain makan gimana dong”. “Yah nggak usah makan asal kelonan terus sama Nina entar kenyang”. Dia bangkit dan memelukku erat-erat dan diciuminya bibirku sambil lidahnya dijulurkan ke kerongkonganku. Sambil melepas dia berkata “Mas kita kelonan lagi yuk sampai sore, terus nanti mandi bareng”. Tanganku mulai mengelus clitorisnya dan mulutku terus mengulum bibirnya dan kembali dia telentang di lantai dan aku mulai menindihnya “Mas.. kalau gini terus aku rasanya mau pingsan kenikmatan eehh… M eghhmm… aduuh… nikmat Mas di memekku.. geli rasanya teruuss eeghh… eghh”. Dan aku rasakan clitorisnya semakin basah, dan dengan lahapnya jari tengahku aku cabut dari clitnya untuk kujilati jariku dan aku rasakan nikmat gurihnya lendir seorang perempuan pertama kalinya. “Eeehh.. eennak… aahh.. aahh uuhhgg uughhg uuhh… ehhehh” saat jariku kembali menelusup kedalam lubang clitorisnya.
Lenguhan mulutnya dan dengus napasnya menaikkan gairahku yang kian meningkat tapi aku ragu untuk menuruti naluriku mencoba memasukkan penisku ke lubang senggamanya. Maka sementara aku tahan walupun penisku pun juga sudah semakin basah oleh lendirku juga. Aku mulai merayap kebawah selangkangannya dan mulutku berhadapan dengan clitorisnya tanpa dia sadari karena matanya terpejam menikmati gairah yang dirasakan, saat lidahku mulai menjilatlubang clitorisnya, kembali dia terpekik “aahhuughh huu… hu… egghh aduh… eggh nikmat, aduhh aku gimana nih Mass aahh aku nggak kuat, Mass… Mas.. eghh.. egh hhgeehh… Mas.” sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku.. akuu rasanya… eghh” dan dia bangkit sambil menarik CD-ku yang masih aku kenakan, dan blarr, penisku menantang tegak “Mas masukkan Mas.. eeghheghh” dan dia angkat kakinya sambil telentang dia bentangkan lebar selangkangannya sambil tangannya membimbing penisku memasuki clitorisnya. “Mas.. kocok Mas eghh Mas yang dalam… kocok terus selangkanganku aduhh eghh Mas enakk”.
Sambil menekuk kaki, sementara tanganku sebagai tumpuan dan dengan berat tubuhku aku tindihkan dan kuamblaskan penisku ke lubang yang sedari tadi sudah menunggu, dan aku rasakan sedotan lubang yang sangat kuat pada batang penisku yang rasanya dikemot-kemot. “Eehhgehhg… teruss. teruss Mas… maass nikmat kocok terus aduuh rasanya aku nggak kuat mass ada yang keluar eghh.. eeghh. eehhgg aduuhh.. mass…” “ahhgg-agh… Nani aku aduh egghh, Nani rasanya memekmu ngemot eghh eehhmm… nikmat… terus sedot” “Mass nikmat… sekali nikmat… dalam sekali. Aahh aduh… hhaghhah Mass.., aku mau keluarrr”. “Aku juga Nan… ahhgh aku sudah mau keluar.. ahgghhah”. Dan aku cabut penisku saat dia demikian bergetar dan menyedot sedot penisku sehingga aku tak tahan lagi untuk menyemburkan spermaku dan saat itu aku merasa dia terlepas dari penisku, dia bangkit dan menyongsong batang penisku dengan mulutnya menyambut semburan spermaku sambil tangannya menggosok lubang clitorisnya, ditimpali dengan lenguhannya yang tidak beraturan dimulutnya “Cppokklep.. plekk.. clepk.. clkek.. cslckek” bunyi mulutnya mengemot dan menyedot penisku sementara aku terasa bergetar dan tenagaku berangsur-angsur lemas, sampai dia menjilati sisa sperma pada penisku dengan bersih.
Sesaat kemudian aku tidur ditempat tidurku siang itu kelonan berdua yang tidak terasa telah jam 3 sore, dan baru kemudian bangun dengan badan terasa agak pegal. Kami kembali berpagut lama dengan saling rabaan dan remasan masih dalam keadaan tanpa busana. Akhirnya kami mandi bersama dengan air yang sebelumnya kami. Itulah pengalaman pertama kaliku menikmati hubungan seks dengan seorang gadis kampung bernama Nani.
Tamat
Asmara Guru Berjilbab
Akhwat cantik berjilbab,kadang justru membuat penasaran dan punya daya tarik tersendiri.Apalagi jika bertubuh montok,kadang tercetak jelas di balik kain jilbabnya.Ia cenderung alim, namun di balik semua itu ia tetaplah seorang wanita yang punya hasrat, nafsu, dan gejolak birahi yang siap menyerang kapanpun dan di manapun.
Bu Umi Faizah, ibu guru cantik sensual yang berjilbab, adalah guru bahasa inggris di sebuah SMU di xxxx Penampilannya yang anggun, dengan tubuh padat berisi yang selalu terbungkus gamis panjang, mengenakan kerudung cantik, semakin menambah keanggunannya.
Sungguh anggun sosok akhwat berjilbab ini. Bu Umi berkulit kuning langsat bertampang Jawa, yang sangat cantik dan manis, dengan kulit putih bersih, tinggi badan sekitar 165 cm, potongan muka manis, agak memanjang dengan dibalut jilbab yang sangat menawan hati.
Di balik baju muslimnya..,tercetak tonjolan teteknya yang montok, sedangkan pinggangnya amat langsing dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang montok padat.Wow…indahnya….Walau berjilbab, saat berjalan kain panjangnya tertiup angin …menampakkan cetakan tungkai pahanya dan kakinya terlihat panjang serasi dengan bentuk badannya..walau tertutup gamis panjang dan jilbab yang rapat, langkahnya terlihat sangat seksi dan gemulai.
Pembawaan Bu Umi dengan jilbabnya terlihat sangat kalem dan malu-malu. Hal ini rupanya menarik perhatian Pak Prapto, sang kepala sekolah. Pak Prapto sangat terkesan dengan penampilan Bu Umi, karena Bu Umi yang berumur 28 tahun, adalah seorang gadis yang sangat cantik,berjilbab anggun, alim dan sopan.
Sebagai akhwat berjilbab yang sopan dan alim Bu Umi agak risih juga terhadap Pak Prapto, karena setiap kali Pak Prapto lewat depan ruangannya, Pak Prapto selalu melirik dan melempar senyum kepada Bu Umi. Kalau kebetulan Bu Umi tidak melihat keluar, maka Pak Prapto akan mendehem atau membuat gerakan-gerakan yang menimbulkan suara, sehingga Bu Umi akan terpancing untuk melihat keluar. Agak ngeri juga melihat tampang Pak Prapto yang berewokan itu dengan badannya yang gelap dan tinggi besar. Bu Umi telah mempunyai pacar, yang orang Jawa juga dan badan pacarnya agak ceking dan tidak terlalu tinggi, kurang lebih sama tingginya dengan Bu Umi.
Di sekolah tempat Bu Umi mengajar, setiap jam pulang sekolah, yaitu jam 13 para karyawan termasuk para guru dan staff pulang semuanya, kecuali guru yang akan mengajar ekstra kurikuler.
Hari itu hari Kamis,Bu Umi dapat jatah mengajar ekstra kurikuler, hingga ia harus menunggu dari jam 13 sampai jam 14.30. Dengan jilbab kerudung warna biru tua ,mengenakan baju panjang terusan berbahan kain halus yang jatuh, berwarna merah muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut,ia kelihatan teramat cantik dan manis, apalagi kulitnya yang putih kuning bersih.
Karena memang sudah jam pulang, suasana di lantai 2 sangat sepi, hanya ditunggui oleh satpam yang duduk di depan pintu luar dekat lift. Untuk menghilangkan lelah setelah sejak pagi mengajar,Bu Umi istirahat sambil makan makanan yang dibawanya dari rumah.
Tiba-tiba Pak Prapto melintas di depan ruangan dan terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Pak Prapto memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup. Setelah itu Pak Prapto kembali menuju ke ruangan Bu Umi . Secara perlahan-lahan Pak Prapto mendekati ruangan Bu Umi, dan mengintip ke dalam. Bu guru berjilbab itu sedang berdandan membetulkan kerudungnya, merapikan gamis panjangnya yang mewah, menghadap ke cermin yang memang disediakan di ruangannya.
Mendengar suara pintu terkunci Bu Umi menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. berbalik sambil berkata, “Pak, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya dan mengunci pintunya?”, tapi Pak Prapto hanya memandang Bu Umi dengan tersenyum tanpa berkata apa-apa.
Bu Umi semakin panik dan berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”.
Tapi dengan kalem Pak Prapto berkata, “silakan saja nona manis.., apabila kamu mau bikin skandal dan setiap orang di sekolah ini akan menggosipkan kamu selama-lamanya”.
Mendengar itu Bu Umi yang pada dasarnya pemalu menjadi ngeri juga akan akibatnya apabila ia berteriak. Bagaimana dia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya sekantor apabila terjadi skandal. Kala akhwat cantik berjilbab itu berada dalam keraguan, dengan cepat Pak Prapto berjalan medekat ke arah Bu Umi. Karena ruangan kerja yang sempit , begitu dirinya mundur untuk menghindar, dia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya. Apalagi dengan gamis panjangnya yang melilit tubuhnya, ia tak bisa bebas bergerak.
Dengan cepat kedua tangan Pak Prapto yang penuh dengan bulu tersebut memeluk badan Bu Guru berjilbab yang montok itu dan mendekapkan ke tubuhnya. Dalam sekejap badan bu Umi yang sangat halus dan ranum, telah sepenuhnya berada dalam pelukan lelaki tua itu.
Prapto memegang kedua lengan bagian atas Bu Umi dekat bahu, sambil mendorong badan Bu guru berjilbab itu hingga tersandar pada meja, Pak Prapto mengangkat badan Bu Umi dan mendudukkannya di atas meja kerja Bu Umi yang penuh buku-buku bahasa inggris itu. Kedua tangan Umi diletakan di belakang badan dan dipegang dengan tangan kirinya.
Dengan beringas Pak Prapto menciumi wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu. Nampak Prapto seperti anjing kelaparan menyosor-nyosor wajah ayu Bu Umi, sementara akhwat cantik berjilbab itu hanya bisa meronta-ronta.
Tangan kanan Pak Prapto tiba-tiba turun kebagian bawah tubuh Bu Umi dan meraih ujung kain panjang di bagian bawah, sejurus kemudian diangkatnya baju panjang itu tinggi-tinggi hingga tersingkaplah apa yang selama ini tersembunyi. Pak Prapto berhasil menyaksikan akhwat itu dari ujung kaki, betis, sampai pangkal paha. Lalu tangannya meremas-remas bokong kenyal akhwat ayu itu.
Badan Pak Prapto dirapatkan diantara kedua kaki Bu Umi yang tergantung di tepi meja dan paha Pak Prapto yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Bu Umi terbuka. Ia sengaja tidak melepas gamis dan kerudung akhwat ayu itu. Ia ingin menyetubuhi akhwat itu dengan membiarkan gamis dan jilbabnya tetap terpakai. Ia merasakan sensasi yang luar biasa bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Tangan kiri Pak Prapto yang memegang kedua tangan akhwat berjilbab itu di belakang badan Bu Umi dan ditekankan pada pantat ke depan, sehingga badan akhwat berjilbab yang sedang duduk di tepi meja, terdorong dan kemaluan Bu Umi melekat rapat pada paha sebelah kiri Pak Prapto yang berdiri menyamping.
Tangan kanan Pak Prapto yang bebas dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju panjang terusan yang dikenakan Bu Umi sementara Bu Umi hanya bisa menggeliat-geliat.
“Jangan…,AAAAAAAAAAAHHHHH… jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Pak Prapto tetap melanjutkan aksinya itu.
Sebentar saja baju bagian depan Bu Umi telah terbuka sampai sebatas perut, sehingga kelihatan teteknya yang montok itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Tetek yang kuning dan kenyal itu seolah ingin lepas dari BH nya.Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat merangsang. Dengan lincah tangan kanan Pak Prapto bergerak ke belakang badan Bu Umi dan membuka pengait BH . Kemudian Pak Prapto menarik ke atas BH Nu Umi hingga terpampang kedua tetek Bu Umi Faizah yang montok sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda mencuat naik turun dengan cepat karena nafas yang tidak teratur.
“Oooohh…, OOOOOOUUUUGGHHHH….ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”.
Erangan akhwat cantik berjilbab itu tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah Prapto menyingkapkan kerudungnya hingga terlihat kupingnya mulut Pak Prapto mulai menciumi belakang telinga Bu Umi dan lidahnya bermain-main di dalam kuping bu guru berjilbab itu. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan perempuan berjilbab itu menggeliat-geliat hingga tanpa terasa Umi Faizah mulai terangsang oleh permainan Pak Prapto ini.
Mulut Pak Prapto berpindah dan melumat bibir Bu Umi dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut dan menggelitik-gelitik lidah Bu Umi.
“aahh…,AAAAAGGHHHHHH….UUHHH……AAAAAAAAAHHHHHHHHHH…… UOUUUUUEHHMMM hmm…, hhmm”, terdengar suara mengguman dari mulut Bu Umi yang tersumbat oleh mulut Pak Prapto.
Badan Bu Umi yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Pak Prapto sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu turun ke leher, kepala Bu Umi tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Pak Prapto, teteknya yang besar bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki tua tersebut.
Pak Prapto langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah tetek Bu Umi mulutnya menciumi dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya tetek yang sebelah kanan menjadi sasaran mulut Pak Prapto. Tetek yang kenyal itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Pak Prapto yang mulai mengisap-isapnya dengan lahap. Lidahnya bermain-main pada puting hingga tetek Umi segera bereaksi menjadi keras. Terasa sesak nafas akhwat alim ini menerima permainan Pak Prapto yang lihai itu. Badan nya terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan,
“Sssshh…, ssssshh..SSSSSHHHHHHHH……OOOOOHHHHH…AAUUUHH…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”,
Mulut Pak Prapto terus berpindah-pindah dari tetek yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan mejilat-jilat kedua puting tetek akhwat itu secara bergantian selama kurang lebih lima menit. Bu Umi Faizah guru cantik berjilbab itu kini benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badannya tersentak, karena dia merasakan tangan Pak Prapto mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena baju gamis panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya. Bu Umi mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan mencoba menghindari tangan lelaki tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci oleh Pak Prapto, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan adalah hanya mengerang,
“Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.
Melihat kondisi seperti itu, Pak Prapto yang telah berpengalaman, yakin bahwa akhwat ayu berjilbab ini telah berada dalam genggamannya. Aktivitas tangan Pak Prapto makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha mulus akhwat itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas. Tiba-tiba jarinya menyentuh bibir memek Bu Umi.
Segera badan akhwat itu tersentak , “aahh…, jaannggaan!”
Mula-mula hanya ujung jari telunjuk Pak Prapto yang mengelus-elus bibir memek Bu Umi yang tertutup celana dalam, akan tetapi tak lama kemudian tangan kanan Pak Prapto menarik celana dalam itu dan memaksanya lepas dari pantatnya dan meluncur keluar di antara kedua kaki Bu Guru berjilbab itu. Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjang yang kian kusut itu.
Bu Umi Faizah tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatan Pak Prapto ini. Sekarang dirinya dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai celana dalam dan kedua teteknya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka nya yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar.Prapto benar-benar semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati memeknya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Sebentar-sebentar Prapto menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan memek akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Melihat ekspresi muka akhwat cantik yang masih memakai jilbab duduk mengangkang,kain gamisnya terangkat tinggi dan telah telanjang di tubuh bagian bawah ini.. yang tak berdaya seperti itu, makin membangkitkan nafsu birahi lelaki tersebut. Pak. Prapto melihat ke arah jam yang berada di dinding, pada saat itu baru menunjukan pukul 13.30, berarti dia masih punya waktu kurang lebih satu jam untuk menuntaskan nafsunya itu. Pada saat itu Pak. Prapto sudah yakin bahwa dia telah menguasai situasi, tinggal melakukan tembakan terakhir saja.
Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Pak Prapto, dengan tetap mengunci kedua tangan Bu Umi, tangan kanannya mulai membuka kancing dan retsliting celananya, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan celana dalam-nya. Pada saat celana dalam-nya terlepas, maka kontol Pak Prapto yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Pak Prapto agak merenggangkan badannya, hingga terlihat oleh Bu Umi kontol yang sedang mengangguk-angguk itu, badan akhwat berjilbab itu tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua paha lelaki Tua itu. Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dengan urat yang melingkar…., sangat panjang…, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dengan besarnya kurang lebih 6 cm dan kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti jamur. Tak terasa dari mulut Bu guru berjilbab itu terdengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding.
Dia belum pernah melihat kontol sebesar itu. Bu Umi merasa ngeri. “Bisa jebol memekku dimasuki kontolnya”, gumannya dalam hati. Namun ia tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu. Pak Prapto menatap muka cantik yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Umi…gumam Pak Prapto mengagumi kecantikan akhwat itu.
Kemudian dengan lembut Pak Prapto menarik tubuh yang cantik itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Pak Prapto berdiri menghadap langsung ke arah Bu Umi dan karena yakin bahwa Umi telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan akhwat cantik ini, dilepaskannya dan langsung kedua tangannya memegang kedua kaki bu Umi, bahkan dengan gemas ia merentangkan kedua belah paha lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan akhwat berjilbab itu Nafas laki-laki itu terdengar mendengus-dengus memburu. Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Bu Umi tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Pak Prapto yang besar, Bu Umi sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang menggila, apalagi melihat tubuh Pak Prapto yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang di tumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu.
Gejolak birahi kedua manusia itu semakin membara…Prapto semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati tubuhnya .Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan baju panjang muslimnya. Sebentar-sebentar Prapto menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Sambil memegang kedua paha Bu Umi dan merentangkannya lebar-lebar, Pak Prapto membenamkan kepalanya di antara kedua paha Umi. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar memek yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Bu Umi hanya bisa memejamkan mata,
“Ooohh..OOOOHHHH…., nikmatnya…,AAAUUUGGHHHH…AAAAAAAAAAAAAAAHHHH… ooohh!”, ia menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.
“Ooooohh..AAAAAAAAAAA ….HHHH…OOOHH…OOWWWW…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya.
“Paakkk…, aku tak tahan lagi…!”, Bu Umi memelas sambil menggigit bibir.
Bu Umi Faizah….guru bahasa anggris yang cantik berjilbab itu….. tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi,perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang Tua yang kasar itu dengan gampang dan perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Pak Prapto yang telah bepengalaman itu.
Namun rupanya lelaki Tua itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Bu Umi sudah mulai merespon atas cumbuannya itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Bu Umi kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua tetek dengan sangat bernafsu.
Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Pak Prapto ini, Bu Umi benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup. “Paakkk…, aakkhh…AAAAAAAAAKKKKHHHH….EENNNAAAAAAKK…..ENAAAAKK K…..TERUUUUUUUUUSSSSSSSSS…TERUUUUUUSS………, aakkkhh!”, akhwat ayu berjilbab itu mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Pak Prapto untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Pak Prapto keras-keras. Kini ia tak peduli lagi akan bayangan pacarnya dan kenyataan bahwa lelaki Tua itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan dan pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan. Akhwat ayu berjilbab…yang lemah lembut ini… benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki Tua yang dapat membangkitkan gairahnya.
Prapto makin gemas menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini menggeliat-geliat menahan nikmat.Sebentar-sebentar Prapto menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda.Ya…Bu Umi Faizah benar-benar berada dalam Birahi yang membakar sukmanya.
Tiba-tiba Pak Prapto melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Bu Umi yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya akhwat cantik itu dari atas meja dan kemudian Pak Prapto gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Bu Umi ke bawah, sehingga sekarang posisi akhwat berjilbab itu berjongkok di antara kedua kaki berbulu Pak Prapto dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Bu Umi Faizah…tahu apa yang diingini lelaki itu..tanpa sempat berpikir lagi, tangan Pak Prapto meraih belakang kepala Umi dan dibawa mendekati kontol Pak Prapto, yang sungguh luar biasa itu. kepala kontol Pak Prapto telah terjepit di antara kedua bibir mungil BU Umi…., dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Bu Umi Faizah mulai mengulum alat vital Pak Prapto ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki Tua itu melek merem keenakan. OOoooohhhhhh..TERUUUUUUSSS…….Bu Umi……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Umi Faizah……Umi Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww…… .Ummiiii……..teruuuusssss……ooooggghhh……
Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut yang sensual, itupun …hampir sesak nafas dibuatnya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang Kelihatan bu guru berjilbab yang cantik itu, menghisap…, mengulum serta mempermainkan batang kontol keluar masuk ke dalam mulutnya.
Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah bu Umi menyapu kepalanya. Rupanya akhwat cantik berjilbab itu mahir juga bermain oral sex…Bibirnya yang seksi dan wajahnya yang cantik….begitu memukau hati Pak Prapto.TERUUUUUUSSS…….Bu Umi……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Umi Faizah……Umi Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww……
.Ummiiii……..teruuuusssss……ooooggghhh……
Beberapa saat kemudian Pak Prapto melepaskan diri, ia mengangkat badan Bu Umi yang jilbab dan baju panjang terusannya masih terpakai itu….diangkatnya baju kurung yang halus itu ke atas hingga pangkal pahanya yang putih berrsih …..membaringkan di atas meja dengan pantat terletak di tepi meja, kaki kiri guru berjilbab itu diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggir pinggang lelaki tersebut. Kemudian Pak Prapto mulai berusaha memasuki tubuh bu Umi…… Tangan kanan Pak Prapto menggenggam batang kontolnya yang besar …dan kepala kontolnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada clitoris dan bibir kemaluan akhwat itu……Oooohhhh…sssshhhhh…SSHHHH…..AUUUUWW……OOOOOUUU HHHH……AAAAHHHH..EEENNAAAAAKK…….ENAAAAAAK……AAAAAAAA AUUUUUWWW….TERUUUUUUUSSSSS….YEAH…..UUUUHHOOOOOHHHH …. AH…ENAAAAKKK……akhwat berjilbab itu mengerang…mendesis nikmat…, hingga merintih-rintih melawan badai birahi yang menerpa, kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Pak Prapto terus berusaha menekan kontolnya ke dalam kemaluan Bu Umi yang memang sudah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran kontol Pak Prapto yang besar .
Sementara denyut-denyut kemaluan Bu Umi Faizah semakin liar menggoyang dan memilin-nilin kontol Prapto.Prapto hanya bisa berteriak….oooh…enaaaakkkkk….TERUUUUUUSSS. ……Bu Umi……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Umi Faizah……Umi Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww…… .Ummiiii……..Umi Faizaaahh…Umi Faizaahhh….UMI FAIZAHHHHH..UMI FAIZAAAAHHHH…..ENAAAAKKKK….teruuuusssss……ooooggghh h……
Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu…. Pelahan-lahan kepala kontol Pak Prapto itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan akhwat itu… Ketika kepala kontol lelaki Tua itu menempel pada bibir kemaluannya, bu guru berjilbab itu mendesis ooohh…..ough….aahhh……teruuusssssss……saluran memeknya ternyata panas dan basah.
Ia berusaha memahami kondisi itu, namun semua pikirannya segera lenyap, ketika lelaki itu memainkan kepala kontolnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan gamang dan gelisah itu, dengan kasar Pak. Prapto tiba-tiba menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Bu Umi, rambut lebat pada pangkal kontol lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluan Bu Umi yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang kontolnya amblas ke dalam liang memek akhwat berjilbab itu.
Tak kuasa menahan diri, dari mulut Bu Umi terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh”,ooouuww……enaakkk…….sshhh……..enaaaaaaa aaaakkkkk….aku suka kontolmuuu…….ENNNNNAAAAAAKKKK…..ENAAAAAAK……OOOHHHH ……AUUUUUWW ….PRAPTO TERUUUUUUUSSSS…..ENTOT AKU TERUUUUUSS……MASUKKAN KONTOOLMU…..YA…ENAAAAAAAAKKK……AAAAAAAAAAAGGHHHH…. mulutnya meracau tak menentu disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Bu Umi mencengkeram dengan kuat pinggang Pak Prapto. Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai dirinya, hingga badannya mengejang beberapa detik.
Akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah dilanda birahi yang menggelegak Lagi-lagi Prapto menyingkapkan baju muslim warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu…. Sementara Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari,kerudungnya kian kusut karena lonjakan kepala menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanya aduuuuhh….OOhh…..auhhh…..augghh…ennaaaaakkkkkkkkkk kkkkkk…..AAHHHHHHHHHHH….AAAAAAAAAAAAUUUUUUHHHHHHHH …..teruuuuuuusssssss..bibir Bu Umi meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi kuda betina yang liar dan ganas, buas dan brutal.
Teteknya yang besar terguncang ke sana ke mari mengikuti hentakan tubuh Pak Prapto…akhwat itu benar-benar berada dalam lautan BIRAHI. Pak Prapto cukup mengerti keadaan akhwat cantik ini, ketika dia selesai memasukkan seluruh batang kontolnya, dia memberi kesempatan kemaluan Bu Umi untuk bisa menyesuaikan dengan kontolnya yang besar itu.Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat anggun yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang . . Beberapa saat kemudian Pak Prapto mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki Tua itu bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Bu guru cantik berjilbab ini berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan kontol lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Bu Umi mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajah gelap lelaki Tua yang sedang menatapnya, dengan takjub. Akhwat ayu ini berusaha bernafas dan … :” “Paak…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara pria tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.
Bu Umi Faizah….guru bahasa inggris yang cantik itu….sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Pak Prapto menggerakkan tubuhnya, ohhhhhhhhhhhhhh….. AAAHHHHHH…. ENAAAAAKK… TERUUUUUUUSIIN…. GENJOT TERUUS…………enaaaaaaaakkkk……teruuuuusss……..oouuww……. gesekan demi gesekan di dinding liang memeknya, sungguh membuat nya melayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah dia alami. Setiap kali Pak Prapto menarik kontolnya keluar, Bu Umi merasa seakan-akan sebagian dari badannya turut terbawa keluar dari tubuhnya dan pada gilirannya Pak Prapto menekan masuk kontolnya ke dalam memek nya, maka klitoris nya terjepit pada batang kontol Pak Prapto dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang kontol Pak. Prapto yang berurat itu. OOoooohhhhhhhhhh…..aduuuuhhh….enaaaakkk….mulut cantik itu benar-benar sudah tak terkontrol….
Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan akhwat cantik itu menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.Hanya rintihan…..desis nafas….dan keringat yang membanjiri tubuh bu Umi…..Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu….
Lelaki tersebut terus menyetubuhi Bu Umi dengan cara itu. Sementara tangannya yang lain tidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian dada Umi dan meremas-remas kedua tetek Bu Umi secara bergantian. ..ia dapat merasakan puting susunya sudah sangat mengeras, runcing dan kaku.
Akhwat ayu berjilbab ini bisa melihat bagaimana batang kontol yang hitam besar dari lelaki Tua itu keluar masuk ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Bu Umi selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalamnya. Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran kontol Pak Prapto yang super besar itu. Akhwat ayu berjilbab itu menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki Tua itu segera mencapai klimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuat lelaki itu segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi Pak Prapto terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.
Bu Umi semakin tak seimbang tubuhnya,kepalanya tergoyang ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanya Ohh…..auhhh…..augghh…eennnnnnnaaaaak kkkkkkkkkkkkkkk…..teruuuuuuusssssss..mulut cantikr Bu Umi meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi kuda betina yang liar dan ganas, buas dan brutal.
Ooooooooouuuuuuuuuuhhhhhhhh…………… tiba-tiba Bu Umi …guru bahasa Inggris yang cantik berjilbab itu ..merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan ketika bersetubuh dengan pacarnya, rasanya seperti ada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan. .. merasa dirinya seperti mulai tenggelam dalam genangan air, dengan gleiser di dalam memeknya yang siap untuk membuncah setinggi-tingginya. Saat itu dia tahu dengan pasti, ia akan kehilangan kontrol, ia akan mengalami orgasme yang luar biasa dahsyatnya. Ia ingin menangis karena tidak ingin itu terjadi dalam suatu persetubuhan yang sebenarnya ia tidak rela, yang merupakan suatu perkosaan itu. Ia yakin sebentar lagi ia akan ditaklukan secara total oleh monster Tua itu. Jari-jarinya dengan keras mencengkeram tepi meja, ia menggigit bibirnya, memohon akal sehatnya yang sudah kacau balau untuk mengambil alih dan tidak membiarkan memeknya menyerah dalam suatu penyerahan total.
Bu Umi Faizah…guru manis berjilbab itu…..berusaha untuk tidak menanggapi lagi. Ia memiringkan kepalanya, berjuang untuk tidak memikirkan percumbuan lelaki tersebut yang luar biasa. Akan tetapi…, tidak bisa, ini terlalu nikmat…, proses menuju klimaks rasanya tidak dapat terbendung lagi. Orgasmenya tinggal beberapa detik lagi, dengan sisa-sisa kesadaran yang ada akhwat ayu ini masih mencoba mengingatkan dirinya bahwa ini adalah suatu pemerkosaan yang brutal yang sedang dialaminya dan tak pantas kalau dia turut menikmatinya, akan tetapi bagian dalam memeknya menghianatinya dengan mengirimkan signal-signal yang sama sekali berlawanan dengan keinginannya itu, Bu Umi merasa sangat tersiksa karena harus menahan diri.
Akhirnya sesuatu melintas pada pikirannya, buat apa menahan diri?, Supaya membuat laki-laki ini puas atau menang?, persetan, akhirnya ia membiarkan diri terbuai dan larut dalam tuntutan badannya dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…AAAAAAAAAAAAhhhhhhhhh………OOOOOOOOUUUGHHHHHHH.. ,akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Akhwat berjilbab itu terkulai lemas tak berdaya di atas meja dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana kontol hitam besar Pak Prapto tetap terjepit di dalam liang memeknya.
Selama proses orgasme yang dialami Bu Umi.. memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan oleh Pak Prapto, dimana kontolnya yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang memek dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang kontolnya serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha kontolnya, terlebih-lebih pada bagian kepala kontolnya setiap terjadi kontraksi pada dinding memek NBu Umi, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. perasaan Pak Prapto seakan-akan menggila melihat akhwat berjilbab yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang kontolnya yang hitam besar itu.OOOhhhh….. aghhh…..ssshhhh……..oouugghh……rintihan dan desis kenikmatan keluar dari mulut akhwat itu…. beberapa menit kemudian Pak Prapto membalik tubuh yang telah lemas itu hingga sekarang Bu Umi setengah berdiri tertelungkup di meja dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arah Pak Prapto. Pak Prapto ingin melakukan doggy style rupanya.
Tangan lelaki Tua itu kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah tetek Bu Umi yang montok..Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya bu Umu Faizah kian kusut itu…. yang kini menggantung ke bawah.
Dengan kedua kaki setengah tertekuk, ia menyingkapkan kain gamis panjang yang menghalangi pandangannya.secara perlahan-lahan lelaki tersebut menggosok-gosok kepala kontolnya yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam memek Bu Umi pada permukaan lubang kemudian menempatkan kepala kontolnya pada bibir kemaluan Bu Umi dari belakang.
Dengan sedikit dorongan, kepala kontol tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan ….Aaaaahhhhhhh………….ooohhhh……Bu Umi meracau…..Kedua tangan Pak Prapto memegang pinggul Bu Umi dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan bu guru itu tidak terletak pada meja lagi, hanya kedua tangannya yang masih bertumpu pada meja. Kedua kaki bug guru berjilbab itu dikaitkan pada paha laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut menarik pinggul Bu Umi ke arahnya, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Umi…ooohhhhhhh …..Oooooooh!”, kontol laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang memeknya dan Pak Prapto terus menekan pantatnya sehingga perutnya yang bebulu lebat itu menempel ketat pada pantat Bu Umi yang setengah terangkat. Selanjutnya dengan ganasnya Pak Prapto memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kontolnya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang memek guru berjilbab yang ketat itu. Sebagai seorang akhwat Jawa yang se tiap hari minum jamu, Bu Umi Faizah…guru cantik berjilbab itu memiliki daya tahan alami dalam bersetubuh. Tapi bahkan kini i kewalahan menghadapi Pak Prapto yang ganas dan kuat itu. Laki-laki itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir setengah jam ia melakukan aktivitasnya dengan tempo permainan yang masih tetap tinggi dan semangat tetap menggebu-gebu. OOOhhhhh….yeeesss……oohhhh…..aduuuuhhh…..agghhh………… ..ennaaaaaaaaaaakkkkkk…….
Pak Prapto merubah posisi permainan, dengan duduk di kursi yang tidak berlengan dan ditariknya akhwat berjilbab itu duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuan Pak Prapto. Pak Prapto mengangkat kain gamis/jilbab baju panjang Bu Umi…..menempatkan kontolnya pada bibir kemaluan nya dan mendorongnya sehingga kepala kontolnya masuk terjepit dalam liang memek akhwat berjilbab itu…, sedangkan tangan kiri
Pak Prapto memeluk pinggul Bu Umi dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kontol Pak Prapto menerobos masuk ke dalam kemaluan nya Tangan kanan Pak Prapto memeluk punggung Bu Umi dan menekannya rapat-rapat hingga kini badan akhwat ayu melekat pada badan Pak Prapto. Kedua tetek nya terjepit pada dada Pak. Prapto yang berambut lebat itu dan menimbulkan perasaan geli yang amat sangat pada kedua puting susunya setiap kali bergesekan dengan rambut dada Pak Prapto. Bu Umi Faizah merintih… ooooohhhh…….aouuuwwww……. Kepalanya tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dengan bebasnya mulut Pak Prapto bisa melumat bibir akhwat ayu yang agak basah terbuka itu.
Bu Umi semakin aktif……..mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar, sehingga kontol yang besar itu seakan mengaduk-aduk dalam memeknya sampai terasa di perutnya. Tak berselang kemudian, Bu Umi merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus………, terus……., bu guru berjilbab itu tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih aooooooooouh…..oohh……yesss….ssshhhhh…….aduuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………eennaaaaaaakk k ANAAAAAAAKKKKK….OOOUUUHH………………menahan rasa yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu datang lagi, akhwat ayu itu tak peduli lagi, “Aaduuuh..ADDDUUUUHHHH………oooh…..aaauuwwww…..,eehgg hghhhh..AUUUUWWW….ENNNNAAKKK…..NIKMAAAAAATTT…..”, akhwat berjilbab itu memekik lirih sambil menjambak rambut laki-laki yang memeluknya dengan kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuan Pak Prapto.Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanyaOOhh…..auhhh…..augghh…eennnnnnnaaaaakkkkkkk kkkkkkkkk…..teruuuuuuusssssss…..Bu Umi meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi seekor kuda betina yang liar dan ganas, buas dan galak.
Sungguh hebat rasa kenikmatan orgasme kedua yang melanda dirinya. Sungguh ironi memang, gadis ayu yang lemah gemulai..sopan….. alim dan berjilbab… kini mendapatkan kenikmatan maksimal justru bukan dengan kekasihnya, akan tetapi dengan orang asing yang sedang memperkosanya.
Kemudian laki-laki itu menggendong dan meletakkan akhwat berjilbab itu di atas meja dengan pantat terletak pada tepi meja dan kedua kakinya terjulur ke lantai. Pak Prapto mengambil posisi diantara kedua paha akhwat cantik berjilbab itu…yang ditariknya mengangkang, dan dengan tangan kanannya menuntun kontolnya ke dalam lubang memek yang telah siap di depannya. Kembali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya dengan kain baju terusan panjang yang kian kusut itu….
Laki-laki itu mendorong kontolnya masuk ke dalam dan menekan badannya setengah menindih tubuh Bu Umi yang telah pasrah oleh kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh lelaki tersebut. Pak Prapto memacu keras untuk mencapai klimaks. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuh Bu Umi yang terkapar lemas di atas meja.
Sementara lelaki Tua itu terus berpacu diantara kedua paha akhwat cantik BERJILBAB itu, badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan kontol lelaki tersebut. Akhwat ini benar-benar telah KO dan dibuat permainan sesukanya oleh si Tua yang perkasa itu. Umi Faizah kini benar-benar tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu oooohhh……aagghh…….uuuhhh….EEENNAAAK.. KONMTOLMU ENAAAAAAK…AKU SUKA KONTOLOMUUU………..OOOHHHH….oohhhh…….aahhhh……oouuuggh h…….ennnaaakkkk……oo ohhh…………….yeesss……egghhhh………ooohhh…….aaahhhhhhhhhh h……., kedua tangannya mencengkeram tepi meja untuk menjaga keseimbangannya. Lelaki itu melihat ke arah jam yang terletak di dinding ruangan kerja tersebut, jam telah menunjukan pukul 14.oo berarti telah 1 jam dia menggarap gadis ayu berjilbab tersebut dan sekarang dia merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam kontolnya yang menimbulkan perasaan geli pada ujung kontolnya. Akhwat ayu dengan jilbab dan baju panjangnya yang kian kusut itu kini telah menikmati birahi yang menggelegak Lagi-lagi Prapto menyingkapkan baju muslim warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan birahi dann nafsu yang melanda dirinya.OOoouuuughhhh………auhhh…..au gghh…eennnnnnnaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk rintihnya.Tiba-tiba Lelaki tersebut mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…AAAAAAHHHHHHHHH…., terus”, dan disertai dengan suatu dorongan kuat, pinggulnya menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu, sehingga buah pelirnya menempel ketat pada lubang anus Bu Umi….dan batang kontolnya yang besar dan panjang itu terbenam seluruhnya di dalam liang memek akhwat berjilbab itu….Dengan suatu lenguhan panjang,
“Sssh…, ooooh! UMIIIII…ENNNAAK……UMI FAIZAAAH…..MEMEKMU ENAAAK….UMI FAIZAAAAHH….UMI FAIZAAAAAAAAHHHH…UMIIII…UMI FAIZAAAHH….”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, lelaki Tua tersebut merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maninya ke dalam memek Bu Umi. Ada kurang lebih lima detik lelaki tersebut tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut, dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Dan pada saat yang bersamaan Bu Umi yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu semprotan hangat dari pancaran cairan kental hangat lelaki tersebut yang menyiram ke seluruh rongga memeknya. Tubuh lelaki Tua itu bergetar hebat di atas tubuh gadis ayu itu.
Setelah kurang lebih 3 menit keduanya memasuki masa tenang dengan posisi tersebut, secara perlahan-lahan Pak Prapto bangun dari atas badan Bu Umi…, mengambil tissue yang berada di samping meja kerja dan mulai membersihkan ceceran air maninya yang mengalir keluar dari bibir kemaluan Bu Umi.Setelah bersih Pak Prapto menarik tubuh Bu Umi yang masih terkapar lemas di atas meja untuk berdiri dan memasang kembali kancing-kancing bajunya yang terbuka….merapikan gamis panjangnya….membetulkan jilbab yang acak-acakan… Setelah merapikan baju dan celananya, Pak Prapto menarik badan akhwat cantik itu dengan lembut ke arahnya dan memeluk dengan mesra sambil berbisik ke telinga Bu Umi, “Maafkan saya manis…, terima kasih atas apa yang telah kau berikan tadi, biarpun kudapat itu dengan sedikit paksaan!”, kemudian dengan cepat Pak Prapto keluar dari ruangan kerja Bu Umi dan membuka pintu keluar yang tadinya dikunci, setelah itu cepat-cepat kembali ke lantai 3.Jam menunjukan 14.15
Sepeninggalan Pak Prapto, bu guru cantik berjilbab itu terduduk lemas di kursinya, seakan-akan tidak percaya atas kejadian yang baru saja dialaminya. Seluruh badannya terasa lemas tak bertenaga, terbesit perasaan malu dalam dirinya, karena dalam hati kecilnya dia mengakui turut merasakan suatu kenikmatan yang belum pernah dialami serta dibayangkannya. Kini hal yang diimpikannya benar-benar menjadi kenyataan. Dalam pikirannya timbul pertanyaan apakah bisa? sepuas tadi bila dia berhubungan dengan suaminya kelak, setelah mengalami persetubuhan yang sensasional itu. Tepat jam 14.30, ia bergegas masuk ke kelas untuk mengajar pelajaran bahasa inggris…tanpa ada seorangpun tahu apa yang telah terjadi pada dirinya.tak mseorangpun tahu ia baru saja lepas dari BIRAHI yang dahsyat.
Tamat
Bu Umi Faizah, ibu guru cantik sensual yang berjilbab, adalah guru bahasa inggris di sebuah SMU di xxxx Penampilannya yang anggun, dengan tubuh padat berisi yang selalu terbungkus gamis panjang, mengenakan kerudung cantik, semakin menambah keanggunannya.
Sungguh anggun sosok akhwat berjilbab ini. Bu Umi berkulit kuning langsat bertampang Jawa, yang sangat cantik dan manis, dengan kulit putih bersih, tinggi badan sekitar 165 cm, potongan muka manis, agak memanjang dengan dibalut jilbab yang sangat menawan hati.
Di balik baju muslimnya..,tercetak tonjolan teteknya yang montok, sedangkan pinggangnya amat langsing dengan perut yang rata, pinggulnya serasi dengan pantatnya yang montok padat.Wow…indahnya….Walau berjilbab, saat berjalan kain panjangnya tertiup angin …menampakkan cetakan tungkai pahanya dan kakinya terlihat panjang serasi dengan bentuk badannya..walau tertutup gamis panjang dan jilbab yang rapat, langkahnya terlihat sangat seksi dan gemulai.
Pembawaan Bu Umi dengan jilbabnya terlihat sangat kalem dan malu-malu. Hal ini rupanya menarik perhatian Pak Prapto, sang kepala sekolah. Pak Prapto sangat terkesan dengan penampilan Bu Umi, karena Bu Umi yang berumur 28 tahun, adalah seorang gadis yang sangat cantik,berjilbab anggun, alim dan sopan.
Sebagai akhwat berjilbab yang sopan dan alim Bu Umi agak risih juga terhadap Pak Prapto, karena setiap kali Pak Prapto lewat depan ruangannya, Pak Prapto selalu melirik dan melempar senyum kepada Bu Umi. Kalau kebetulan Bu Umi tidak melihat keluar, maka Pak Prapto akan mendehem atau membuat gerakan-gerakan yang menimbulkan suara, sehingga Bu Umi akan terpancing untuk melihat keluar. Agak ngeri juga melihat tampang Pak Prapto yang berewokan itu dengan badannya yang gelap dan tinggi besar. Bu Umi telah mempunyai pacar, yang orang Jawa juga dan badan pacarnya agak ceking dan tidak terlalu tinggi, kurang lebih sama tingginya dengan Bu Umi.
Di sekolah tempat Bu Umi mengajar, setiap jam pulang sekolah, yaitu jam 13 para karyawan termasuk para guru dan staff pulang semuanya, kecuali guru yang akan mengajar ekstra kurikuler.
Hari itu hari Kamis,Bu Umi dapat jatah mengajar ekstra kurikuler, hingga ia harus menunggu dari jam 13 sampai jam 14.30. Dengan jilbab kerudung warna biru tua ,mengenakan baju panjang terusan berbahan kain halus yang jatuh, berwarna merah muda yang memakai kancing depan dari atas sampai batas perut,ia kelihatan teramat cantik dan manis, apalagi kulitnya yang putih kuning bersih.
Karena memang sudah jam pulang, suasana di lantai 2 sangat sepi, hanya ditunggui oleh satpam yang duduk di depan pintu luar dekat lift. Untuk menghilangkan lelah setelah sejak pagi mengajar,Bu Umi istirahat sambil makan makanan yang dibawanya dari rumah.
Tiba-tiba Pak Prapto melintas di depan ruangan dan terus menuju ke bagian ruangan sebelah barat. Pak Prapto memutar kunci pada pintu keluar yang tertutup. Setelah itu Pak Prapto kembali menuju ke ruangan Bu Umi . Secara perlahan-lahan Pak Prapto mendekati ruangan Bu Umi, dan mengintip ke dalam. Bu guru berjilbab itu sedang berdandan membetulkan kerudungnya, merapikan gamis panjangnya yang mewah, menghadap ke cermin yang memang disediakan di ruangannya.
Mendengar suara pintu terkunci Bu Umi menoleh ke belakang dan, tiba-tiba mukanya menjadi pucat. berbalik sambil berkata, “Pak, apa-apaan ini, kenapa anda masuk ke ruangan saya dan mengunci pintunya?”, tapi Pak Prapto hanya memandang Bu Umi dengan tersenyum tanpa berkata apa-apa.
Bu Umi semakin panik dan berkata, “Harap anda segera keluar atau saya akan berteriak!”.
Tapi dengan kalem Pak Prapto berkata, “silakan saja nona manis.., apabila kamu mau bikin skandal dan setiap orang di sekolah ini akan menggosipkan kamu selama-lamanya”.
Mendengar itu Bu Umi yang pada dasarnya pemalu menjadi ngeri juga akan akibatnya apabila ia berteriak. Bagaimana dia akan menaruh mukanya di hadapan teman-temannya sekantor apabila terjadi skandal. Kala akhwat cantik berjilbab itu berada dalam keraguan, dengan cepat Pak Prapto berjalan medekat ke arah Bu Umi. Karena ruangan kerja yang sempit , begitu dirinya mundur untuk menghindar, dia langsung kepepet pada meja kerja yang berada di belakangnya. Apalagi dengan gamis panjangnya yang melilit tubuhnya, ia tak bisa bebas bergerak.
Dengan cepat kedua tangan Pak Prapto yang penuh dengan bulu tersebut memeluk badan Bu Guru berjilbab yang montok itu dan mendekapkan ke tubuhnya. Dalam sekejap badan bu Umi yang sangat halus dan ranum, telah sepenuhnya berada dalam pelukan lelaki tua itu.
Prapto memegang kedua lengan bagian atas Bu Umi dekat bahu, sambil mendorong badan Bu guru berjilbab itu hingga tersandar pada meja, Pak Prapto mengangkat badan Bu Umi dan mendudukkannya di atas meja kerja Bu Umi yang penuh buku-buku bahasa inggris itu. Kedua tangan Umi diletakan di belakang badan dan dipegang dengan tangan kirinya.
Dengan beringas Pak Prapto menciumi wajah cantik dan manis yang masih mengenakan kerudung itu. Nampak Prapto seperti anjing kelaparan menyosor-nyosor wajah ayu Bu Umi, sementara akhwat cantik berjilbab itu hanya bisa meronta-ronta.
Tangan kanan Pak Prapto tiba-tiba turun kebagian bawah tubuh Bu Umi dan meraih ujung kain panjang di bagian bawah, sejurus kemudian diangkatnya baju panjang itu tinggi-tinggi hingga tersingkaplah apa yang selama ini tersembunyi. Pak Prapto berhasil menyaksikan akhwat itu dari ujung kaki, betis, sampai pangkal paha. Lalu tangannya meremas-remas bokong kenyal akhwat ayu itu.
Badan Pak Prapto dirapatkan diantara kedua kaki Bu Umi yang tergantung di tepi meja dan paha Pak Prapto yang sebelah kiri menekan rapat pada tepi meja sehingga kedua paha Bu Umi terbuka. Ia sengaja tidak melepas gamis dan kerudung akhwat ayu itu. Ia ingin menyetubuhi akhwat itu dengan membiarkan gamis dan jilbabnya tetap terpakai. Ia merasakan sensasi yang luar biasa bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Tangan kiri Pak Prapto yang memegang kedua tangan akhwat berjilbab itu di belakang badan Bu Umi dan ditekankan pada pantat ke depan, sehingga badan akhwat berjilbab yang sedang duduk di tepi meja, terdorong dan kemaluan Bu Umi melekat rapat pada paha sebelah kiri Pak Prapto yang berdiri menyamping.
Tangan kanan Pak Prapto yang bebas dengan cepat mulai membuka kancing-kancing depan baju panjang terusan yang dikenakan Bu Umi sementara Bu Umi hanya bisa menggeliat-geliat.
“Jangan…,AAAAAAAAAAAHHHHH… jangan lakukan itu!, stoooppp…, stoopppp”, akan tetapi Pak Prapto tetap melanjutkan aksinya itu.
Sebentar saja baju bagian depan Bu Umi telah terbuka sampai sebatas perut, sehingga kelihatan teteknya yang montok itu ditutupi dengan BH yang berwarna putih bergerak naik turun mengikuti irama nafasnya. Tetek yang kuning dan kenyal itu seolah ingin lepas dari BH nya.Perutnya yang rata dan mulus itu terlihat sangat merangsang. Dengan lincah tangan kanan Pak Prapto bergerak ke belakang badan Bu Umi dan membuka pengait BH . Kemudian Pak Prapto menarik ke atas BH Nu Umi hingga terpampang kedua tetek Bu Umi Faizah yang montok sangat mulus dengan putingnya yang coklat muda mencuat naik turun dengan cepat karena nafas yang tidak teratur.
“Oooohh…, OOOOOOUUUUGGHHHH….ooohh…, jaanggaannn…, jaannnggaann!”.
Erangan akhwat cantik berjilbab itu tidak dipedulikan oleh pria tersebut, malah Prapto menyingkapkan kerudungnya hingga terlihat kupingnya mulut Pak Prapto mulai menciumi belakang telinga Bu Umi dan lidahnya bermain-main di dalam kuping bu guru berjilbab itu. Hal ini menimbulkan perasaan yang sangat geli, yang menyebabkan badan perempuan berjilbab itu menggeliat-geliat hingga tanpa terasa Umi Faizah mulai terangsang oleh permainan Pak Prapto ini.
Mulut Pak Prapto berpindah dan melumat bibir Bu Umi dengan ganas, lidahnya bergerak-gerak menerobos ke dalam mulut dan menggelitik-gelitik lidah Bu Umi.
“aahh…,AAAAAGGHHHHHH….UUHHH……AAAAAAAAAHHHHHHHHHH…… UOUUUUUEHHMMM hmm…, hhmm”, terdengar suara mengguman dari mulut Bu Umi yang tersumbat oleh mulut Pak Prapto.
Badan Bu Umi yang tadinya tegang mulai agak melemas, mulut Pak Prapto sekarang berpindah dan mulai menjilat-jilat dari dagu turun ke leher, kepala Bu Umi tertengadah ke atas dan badan bagian atasnya yang terlanjang melengkung ke depan, ke arah Pak Prapto, teteknya yang besar bulat kencang itu, seakan-akan menantang ke arah lelaki tua tersebut.
Pak Prapto langsung bereaksi, tangan kanannya memegangi bagian bawah tetek Bu Umi mulutnya menciumi dan mengisap-isap kedua puting itu secara bergantian. Mulanya tetek yang sebelah kanan menjadi sasaran mulut Pak Prapto. Tetek yang kenyal itu hampir masuk semuanya ke dalam mulut Pak Prapto yang mulai mengisap-isapnya dengan lahap. Lidahnya bermain-main pada puting hingga tetek Umi segera bereaksi menjadi keras. Terasa sesak nafas akhwat alim ini menerima permainan Pak Prapto yang lihai itu. Badan nya terasa makin lemas dan dari mulutnya terus terdengar erangan,
“Sssshh…, ssssshh..SSSSSHHHHHHHH……OOOOOHHHHH…AAUUUHH…, aahh…, aahh…, ssshh…, sssshh…, jangaann…, diiteeruussiinn”,
Mulut Pak Prapto terus berpindah-pindah dari tetek yang kiri, ke yang kanan, mengisap-isap dan mejilat-jilat kedua puting tetek akhwat itu secara bergantian selama kurang lebih lima menit. Bu Umi Faizah guru cantik berjilbab itu kini benar-benar telah lemas menerima perlakuan ini. Matanya terpejam pasrah dan kedua putingnya telah benar-benar mengeras. Dalam keadaan terlena itu tiba-tiba badannya tersentak, karena dia merasakan tangan Pak Prapto mulai mengelus-elus pahanya yang terbuka karena baju gamis panjangnya telah terangkat sampai pangkal pahanya. Bu Umi mencoba menggeliat, badan dan kedua kakinya digerak-gerakkan mencoba menghindari tangan lelaki tersebut beroperasi di pahanya, akan tetapi karena badan dan kedua tangannya terkunci oleh Pak Prapto, maka dia tidak bisa berbuat apa-apa, yang hanya dapat dilakukan adalah hanya mengerang,
“Jaanngaannnn…, jaannngggannn…, diitteeerruusiin”, akan tetapi suaranya semakin lemah saja.
Melihat kondisi seperti itu, Pak Prapto yang telah berpengalaman, yakin bahwa akhwat ayu berjilbab ini telah berada dalam genggamannya. Aktivitas tangan Pak Prapto makin ditingkatkan, terus bermain-main di paha mulus akhwat itu dan secara perlahan-lahan merambat ke atas. Tiba-tiba jarinya menyentuh bibir memek Bu Umi.
Segera badan akhwat itu tersentak , “aahh…, jaannggaan!”
Mula-mula hanya ujung jari telunjuk Pak Prapto yang mengelus-elus bibir memek Bu Umi yang tertutup celana dalam, akan tetapi tak lama kemudian tangan kanan Pak Prapto menarik celana dalam itu dan memaksanya lepas dari pantatnya dan meluncur keluar di antara kedua kaki Bu Guru berjilbab itu. Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjang yang kian kusut itu.
Bu Umi Faizah tidak dapat berbuat apa-apa untuk menghindari perbuatan Pak Prapto ini. Sekarang dirinya dalam posisi duduk di atas meja dengan tidak memakai celana dalam dan kedua teteknya terbuka karena BH-nya telah terangkat ke atas. Muka nya yang ayu terlihat merah merona dengan matanya yang terpejam sayu, sedangkan giginya terlihat menggigit bibir bawahnya yang bergetar.Prapto benar-benar semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati memeknya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang muslimnya.
Sebentar-sebentar Prapto menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan memek akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Melihat ekspresi muka akhwat cantik yang masih memakai jilbab duduk mengangkang,kain gamisnya terangkat tinggi dan telah telanjang di tubuh bagian bawah ini.. yang tak berdaya seperti itu, makin membangkitkan nafsu birahi lelaki tersebut. Pak. Prapto melihat ke arah jam yang berada di dinding, pada saat itu baru menunjukan pukul 13.30, berarti dia masih punya waktu kurang lebih satu jam untuk menuntaskan nafsunya itu. Pada saat itu Pak. Prapto sudah yakin bahwa dia telah menguasai situasi, tinggal melakukan tembakan terakhir saja.
Tampa menyia-nyiakan waktu yang ada, Pak Prapto, dengan tetap mengunci kedua tangan Bu Umi, tangan kanannya mulai membuka kancing dan retsliting celananya, setelah itu dia melepaskan celana yang dikenakannya sekalian dengan celana dalam-nya. Pada saat celana dalam-nya terlepas, maka kontol Pak Prapto yang telah tegang sejak tadi itu seakan-akan terlonjak bebas mengangguk-angguk dengan perkasa. Pak Prapto agak merenggangkan badannya, hingga terlihat oleh Bu Umi kontol yang sedang mengangguk-angguk itu, badan akhwat berjilbab itu tiba-tiba menjadi tegang dan mukanya menjadi pucat, kedua matanya terbelalak melihat benda yang terletak diantara kedua paha lelaki Tua itu. Benda tersebut hitam besar kelihatan gemuk dengan urat yang melingkar…., sangat panjang…, sampai di atas pusar lelaki tersebut, dengan besarnya kurang lebih 6 cm dan kepalanya berbentuk bulat lonjong seperti jamur. Tak terasa dari mulut Bu guru berjilbab itu terdengar jeritan tertahan, “Iiihh”, disertai badannya yang merinding.
Dia belum pernah melihat kontol sebesar itu. Bu Umi merasa ngeri. “Bisa jebol memekku dimasuki kontolnya”, gumannya dalam hati. Namun ia tak dapat menyembunyikan kekagumannya. Seolah-olah ada pesona tersendiri hingga pandangan matanya seakan-akan terhipnotis, terus tertuju ke benda itu. Pak Prapto menatap muka cantik yang sedang terpesona dengan mata terbelalak dan mulut setengah terbuka itu, “Kau Cantik sekali Umi…gumam Pak Prapto mengagumi kecantikan akhwat itu.
Kemudian dengan lembut Pak Prapto menarik tubuh yang cantik itu, sampai terduduk di pinggir meja dan sekarang Pak Prapto berdiri menghadap langsung ke arah Bu Umi dan karena yakin bahwa Umi telah dapat ditaklukkannya, tangan kirinya yang memegang kedua tangan akhwat cantik ini, dilepaskannya dan langsung kedua tangannya memegang kedua kaki bu Umi, bahkan dengan gemas ia merentangkan kedua belah paha lebar-lebar. Matanya benar-benar nanar memandang daerah di sekitar selangkangan akhwat berjilbab itu Nafas laki-laki itu terdengar mendengus-dengus memburu. Biarpun kedua tangannya telah bebas, tapi Bu Umi tidak bisa berbuat apa-apa karena di samping badan Pak Prapto yang besar, Bu Umi sendiri merasakan badannya amat lemas serta panas dan perasaannya sendiri mulai diliputi oleh suatu sensasi yang menggila, apalagi melihat tubuh Pak Prapto yang besar berbulu dengan kemaluannya yang hitam, besar yang pada ujung kepalanya membulat mengkilat dengan pangkalnya yang di tumbuhi rambut yang hitam lebat terletak diantara kedua paha yang hitam gempal itu.
Gejolak birahi kedua manusia itu semakin membara…Prapto semakin bernafsu, menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah ia nikmati tubuhnya .Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan baju panjang muslimnya. Sebentar-sebentar Prapto menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi yang melanda.
Sambil memegang kedua paha Bu Umi dan merentangkannya lebar-lebar, Pak Prapto membenamkan kepalanya di antara kedua paha Umi. Mulut dan lidahnya menjilat-jilat penuh nafsu di sekitar memek yang yang masih rapat, tertutup rambut halus itu. Bu Umi hanya bisa memejamkan mata,
“Ooohh..OOOOHHHH…., nikmatnya…,AAAUUUGGHHHH…AAAAAAAAAAAAAAAHHHH… ooohh!”, ia menguman dalam hati, mulai bisa menikmatinya, sampai-sampai tubuhnya bergerak menggelinjang-gelinjang kegelian.
“Ooooohh..AAAAAAAAAAA ….HHHH…OOOHH…OOWWWW…, hhmm!”, terdengar rintihan halus, memelas keluar dari mulutnya.
“Paakkk…, aku tak tahan lagi…!”, Bu Umi memelas sambil menggigit bibir.
Bu Umi Faizah….guru bahasa anggris yang cantik berjilbab itu….. tidak bisa menahan lagi, dia telah diliputi nafsu birahi,perasaannya yang halus, terasa tersiksa antara rasa malu karena telah ditaklukan oleh orang Tua yang kasar itu dengan gampang dan perasaan nikmat yang melanda di sekujur tubuhnya akibat serangan-serangan mematikan yang dilancarkan Pak Prapto yang telah bepengalaman itu.
Namun rupanya lelaki Tua itu tidak peduli, bahkan amat senang melihat Bu Umi sudah mulai merespon atas cumbuannya itu. Tangannya yang melingkari kedua pantat Bu Umi kini dijulurkan ke atas, menjalar melalui perut ke arah dada dan mengelus-elus serta meremas-remas kedua tetek dengan sangat bernafsu.
Menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Pak Prapto ini, Bu Umi benar-benar sangat kewalahan dan kemaluannya telah sangat basah kuyup. “Paakkk…, aakkhh…AAAAAAAAAKKKKHHHH….EENNNAAAAAAKK…..ENAAAAKK K…..TERUUUUUUUUUSSSSSSSSS…TERUUUUUUSS………, aakkkhh!”, akhwat ayu berjilbab itu mengerang halus, kedua pahanya yang jenjang mulus menjepit kepala Pak Prapto untuk melampiaskan derita birahi yang menyerangnya, dijambaknya rambut Pak Prapto keras-keras. Kini ia tak peduli lagi akan bayangan pacarnya dan kenyataan bahwa lelaki Tua itu sebenarnya sedang memperkosanya, perasaan dan pikirannya telah diliputi olen nafsu birahi yang menuntut untuk dituntaskan. Akhwat ayu berjilbab…yang lemah lembut ini… benar-benar telah ditaklukan oleh permainan laki-laki Tua yang dapat membangkitkan gairahnya.
Prapto makin gemas menyaksikan akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini menggeliat-geliat menahan nikmat.Sebentar-sebentar Prapto menaikkan baju panjang warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda.Ya…Bu Umi Faizah benar-benar berada dalam Birahi yang membakar sukmanya.
Tiba-tiba Pak Prapto melepaskan diri, kemudian bangkit berdiri di depan Bu Umi yang masih terduduk di tepi meja, ditariknya akhwat cantik itu dari atas meja dan kemudian Pak Prapto gantian bersandar pada tepi meja dan kedua tangannya menekan bahu Bu Umi ke bawah, sehingga sekarang posisi akhwat berjilbab itu berjongkok di antara kedua kaki berbulu Pak Prapto dan kepalanya tepat sejajar dengan bagian bawah perutnya. Bu Umi Faizah…tahu apa yang diingini lelaki itu..tanpa sempat berpikir lagi, tangan Pak Prapto meraih belakang kepala Umi dan dibawa mendekati kontol Pak Prapto, yang sungguh luar biasa itu. kepala kontol Pak Prapto telah terjepit di antara kedua bibir mungil BU Umi…., dicobanya membuka mulut selebar-lebarnya, Lalu Bu Umi Faizah mulai mengulum alat vital Pak Prapto ke dalam mulutnya, hingga membuat lelaki Tua itu melek merem keenakan. OOoooohhhhhh..TERUUUUUUSSS…….Bu Umi……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Umi Faizah……Umi Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww…… .Ummiiii……..teruuuusssss……ooooggghhh……
Benda itu hanya masuk bagian kepala dan sedikit batangnya saja ke dalam mulut yang sensual, itupun …hampir sesak nafas dibuatnya. Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat cantik yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang Kelihatan bu guru berjilbab yang cantik itu, menghisap…, mengulum serta mempermainkan batang kontol keluar masuk ke dalam mulutnya.
Terasa benar kepala itu bergetar hebat setiap kali lidah bu Umi menyapu kepalanya. Rupanya akhwat cantik berjilbab itu mahir juga bermain oral sex…Bibirnya yang seksi dan wajahnya yang cantik….begitu memukau hati Pak Prapto.TERUUUUUUSSS…….Bu Umi……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Umi Faizah……Umi Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww……
.Ummiiii……..teruuuusssss……ooooggghhh……
Beberapa saat kemudian Pak Prapto melepaskan diri, ia mengangkat badan Bu Umi yang jilbab dan baju panjang terusannya masih terpakai itu….diangkatnya baju kurung yang halus itu ke atas hingga pangkal pahanya yang putih berrsih …..membaringkan di atas meja dengan pantat terletak di tepi meja, kaki kiri guru berjilbab itu diangkatnya agak melebar ke samping, di pinggir pinggang lelaki tersebut. Kemudian Pak Prapto mulai berusaha memasuki tubuh bu Umi…… Tangan kanan Pak Prapto menggenggam batang kontolnya yang besar …dan kepala kontolnya yang membulat itu digesek-gesekkannya pada clitoris dan bibir kemaluan akhwat itu……Oooohhhh…sssshhhhh…SSHHHH…..AUUUUWW……OOOOOUUU HHHH……AAAAHHHH..EEENNAAAAAKK…….ENAAAAAAK……AAAAAAAA AUUUUUWWW….TERUUUUUUUSSSSS….YEAH…..UUUUHHOOOOOHHHH …. AH…ENAAAAKKK……akhwat berjilbab itu mengerang…mendesis nikmat…, hingga merintih-rintih melawan badai birahi yang menerpa, kenikmatan dan badannya tersentak-sentak. Pak Prapto terus berusaha menekan kontolnya ke dalam kemaluan Bu Umi yang memang sudah sangat basah itu, akan tetapi sangat sempit untuk ukuran kontol Pak Prapto yang besar .
Sementara denyut-denyut kemaluan Bu Umi Faizah semakin liar menggoyang dan memilin-nilin kontol Prapto.Prapto hanya bisa berteriak….oooh…enaaaakkkkk….TERUUUUUUSSS. ……Bu Umi……enaaaaaakkk….UUmmiiiii…..Faizah…Umi Faizah……Umi Faizaaaahhh…..aaaauuuuuww…… .Ummiiii……..Umi Faizaaahh…Umi Faizaahhh….UMI FAIZAHHHHH..UMI FAIZAAAAHHHH…..ENAAAAKKKK….teruuuusssss……ooooggghh h……
Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu…. Pelahan-lahan kepala kontol Pak Prapto itu menerobos masuk membelah bibir kemaluan akhwat itu… Ketika kepala kontol lelaki Tua itu menempel pada bibir kemaluannya, bu guru berjilbab itu mendesis ooohh…..ough….aahhh……teruuusssssss……saluran memeknya ternyata panas dan basah.
Ia berusaha memahami kondisi itu, namun semua pikirannya segera lenyap, ketika lelaki itu memainkan kepala kontolnya pada bibir kemaluannya yang menimbulkan suatu perasaan geli yang segera menjalar ke seluruh tubuhnya. Dalam keadaan gamang dan gelisah itu, dengan kasar Pak. Prapto tiba-tiba menekan pantatnya kuat-kuat ke depan sehingga pinggulnya menempel ketat pada pinggul Bu Umi, rambut lebat pada pangkal kontol lelaki tersebut mengesek pada kedua paha bagian atas dan bibir kemaluan Bu Umi yang makin membuatnya kegelian, sedangkan seluruh batang kontolnya amblas ke dalam liang memek akhwat berjilbab itu.
Tak kuasa menahan diri, dari mulut Bu Umi terdengar jeritan halus tertahan, “Aduuuh!.., ooooooohh.., aahh”,ooouuww……enaakkk…….sshhh……..enaaaaaaa aaaakkkkk….aku suka kontolmuuu…….ENNNNNAAAAAAKKKK…..ENAAAAAAK……OOOHHHH ……AUUUUUWW ….PRAPTO TERUUUUUUUSSSS…..ENTOT AKU TERUUUUUSS……MASUKKAN KONTOOLMU…..YA…ENAAAAAAAAKKK……AAAAAAAAAAAGGHHHH…. mulutnya meracau tak menentu disertai badannya yang tertekuk ke atas dan kedua tangan Bu Umi mencengkeram dengan kuat pinggang Pak Prapto. Perasaan sensasi luar biasa bercampur sedikit pedih menguasai dirinya, hingga badannya mengejang beberapa detik.
Akhwat ayu dengan jilbab dan baju gamis panjangnya itu kini telah dilanda birahi yang menggelegak Lagi-lagi Prapto menyingkapkan baju muslim warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu…. Sementara Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari,kerudungnya kian kusut karena lonjakan kepala menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanya aduuuuhh….OOhh…..auhhh…..augghh…ennaaaaakkkkkkkkkk kkkkkk…..AAHHHHHHHHHHH….AAAAAAAAAAAAUUUUUUHHHHHHHH …..teruuuuuuusssssss..bibir Bu Umi meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi kuda betina yang liar dan ganas, buas dan brutal.
Teteknya yang besar terguncang ke sana ke mari mengikuti hentakan tubuh Pak Prapto…akhwat itu benar-benar berada dalam lautan BIRAHI. Pak Prapto cukup mengerti keadaan akhwat cantik ini, ketika dia selesai memasukkan seluruh batang kontolnya, dia memberi kesempatan kemaluan Bu Umi untuk bisa menyesuaikan dengan kontolnya yang besar itu.Ia merasakan sensasi yang luar biasa…bercinta dengan akhwat anggun yang masih tertutup jilbab dan gamis panjang . . Beberapa saat kemudian Pak Prapto mulai menggoyangkan pinggulnya, mula-mula perlahan, kemudian makin lama semakin cepat. Seterusnya pinggul lelaki Tua itu bergerak dengan kecepatan tinggi diantara kedua paha halus gadis ayu tersebut. Bu guru cantik berjilbab ini berusaha memegang lengan pria itu, sementara tubuhnya bergetar dan terlonjak dengan hebat akibat dorongan dan tarikan kontol lelaki tersebut pada kemaluannya, giginya bergemeletuk dan kepalanya menggeleng-geleng ke kiri kanan di atas meja. Bu Umi mencoba memaksa kelopak matanya yang terasa berat untuk membukanya sebentar dan melihat wajah gelap lelaki Tua yang sedang menatapnya, dengan takjub. Akhwat ayu ini berusaha bernafas dan … :” “Paak…, aahh…, ooohh…, ssshh”, sementara pria tersebut terus menyetubuhinya dengan ganas.
Bu Umi Faizah….guru bahasa inggris yang cantik itu….sungguh tak kuasa untuk tidak merintih setiap kali Pak Prapto menggerakkan tubuhnya, ohhhhhhhhhhhhhh….. AAAHHHHHH…. ENAAAAAKK… TERUUUUUUUSIIN…. GENJOT TERUUS…………enaaaaaaaakkkk……teruuuuusss……..oouuww……. gesekan demi gesekan di dinding liang memeknya, sungguh membuat nya melayang-layang dalam sensasi kenikmatan yang belum pernah dia alami. Setiap kali Pak Prapto menarik kontolnya keluar, Bu Umi merasa seakan-akan sebagian dari badannya turut terbawa keluar dari tubuhnya dan pada gilirannya Pak Prapto menekan masuk kontolnya ke dalam memek nya, maka klitoris nya terjepit pada batang kontol Pak Prapto dan terdorong masuk kemudian tergesek-gesek dengan batang kontol Pak. Prapto yang berurat itu. OOoooohhhhhhhhhh…..aduuuuhhh….enaaaakkk….mulut cantik itu benar-benar sudah tak terkontrol….
Hal ini menimbulkan suatu perasaan geli yang dahsyat, yang mengakibatkan seluruh badan akhwat cantik itu menggeliat dan terlonjak, sampai badannya tertekuk ke atas menahan sensasi kenikmatan yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.Hanya rintihan…..desis nafas….dan keringat yang membanjiri tubuh bu Umi…..Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya yang kian kusut itu….
Lelaki tersebut terus menyetubuhi Bu Umi dengan cara itu. Sementara tangannya yang lain tidak dibiarkan menganggur, dengan terus bermain-main pada bagian dada Umi dan meremas-remas kedua tetek Bu Umi secara bergantian. ..ia dapat merasakan puting susunya sudah sangat mengeras, runcing dan kaku.
Akhwat ayu berjilbab ini bisa melihat bagaimana batang kontol yang hitam besar dari lelaki Tua itu keluar masuk ke dalam liang kemaluannya yang sempit. Bu Umi selalu menahan nafas ketika benda itu menusuk ke dalamnya. Kemaluannya hampir tidak dapat menampung ukuran kontol Pak Prapto yang super besar itu. Akhwat ayu berjilbab itu menghitung-hitung detik-detik yang berlalu, ia berharap lelaki Tua itu segera mencapai klimaksnya, namun harapannya itu tak kunjung terjadi. Ia berusaha menggerakkan pinggulnya, akan tetapi paha, bokong dan kakinya mati rasa. Tapi ia mencoba berusaha membuat lelaki itu segera mencapai klimaks dengan memutar bokongnya, menjepitkan pahanya, akan tetapi Pak Prapto terus menyetubuhinya dan tidak juga mencapai klimaks.
Bu Umi semakin tak seimbang tubuhnya,kepalanya tergoyang ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanya Ohh…..auhhh…..augghh…eennnnnnnaaaaak kkkkkkkkkkkkkkk…..teruuuuuuusssssss..mulut cantikr Bu Umi meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi kuda betina yang liar dan ganas, buas dan brutal.
Ooooooooouuuuuuuuuuhhhhhhhh…………… tiba-tiba Bu Umi …guru bahasa Inggris yang cantik berjilbab itu ..merasakan sesuatu yang aneh di dalam tubuhnya, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan ketika bersetubuh dengan pacarnya, rasanya seperti ada kekuatan dahsyat pelan-pelan bangkit di dalamnya, perasaan yang tidak diingininya, tidak dikenalnya, keinginan untuk membuat dirinya meledak dalam kenikmatan. .. merasa dirinya seperti mulai tenggelam dalam genangan air, dengan gleiser di dalam memeknya yang siap untuk membuncah setinggi-tingginya. Saat itu dia tahu dengan pasti, ia akan kehilangan kontrol, ia akan mengalami orgasme yang luar biasa dahsyatnya. Ia ingin menangis karena tidak ingin itu terjadi dalam suatu persetubuhan yang sebenarnya ia tidak rela, yang merupakan suatu perkosaan itu. Ia yakin sebentar lagi ia akan ditaklukan secara total oleh monster Tua itu. Jari-jarinya dengan keras mencengkeram tepi meja, ia menggigit bibirnya, memohon akal sehatnya yang sudah kacau balau untuk mengambil alih dan tidak membiarkan memeknya menyerah dalam suatu penyerahan total.
Bu Umi Faizah…guru manis berjilbab itu…..berusaha untuk tidak menanggapi lagi. Ia memiringkan kepalanya, berjuang untuk tidak memikirkan percumbuan lelaki tersebut yang luar biasa. Akan tetapi…, tidak bisa, ini terlalu nikmat…, proses menuju klimaks rasanya tidak dapat terbendung lagi. Orgasmenya tinggal beberapa detik lagi, dengan sisa-sisa kesadaran yang ada akhwat ayu ini masih mencoba mengingatkan dirinya bahwa ini adalah suatu pemerkosaan yang brutal yang sedang dialaminya dan tak pantas kalau dia turut menikmatinya, akan tetapi bagian dalam memeknya menghianatinya dengan mengirimkan signal-signal yang sama sekali berlawanan dengan keinginannya itu, Bu Umi merasa sangat tersiksa karena harus menahan diri.
Akhirnya sesuatu melintas pada pikirannya, buat apa menahan diri?, Supaya membuat laki-laki ini puas atau menang?, persetan, akhirnya ia membiarkan diri terbuai dan larut dalam tuntutan badannya dan terdengar erangan panjang keluar dari mulutnya yang mungil, “Ooooh…, ooooooh…, aahhmm…, ssstthh!”. Gadis ayu itu melengkungkan punggungnya, kedua pahanya mengejang serta menjepit dengan kencang, menekuk ibu jari kakinya, membiarkan bokongnya naik-turun berkali-kali, keseluruhan badannya berkelonjotan, menjerit serak dan…AAAAAAAAAAAAhhhhhhhhh………OOOOOOOOUUUGHHHHHHH.. ,akhirnya larut dalam orgasme total yang dengan dahsyat melandanya, diikuti dengan suatu kekosongan melanda dirinya dan keseluruhan tubuhnya merasakan lemas seakan-akan seluruh tulangnya copot berantakan. Akhwat berjilbab itu terkulai lemas tak berdaya di atas meja dengan kedua tangannya terentang dan pahanya terkangkang lebar-lebar dimana kontol hitam besar Pak Prapto tetap terjepit di dalam liang memeknya.
Selama proses orgasme yang dialami Bu Umi.. memberikan suatu kenikmatan yang hebat yang dirasakan oleh Pak Prapto, dimana kontolnya yang masih terbenam dan terjepit di dalam liang memek dan merasakan suatu sensasi luar biasa, batang kontolnya serasa terbungkus dengan keras oleh sesuatu yang lembut licin yang terasa mengurut-urut seluruha kontolnya, terlebih-lebih pada bagian kepala kontolnya setiap terjadi kontraksi pada dinding memek NBu Umi, yang diakhiri dengan siraman cairan panas. perasaan Pak Prapto seakan-akan menggila melihat akhwat berjilbab yang begitu cantik dan ayu itu tergelatak pasrah tak berdaya di hadapannya dengan kedua paha yang halus mulus terkangkang dan bibir kemaluan yang kuning langsat mungil itu menjepit dengan ketat batang kontolnya yang hitam besar itu.OOOhhhh….. aghhh…..ssshhhh……..oouugghh……rintihan dan desis kenikmatan keluar dari mulut akhwat itu…. beberapa menit kemudian Pak Prapto membalik tubuh yang telah lemas itu hingga sekarang Bu Umi setengah berdiri tertelungkup di meja dengan kaki terjurai ke lantai, sehingga posisi pantatnya menungging ke arah Pak Prapto. Pak Prapto ingin melakukan doggy style rupanya.
Tangan lelaki Tua itu kini lebih leluasa meremas-remas kedua buah tetek Bu Umi yang montok..Sesekali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya ddengan kain gamis panjangnya bu Umu Faizah kian kusut itu…. yang kini menggantung ke bawah.
Dengan kedua kaki setengah tertekuk, ia menyingkapkan kain gamis panjang yang menghalangi pandangannya.secara perlahan-lahan lelaki tersebut menggosok-gosok kepala kontolnya yang telah licin oleh cairan pelumas yang keluar dari dalam memek Bu Umi pada permukaan lubang kemudian menempatkan kepala kontolnya pada bibir kemaluan Bu Umi dari belakang.
Dengan sedikit dorongan, kepala kontol tersebut membelah dan terjepit dengan kuat oleh bibir-bibir kemaluan ….Aaaaahhhhhhh………….ooohhhh……Bu Umi meracau…..Kedua tangan Pak Prapto memegang pinggul Bu Umi dan mengangkatnya sedikit ke atas sehingga posisi bagian bawah badan bu guru itu tidak terletak pada meja lagi, hanya kedua tangannya yang masih bertumpu pada meja. Kedua kaki bug guru berjilbab itu dikaitkan pada paha laki-laki tersebut. Laki-laki tersebut menarik pinggul Bu Umi ke arahnya, berbarengan dengan mendorong pantatnya ke depan, sehingga disertai keluhan panjang yang keluar dari mulut Umi…ooohhhhhhh …..Oooooooh!”, kontol laki-laki tersebut menerobos masuk ke dalam liang memeknya dan Pak Prapto terus menekan pantatnya sehingga perutnya yang bebulu lebat itu menempel ketat pada pantat Bu Umi yang setengah terangkat. Selanjutnya dengan ganasnya Pak Prapto memainkan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil mulutnya mendesis-desis keenakan merasakan kontolnya terjepit dan tergesek-gesek di dalam lubang memek guru berjilbab yang ketat itu. Sebagai seorang akhwat Jawa yang se tiap hari minum jamu, Bu Umi Faizah…guru cantik berjilbab itu memiliki daya tahan alami dalam bersetubuh. Tapi bahkan kini i kewalahan menghadapi Pak Prapto yang ganas dan kuat itu. Laki-laki itu benar-benar luar biasa tenaganya. Sudah hampir setengah jam ia melakukan aktivitasnya dengan tempo permainan yang masih tetap tinggi dan semangat tetap menggebu-gebu. OOOhhhhh….yeeesss……oohhhh…..aduuuuhhh…..agghhh………… ..ennaaaaaaaaaaakkkkkk…….
Pak Prapto merubah posisi permainan, dengan duduk di kursi yang tidak berlengan dan ditariknya akhwat berjilbab itu duduk menghadap sambil mengangkang pada pangkuan Pak Prapto. Pak Prapto mengangkat kain gamis/jilbab baju panjang Bu Umi…..menempatkan kontolnya pada bibir kemaluan nya dan mendorongnya sehingga kepala kontolnya masuk terjepit dalam liang memek akhwat berjilbab itu…, sedangkan tangan kiri
Pak Prapto memeluk pinggul Bu Umi dan menariknya merapat pada badannya, sehingga secara perlahan-lahan tapi pasti kontol Pak Prapto menerobos masuk ke dalam kemaluan nya Tangan kanan Pak Prapto memeluk punggung Bu Umi dan menekannya rapat-rapat hingga kini badan akhwat ayu melekat pada badan Pak Prapto. Kedua tetek nya terjepit pada dada Pak. Prapto yang berambut lebat itu dan menimbulkan perasaan geli yang amat sangat pada kedua puting susunya setiap kali bergesekan dengan rambut dada Pak Prapto. Bu Umi Faizah merintih… ooooohhhh…….aouuuwwww……. Kepalanya tertengadah ke atas, pasrah dengan matanya setengah terkatup menahan kenikmatan yang melandanya sehingga dengan bebasnya mulut Pak Prapto bisa melumat bibir akhwat ayu yang agak basah terbuka itu.
Bu Umi semakin aktif……..mulai memacu dan terus menggoyang pinggulnya, memutar-mutar ke kiri dan ke kanan serta melingkar, sehingga kontol yang besar itu seakan mengaduk-aduk dalam memeknya sampai terasa di perutnya. Tak berselang kemudian, Bu Umi merasaka sesuatu yang sebentar lagi akan kembali melandanya. Terus………, terus……., bu guru berjilbab itu tak peduli lagi dengan gerakannya yang agak brutal ataupun suaranya yang kadang-kadang memekik lirih aooooooooouh…..oohh……yesss….ssshhhhh…….aduuuuuuuuu uuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh………eennaaaaaaakk k ANAAAAAAAKKKKK….OOOUUUHH………………menahan rasa yang luar biasa itu. Dan ketika klimaks itu datang lagi, akhwat ayu itu tak peduli lagi, “Aaduuuh..ADDDUUUUHHHH………oooh…..aaauuwwww…..,eehgg hghhhh..AUUUUWWW….ENNNNAAKKK…..NIKMAAAAAATTT…..”, akhwat berjilbab itu memekik lirih sambil menjambak rambut laki-laki yang memeluknya dengan kencang itu. Dunia serasa berputar. Sekujur tubuhnya mengejang, terhentak-hentak di atas pangkuan Pak Prapto.Bu Umi hanya bisa menggelengkan kepala ke sana kemari menahan nikmat dan birahi ysng melanda jiwanyaOOhh…..auhhh…..augghh…eennnnnnnaaaaakkkkkkk kkkkkkkkk…..teruuuuuuusssssss…..Bu Umi meracau tak menentu.Akhwat ayu berjilbab ini benar-benar telah berubah menjadi seekor kuda betina yang liar dan ganas, buas dan galak.
Sungguh hebat rasa kenikmatan orgasme kedua yang melanda dirinya. Sungguh ironi memang, gadis ayu yang lemah gemulai..sopan….. alim dan berjilbab… kini mendapatkan kenikmatan maksimal justru bukan dengan kekasihnya, akan tetapi dengan orang asing yang sedang memperkosanya.
Kemudian laki-laki itu menggendong dan meletakkan akhwat berjilbab itu di atas meja dengan pantat terletak pada tepi meja dan kedua kakinya terjulur ke lantai. Pak Prapto mengambil posisi diantara kedua paha akhwat cantik berjilbab itu…yang ditariknya mengangkang, dan dengan tangan kanannya menuntun kontolnya ke dalam lubang memek yang telah siap di depannya. Kembali Pak Prapto membersihkan keringat yang membasahi tubuhnya dengan kain baju terusan panjang yang kian kusut itu….
Laki-laki itu mendorong kontolnya masuk ke dalam dan menekan badannya setengah menindih tubuh Bu Umi yang telah pasrah oleh kenikmatan-kenikmatan yang diberikan oleh lelaki tersebut. Pak Prapto memacu keras untuk mencapai klimaks. Desah nafasnya mendengus-dengus seperti kuda liar, sementara goyangan pinggulnya pun semakin cepat dan kasar. Peluhnya sudah penuh membasahi sekujur tubuhnya dan tubuh Bu Umi yang terkapar lemas di atas meja.
Sementara lelaki Tua itu terus berpacu diantara kedua paha akhwat cantik BERJILBAB itu, badan gadis itu terlonjak-lonjak mengikuti tekanan dan tarikan kontol lelaki tersebut. Akhwat ini benar-benar telah KO dan dibuat permainan sesukanya oleh si Tua yang perkasa itu. Umi Faizah kini benar-benar tidak berdaya, hanya erangan-erangan halus yang keluar dari mulutnya disertai pandangan memelas sayu oooohhh……aagghh…….uuuhhh….EEENNAAAK.. KONMTOLMU ENAAAAAAK…AKU SUKA KONTOLOMUUU………..OOOHHHH….oohhhh…….aahhhh……oouuuggh h…….ennnaaakkkk……oo ohhh…………….yeesss……egghhhh………ooohhh…….aaahhhhhhhhhh h……., kedua tangannya mencengkeram tepi meja untuk menjaga keseimbangannya. Lelaki itu melihat ke arah jam yang terletak di dinding ruangan kerja tersebut, jam telah menunjukan pukul 14.oo berarti telah 1 jam dia menggarap gadis ayu berjilbab tersebut dan sekarang dia merasa sesuatu dorongan yang keras seakan-akan mendesak dari dalam kontolnya yang menimbulkan perasaan geli pada ujung kontolnya. Akhwat ayu dengan jilbab dan baju panjangnya yang kian kusut itu kini telah menikmati birahi yang menggelegak Lagi-lagi Prapto menyingkapkan baju muslim warna merah muda yang kadang jatuh ke bawah menghalangi pandangannya menyaksikan kemaluan akhwat berjilbab itu.Sementara Bu Umi hanya bisa menggoyangkan kepala ke sana kemari menahan birahi dann nafsu yang melanda dirinya.OOoouuuughhhh………auhhh…..au gghh…eennnnnnnaaaaakkkkkkkkkkkkkkkk rintihnya.Tiba-tiba Lelaki tersebut mengeram panjang dengan suara tertahan, “Agh…AAAAAAHHHHHHHHH…., terus”, dan disertai dengan suatu dorongan kuat, pinggulnya menekan habis pada pinggul gadis yang telah tidak berdaya itu, sehingga buah pelirnya menempel ketat pada lubang anus Bu Umi….dan batang kontolnya yang besar dan panjang itu terbenam seluruhnya di dalam liang memek akhwat berjilbab itu….Dengan suatu lenguhan panjang,
“Sssh…, ooooh! UMIIIII…ENNNAAK……UMI FAIZAAAH…..MEMEKMU ENAAAK….UMI FAIZAAAAHH….UMI FAIZAAAAAAAAHHHH…UMIIII…UMI FAIZAAAHH….”, sambil membuat gerakan-gerakan memutar pantatnya, lelaki Tua tersebut merasakan denyutan-denyutan kenikmatan yang diakibatkan oleh semprotan air maninya ke dalam memek Bu Umi. Ada kurang lebih lima detik lelaki tersebut tertelungkup di atas badan gadis ayu tersebut, dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat dilanda kenikmatan orgasme yang dahsyat itu. Dan pada saat yang bersamaan Bu Umi yang telah terkapar lemas tak berdaya itu merasakan suatu semprotan hangat dari pancaran cairan kental hangat lelaki tersebut yang menyiram ke seluruh rongga memeknya. Tubuh lelaki Tua itu bergetar hebat di atas tubuh gadis ayu itu.
Setelah kurang lebih 3 menit keduanya memasuki masa tenang dengan posisi tersebut, secara perlahan-lahan Pak Prapto bangun dari atas badan Bu Umi…, mengambil tissue yang berada di samping meja kerja dan mulai membersihkan ceceran air maninya yang mengalir keluar dari bibir kemaluan Bu Umi.Setelah bersih Pak Prapto menarik tubuh Bu Umi yang masih terkapar lemas di atas meja untuk berdiri dan memasang kembali kancing-kancing bajunya yang terbuka….merapikan gamis panjangnya….membetulkan jilbab yang acak-acakan… Setelah merapikan baju dan celananya, Pak Prapto menarik badan akhwat cantik itu dengan lembut ke arahnya dan memeluk dengan mesra sambil berbisik ke telinga Bu Umi, “Maafkan saya manis…, terima kasih atas apa yang telah kau berikan tadi, biarpun kudapat itu dengan sedikit paksaan!”, kemudian dengan cepat Pak Prapto keluar dari ruangan kerja Bu Umi dan membuka pintu keluar yang tadinya dikunci, setelah itu cepat-cepat kembali ke lantai 3.Jam menunjukan 14.15
Sepeninggalan Pak Prapto, bu guru cantik berjilbab itu terduduk lemas di kursinya, seakan-akan tidak percaya atas kejadian yang baru saja dialaminya. Seluruh badannya terasa lemas tak bertenaga, terbesit perasaan malu dalam dirinya, karena dalam hati kecilnya dia mengakui turut merasakan suatu kenikmatan yang belum pernah dialami serta dibayangkannya. Kini hal yang diimpikannya benar-benar menjadi kenyataan. Dalam pikirannya timbul pertanyaan apakah bisa? sepuas tadi bila dia berhubungan dengan suaminya kelak, setelah mengalami persetubuhan yang sensasional itu. Tepat jam 14.30, ia bergegas masuk ke kelas untuk mengajar pelajaran bahasa inggris…tanpa ada seorangpun tahu apa yang telah terjadi pada dirinya.tak mseorangpun tahu ia baru saja lepas dari BIRAHI yang dahsyat.
Tamat
Subscribe to:
Posts (Atom)